Konsep Advertising yang Jitu, Agar Konsumen Tertarik untuk Membeli Produk

Advertising atau periklanan merupakan salah satu media komunikasi pemasaran yang berperan penting dalam aktivitas ekonomi dalam upaya mengenalkan produk kepada konsumen.

Meskipun tidak secara langsung berdampak pada adanya pembelian produk, advertising merupakan alat pemasaran yang sangat efektif dan efisien karena mempunyai daya bujuk (persuasif) yang kuat. 

Dengan semakin majunya dunia digital, advertising yang dijalankan oleh pemasar dapat menjangkau begitu banyak pembeli yang tersebar di berbagai tempat. Tidak membutuhkan budget atau biaya yang tinggi, iklan bisa tayang dengan biaya yang murah.

Pemasar memiliki tantangan tersendiri dalam membuat isi atau pesan iklan. Karena fakta di lapangan ditemukan seringkali dijumpai bahwa ada perbedaan persepsi antara pesan yang hendak disampaikan oleh pemasar dengan pesan yang diterima oleh konsumen.

Lebih baiknya, pemasar memahami dulu apa itu advertising, tujuannya, jenis-jenis iklan, unsur-unsur yang harus ada di dalam iklan, dan konsep AIDA model yang akan membantu pemasar dalam mengiklankan produknya. Yang kesemuanya itu kami sampaikan penjelasannya di bawah ini.




Pengertian Advertising


 

Advertising atau periklanan adalah suatu proses komunikasi yang mempunyai kekuatan yang sangat penting sebagai alat pemasaran yang membantu menjual atau menawarkan produk barang atau jasa melalui saluran tertentu dalam bentuk informasi yang persuasif.

Saat ini, cukup banyak media yang bisa digunakan sebagai alat advertising, yaitu sebagai berikut:
 

  • Media Cetak, seperti koran, surat kabar, majalah, brosur dan leaflet.
  • Media Elektronik, seperti Televisi
  • Internet, seperti Facebook Ads, Google Ads, dan lain-lain
  • Media LED outdoor (luar ruang)

 

 

Tujuan Advertising


Aktivitas advertising dilakukan oleh perusahaan dengan tujuan yang berbeda-beda tergantung kondisi perusahaan dan persaingan produk di pasaran. Secara umun tujuan periklanan mengacu pada keputusan perusahaan tentang penetapan sasaran pasar, penentuan posisi pasar, dan marketing mix (bauran pemasaran).

Berikut ini adalah tujuan advertising itu sendiri:

  1. Informative advertising, yaitu iklan bertujuan untuk menginformasikan pada pasar yang dituju mengenai penawaran produk. Informative advertising ini juga dikenal dengan sebutan promosi yang merupakan tahap awal siklus kehidupan produk (product life cycle).
  2. Reminder advertising, yaitu iklan bertujuan untuk mengingatkan dan mempertahankan merek produk atau brand image di hati masyarakat.
  3. Reinforcement advertising, yaitu iklan bertujuan untuk mendorong konsumen agar mau melakukan pembelian ulang. Pemasar menyakinkan konsumen bahwa mereka mengambil pilihan yang tepat atas produknya.
  4. Persuasive Advertising, yaitu iklan bertujuan untuk membujuk terutama diarahkan untuk mendorong pembelian. Iklan ini digunakan oleh pemasar untuk membangun preferensi merek, berusaha agar konsumen beralih ke mereknya, dan mempersuasi konsumen agar membeli sekarang juga.
  5. Comparison Advertising, yaitu iklan bertujuan untuk menciptakan superioritas merek dengan cara membandingkannya dengan merek lain dalam sebuah kelas produk. Pemasar harus dapat membuktikan penawarannya sesuai dengan spesifikasi produk yang dijual agar tidak dapat diserang balik oleh merek pesaingnya.

Jenis Advertising

Dalam advertising, dikenal jenis iklan lini atas (above the line) dan iklan lini bawah (below the line), berikut ini adalah penjelasannnya:

  1. Iklan lini atas (above the line), yaitu jenis iklan yang mengharuskan pemasar untuk membayar komisi kepada biro iklan, misalnya tayangan iklan di media cetak, TV, Radio, dan bioskop.
  2. Iklan lini bawah (below the line), yaitu jenis iklan yang digunakan oleh pemasar dimana tidak mengharuskan adanya komisi yang harus dibayarkan, seperti brosur dan pamflet yang dipasang pada mading (majalah dinding) atau pada tembok toko yang berada di jalanan. .

