Pahami Apa itu Earning per Share (EPS) dan Pengaruhnya Terhadap Harga Saham

Author -  Nidaur Rahmah

Sebuah perusahaan tentunya didirikan untuk mendapatkan keuntungan. Dari laba yang didapat tersebut nantinya akan dibagi juga kepada pihak investor yang telah menanamkan sahamnya kepada perusahaan.

Berbeda dengan private company perusahaan terbuka (tbk) mempunyai cara tersendiri dalam pembagian keuntungan (dividen), yaitu dengan analisa rasio. Seperti Rasio Profitabiltas, Earning Per Share (EPS), dan Price Earning Ratio (PER), itu semua dapat dimanfaatkan dalam perhitungan dividen untuk perusahaan terbuka (tbk).

Untuk lebih jelasnya, pembahasan kali ini secara khusus akan mengulas mengenai apa yang dimaksud dengan Earning Per Share (EPS).

 


Apa itu Earning per Share (EPS)?

 

Earning per Share (EPS) adalah perbandingan antara besarnya keuntungan bersih yang dihasilkan (laba bersih) dan jumlah saham yang beredar.

Semakin tinggi keuntungan diperoleh perusahaan, semakin tinggi pula nilai EPS pada perusahaan tersebut. Nilai EPS suatu perusahaan menunjukkan besarnya laba bersih yang didapatkan untuk kemudian siap dibagikan bagi semua pemegang saham.

Biasanya informasi nilai EPS terkini akan dibandingkan dengan nilai EPS tahun sebelumnya pada kuartal yang sama. Perbandingan ini bertuuan untuk mengetahui pertumbuhan keuntungan perusahaan. 

Seorang investor yang membeli dan mempertahankan saham pada sebuah perusahaan tentunya mengharapkan adanya dividen atau capital gain. Sementara itu, penentuan besarnya pembayaran dividen dan harga saham ini tergantung berapa laba bersih yang didapatkan perusahaan.

Fungsi Earning Per Share (EPS)



Earnings per Share (EPS) mempunyai fungsi baik untuk perusahaan maupun untuk investor. Adapun fungsi EPS sebuah perusahaan, antara lain :

  1. Sebagai variabel utama yang digunakan untuk menghitung Price Earning Ratio (PER) atau rasio harga pendapatan.
  2. Sebagai salah satu gambaran kondisi perusahaan terbuka (tbk) secara profesional dan transparan dalam laporan keuangan.
  3. EPS berfungsi untuk menunjukan profitabilitas perusahaan yang tergambar pada setiap lembar saham.

Selain dimanfaatkan oleh perusahaan, informasi terkait nilai EPS juga digunakan oleh investor sebagai indikator untuk melakukan analisa nilai suatu saham sebelum melakukan pembelian terhadap saham tersebut.

Cara Menghitung Earning Per Share (EPS)


Dari definisi Earning per Share (EPS) diatas, dapat diformulasikan rumus cara menghitung EPS, yaitu:


EPS = Laba Bersih/Jumlah Saham Beredar



Rumus EPS di atas menunjukan bahwa dalam perhitungan EPS tidak dimasukan dividen dari saham preferen. EPS hanya menghitung keuntungan atau laba bersih untuk para pemegang saham biasa. Pembagian dividen untuk para pemegang saham preference dilakukan terlebih dahulu agar tidak menjadi milik pemegang saham biasa.

Nilai EPS biasanya memang kecil karena dihitung untuk setiap lembar saham yang beredar. Namun para investor atau pemegang saham umumnya tak hanya memiliki satu lembar saham saja. Mereka memiliki lot saham dalam jumlah banyak. Dan satu lot-nya sama dengan 100 lembar saham

Jadi, semakin banyak lot yang dimiliki investor, semakin besar pembagian dividen yang akan didapatkan.

Pengaruh EPS Terhadap Harga Saham

 

Sesuai dengan hukum supply and demand, apabila nilai Earnings per Share (EPS) perusahaan tinggi, semakin banyak investor yang mau membeli saham tersebut sehingga harga sahampun otomatis akan tinggi. 

Jika nilai EPS tinggi dapat digambarkan kepada investor bahwa kondisi perusahaan dalam keadaan baik dan laba bersih perusahaan dapat dibagikan kepada pemegang saham atau diinvestasikan kembali ke dalam bisnis.

Dengan perbandingan informasi nilai EPS terkini dengan nilai EPS periode sebelumnya, para iinvestor mampu memperkirakan prospek earning perusahaan di masa depan.

 

Faktor Penyebab Naik dan Turunnya Nilai Earning Per Share (EPS)

Nilai EPS akan naik apabila:

  • Ketika laba bersih perusahaan naik dan jumlah lembar saham biasa yang beredar mengalami penurunan.
  • Ketika laba bersih perusahaan naik dan jumlah lembar saham biasa yang beredar tetap.
  • Ketika laba bersih perusahaan tetap dan jumlah lembar saham biasa yang beredar mengalamai penurunan.
  • Ketika persentase jumlah lembar saham biasa yang beredar mengalami penurunan lebih besar daripada persentase penurunan laba bersih.
  • Ketika persentase jumlah laba bersih mengalami kenaikan lebih besar daripada persentase kenaikan jumlah lembar saham biasa yang beredar.

Sementara itu penurunan nilai EPS akan terjadi apabila faktor-faktor penyebab berikut ini terjadi, yaitu:

  • Ketika laba bersih perusahaan turun dan jumlah lembar saham biasa yang beredar tetap.
  • Ketika laba bersih perusahaan tetap dan jumlah lembar saham biasa yang beredar naik.
  • Ketika laba bersih perusahaan turun dan jumlah lembar saham biasa yang beredar naik.
  • Ketika persentase jumlah lembar saham biasa yang beredar mengalami kenaikan lebih besar dibandingkan persentase kenaikan laba bersih.
  • Ketika persentase laba bersih mengalami penurunan lebih besar daripada persentase penurunan jumlah lembar saham biasa yang beredar.

 

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu earning per share (EPS), fungsi, cara menghitung nilai EPS, dan pengaruhnya terhadap harga saham. Sebaiknya perusahaan fokus bagaiamana untuk mampu menghasilkan tingkat laba yang tinggi, sehingga perusahaan memiliki lebih banyak uang yang bisa diinvestasikan kembali dalam bisnis. Atau keuntungan tersebut bisa dibagikan kepada para pemegang saham dalam bentuk pembayaran dividen. Ketika hal itu terjadi, maka harga saham perusahaan tersebut juga semakin naik.

0 komentar

Post a Comment