Jurus AIDA dalam Beriklan, Untuk Menarik Konsumen!

Dalam dunia marketing, strategi AIDA (attention, interest, desire, dan action) menunjukkan tahap yang dilalui konsumen ketika mengambil putusan untuk membeli suatu produk. Rangkaian tahap itu menjadi salah satu acuan bagi pemasar atau bagian marketing perusahaan dalam pembuatan wara atau copywriting iklan.

Konsep AIDA ini digunakan dalam dunia pemasaran sebagai acuan dalam membuat program campaign komunikasi. Tak hanya itu, strategi AIDA ini juga menjadi pondasi awal dalam membuat program-program pemasaran.

Menurut strategi ini, sebuah alat promosi agar memperoleh konsumen atau pelanggan haruslah menarik perhatian, mendorong minat pembaca, membangkitkan keinginan untuk membeli, dan menghasilkan tindakan dari pembaca untuk membeli produknya.

 



Apa itu AIDA?

Pemadanan akronim "AIDA" dalam bahasa Indonesia adalah "Pemikat".

Sementara itu pengertian AIDA (Attention, Interest, Desire, Action) dalam ilmu marketing adalah singkatan sederhana dari empat tahapan proses penjualan sehingga dapat digunakan oleh pemasar sebagai pedoman dalam menjual barangnya.

Berikut ini adalah penjelasan akronim AIDA atau Pemikat yang merupakan tahap-tahap rumus pedoman dalam melaksanakan kegiatan pemasaran:

  • Attention atau Perhatian, berarti bahwa informasi atau media yang digunakan pemasar harus mampu menarik untuk dibaca atau diperhatikan oleh calon konsumen.
  • Interest atau Minat, berarti bahwa iklan harus mampu memelihara minat (interest) pembaca untuk menyimak pesan sehingga si calon konsumen memiliki keinginan lebih jauh.
  • Desire atau Keinginan, berarti bahwa informasi atau media yang digunakan harus mampu menggerakkan keinginan orang untuk memiliki atau menikmati produk tersebut. 
  • Action atau Tindakan, berarti bahwa iklan harus memiliki "daya" membujuk atau mendorong tindakan calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan suatu tindakan pembelian.  


Dari keempat kata di atas, "perhatian", "minat", "keinginan", dan "tindakan" dapat dirangkai menjadi akronim "Pemikat". Mari gunakan jurus Pemikat untuk menarik konsumen!


Penerapan Konsep AIDA dalam Beriklan

AIDA menggambarkan langkah-langkah yang dilakukan konsumen dalam merespon iklan. 


 

Dalam membangun program komunikasi yang efektif, konsep AIDA dapat membantu usaha promosi yang dapat mempengaruhi respon calon konsumen sehingga ia melakukan pembelian suatu produk. 

1. Attention

Dalam tahap awal AIDA ini seorang pemasar haruslah mampu membuat sebuah media informasi yang mengandung daya tarik bagi konsumennya. 

Untuk menarik perhatian, iklan yang ditampilkan harus menampilkan tulisan dan gambar yang powerful atau menonjol dan jelas, serta perkataan yang menarik atau mudah diingat. Sehingga calon konsumen berhenti dan memperhatikan isi pesan berikutnya.
 

Sebuah iklan atau promosi harus mempunyai tiga sifat berikut ini agar pembaca tertarik, yaitu:


  • Meaningful atau bermakna, berarti bahwa isi pesan iklan menyampaikan manfaat-manfaat produk sehingga membuat produk lebih diinginkan atau lebih menarik bagi konsumen.
  • Believable atau dapat dipercaya, berarti bahwa produk yang diiklankan tersebut memberikan manfaat seperti yang dijanjikan dalam pesan iklan.
  • Distinctive atau istimewa, berarti bahwa pesan iklan lebih mudah dan lebih baik dibandingkan dengan iklan iklan merek pesaing.


2. Interest

Tahapan kedua ini adalah seorang pemasar haruslah memikirkan sebuah media informasi agar dapat mengandung minat bagi calon pelanggan atau konsumennya tersebut. 

Pesan yang akan disampaikan haruslah mampu menimbulkan keingintahuan para pembaca atau target, sehingga mereka ingin mengamati, mendengar, dan melihat lebih seksama terhadap iklan yang ditayangkan.

Pemasar memasukan janji solusi atas masalah atau harapan konsumen dalam isi pesan iklan seperti penjelasan mengenai fitur dan benefit. Tidak cukup bagi pemasar hanya menyampaikan informasi terkait fitur produk tanpa disertai benefit yang akan didapatkan, jangan menganggap pembaca akan berpikir sendiri terkait benefit yang akan di dapat. 

Oleh karenanya pembuatan isi pesan iklan harus dijelaskan manfaat yang akan didapatkan konsumen sehingga meningkatkan interest untuk membacanya.

3. Desire 

Selanjutnya langkah yang harus dilakukan oleh seorang pemasar ialah memunculkan keinginan untuk mencoba atau memiliki, hal ini berkaitan dengan motif dan motivasi konsumen dalam membeli. 

Dalam tahapan ini pemasar haruslah jeli atau pintar membaca target sehingga solusi atau harapan yang diberikan sangat tepat untuk konsumennya.

Dalam tahap ini calon konsumen telah mempunyai motivasi untuk memiliki produk. Sebagian pembaca atau target sudah mulai goyah dan emosinya mulai tersentuh untuk membeli produknya. Namun, juga timbul perlawanan dalam diri dari pembaca seperti timbulnya keraguan, apakah benar produk tersebut memberikan manfaat atau keunggulan seperti yang dijanjikan dalam iklan.

4. Action

Dalam tahapan yang paling pusat ini seorang pemasar haruslah sudah mengarahkan pembaca atau target untuk segera melakukan tindakan pembelian produk barang atau jasa.

Membimbing pembaca atau target karena pembaca atau target akan bertindak jika seorang pemasar menjelaskan langkah-langkah bagaimana caranya untuk mendapatkan atau mengkonsumsi suatu produk tersebut. Kadang juga diperlukan tambahan informasi harga untuk tindakan tersebut. 

Dalam tindakan action ini yaitu yang salah satu upaya terakhir untuk membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian atau bagian dari proses itu juga dengan memilih kata yang tepat agar calon pembeli atau target melakukan respon sesuai dengan yang tepat atau bahkan hanya tersirat, namun memiliki makna agar calon konsumen segera bertindak untuk melakukan pembelian.

Itulah ulasan mengenai konsep AIDA yang wajib diperhatikan oleh pemasar (marketing) saat ingin beriklan. AIDA ini merupakan bagian dari teori Hierarchy of effect (HoE) yang menjelaskan mengenai  tingkatan pengaruh iklan terhadap konsumen dimana tujuan iklan yang utama yaitu keputusan pembelian atau action (tindakan).

Harapannya, ketika pemasar sudah mengetahui konsep ini maka lebih jitu dalam menggunakan jurus pemasaran.

0 komentar

Post a comment