Unsur-unsur Advertising

Dalam suatu periklanan terdapat beberapa unsur iklan yang merupakan isi dari periklanan, yaitu :
  1. Pesan iklan (message), yaitu gagasan yang disampaikan pemasar untuk kemudian dijadikan ide dalam pembuatan copywriting.
  2. Naskah iklan (copywriting), yaitu narasi atau pesan yang disampaikan dengan isi yang persuasive dan kuat. Terdapat tujuh hal penting yang harus ada di dalam copywriting, yaitu meliputi headline, sub judul, teks, harga, nama, alamat dan tagline atau slogan produk.
  3. Desain iklan, yaitu rancangan layout iklan atau gambar iklan yang digunakan sebagai wadah untuk isi dari copywriting itu sendiri.
  4. Model iklan, yaitu individu/sekelompok orang atau sesuatu yang dijadikan sebagai daya tarik atau pendukung bahkan dijadikan sebagai brand ambassador untuk produk iklan yang diiklankan.
  5. Warna dan musik, yaitu atribut yang akan membuat iklan itu semakin menarik.



Konsep AIDA Model yang Harus Diketahui Pengiklan



Berikut ini adalah konsep kriteria AIDA yang dapat dilakukan pemasar agar konsumen tertarik untuk melakukan pembelian produk yang diiklankan:

 

  1. Attention, yaitu daya tarik iklan yang terdiri dari tiga aspek meliputi, isi pesan yang disampaikan dalam iklan, frekuensi penayangan iklan, dan visualisasi iklan.
  2. Interest, yaitu ketertarikan konsumen terhadap produk yang dikenalkan oleh pemasar. Pemasar perlu memperhatikan efektivitas media yang digunakan, persepsi konsumen mengenai produk setelah iklan ditampilkan, dan kejelasan pesan (positioning statement).
  3. Desire, yaitu setelah munculnya ketertarikan, konsumen merasakan adanya keinginan untuk memiliki produk tersebut. Pemasar di sini harus mampu meningkatkan kepercayaan konsumen akan produk.
  4. Action, yaitu aktivitas pemasar dalam membujuk calon pembeli agar sesegera mungkin melakukan tindakan pembelian produknya.

 

Hal-hal yang Harus Diperhatikan saat Beriklan


Sebuah iklan harus dibuat sedemikian rupa sehingga menarik untuk dilihat atau dibaca. Berikut ini adalah hal-hal penting yang wajib diperhatikan oleh pemasar yang ingin mengiklankan produknya:

  • Pesan yang disampaikan dalam iklan, yaitu pesan yang ditampilkan harapannya memperoleh respon yang kuat dari konsumen. Oleh karena itu, pemasar harus memperhatikan isi pesan, kejelasan pesan, struktur pesan, format pesan, dan desain pesan iklan.
  • Frekuensi penayangan iklan, yaitu jumlah jam tayang agar pesan yang disampaikan dalam iklan sampai pada konsumen dan mudah diingat.
  • Visualisasi iklan, yaitu tampilan iklan sebagai salah satu sarana pemasaran produk barang atau jasa harus mampu tampil menarik dan persuasif.
  • Efektivitas media yang digunakan, yaitu bentuk promosi perusahaan dapat dilakukan baik melalui media elektronik maupun media cetak. Media periklanan yang efektif akan membuat konsumen tersebut bisa menanggapi positif informasi tersebut dan dengan mudah melakukan keputusan pembelian.
  • Penerimaan informasi dari iklan, yaitu pengetahuan produk (product knowledge) harus dapat tersampaikan kepada konsumen sehingga konsumen mendapatkan informasi yang cukup tentang produk.
  • Keyakinan untuk membeli produk, yaitu iklan harus mampu meraih pencapaian perspektif positif sehingga konsumen yakin atas produk pemasar.
  • Kecenderungan akan melakukan pembelian, yaitu advertising harus mampu mempengaruhi sikap dan persepsi konsumen sehingga konsumen membeli dan menggunakan produk pemasar.


Itulah ulasan mengenai apa itu advertising. Perusahaan sebaiknya meningkatkan advertising dan juga sales promotion untuk memperkuat citra merek  atau brand image produk. Sehinga membuat banyak konsumen lebih tertarik terhadap mereknya dibandingkan merek dari pesaing.

Sebaik apapun kualitas produk perusahaan jika tidak diimbangi dengan informasi yang tepat dalam konsep advertisingnya, maka minim peluang produk tersebut untuk dapat dibeli dan digunakan oleh konsumen. Dengan demikian, perusahaan harus mampu membuat konsep advertising sebagai media komunikasi pemasaran yang efektif dan efisien.

0 komentar

Post a comment