Mengenal Bisnis Retailing dan Strategi untuk Memenangkan Kompetisi

Retailing atau yang biasa disebut usaha ritel (eceran) merupakan kegiatan yang terlibat dalam penjualan produk-produk secara langsung kepada konsumen akhir untuk penggunaan atau konsumsi pribadi maupun keluarga.

Perkembangan bisnis retailing belakangan ini semakin mewabah dan tumbuh pesat. Supermarket dan toko ritel modern lainnya di setiap sudut jalan hampir selalu ada. Hal ini dikarenakan meningkatnya tingkat konsumsi dan hasrat berbelanja masyarakat yang membuat industri ini semakin dilirik oleh para pelaku bisnis.

Lalu, apa itu retailing? Bagaimana sih cara mendirikan usaha retail? Dan strategi apa yang bisa diambil untuk mendapatkan konsumen yang lebih banyak? Untuk mengetahuinya baca selengkapnya artikel di bawah ini.


 

Pengertian Retailing

Retailing berasal dari kata retailer yang diambil dari Bahasa Perancis yang memiliki pengertian “memotong menjadi kecil-kecil”. Namun, jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia, retailer merupakan pelakunya. 

Jadi, retailing dapat didefinisikan sebagai usaha bisnis penjualan komoditas produk barang atau jasa dalam bentuk eceran pada konsumen akhir untuk dipergunakan yang sifatnya pribadi, bukan bisnis.

Kok bisa produk jasa masuk ke dalam definisi retailing? Mungkin ada muncul pertanyaan seperti itu. Ya, kamu bisa melihat toko ritel yang melayani pembayaran PDAM, listrik, dan lain sebagainya. Itu termasuk dalam produk jasa ya, kawan!

Untuk lebih jelasnya, bisnis retailing ini mencakup kegiatan-kegiatan seperti berikut ini:
 

  • Menyediakan produk barang atau jasa layanan yang dibutuhkan oleh konsumen akhir.
  • Menjual komoditas produk dengan harga yang pantas.


Bagaiman konsep bisnis retailing ini berjalan?

Sederhana sih, yaitu retailer berusaha memuaskan sejumlah pemasok (supplier) dengan cara membeli beberapa jenis produk pemasok untuk kemudian dijual kembali. Caranya retailer membeli komoditas poduk-produk yang jumlahnya terbatas dari sejumlah sumber, akan tetapi pemebeliannya dalam jumlah yang lebih besar.

Selanjutnya retailer memuaskan konsumennya dengan cara menawarkan berbagai macam jenis komoditas barang dan jasa dalam jumlah eceran (kecil-kecil).

 

Fungsi dan Karakteristik Retailing

 

Berikut ini adalah fungsi bisnis retailing yang diharapkan oleh konsumen:
 

  1. Menyediakan penggolongan komoditas barang dan jasa untuk mengantisipasi dan memenuhi kebutuhan konsumen individu ataupun keluarga.
  2. Menawarkan produk barang dan jasa dalam jumlah kecil sehingga dapat dijangkau oleh konsumen perorangan maupun keluarga. 
  3. Menyediakan dan menciptakan proses transaksi jual beli yang efisien, lokasi dan waktu yang pasti terjamin, informasi yang berguna dalam menentukan pilihan, dan harga yang bersaing.

 

Adapun karakteristik atau ciri-ciri dari aktivitas retailing, yaitu:
 

  1. Small average sale, yaitu penjualan dalam bisnis retailing relatif kecil karena target pasarnya merupakan end user (pengguna akhir) yang membeli dalam jumlah kecil.
  2. Impulse purchase, yaitu pembelian yang terjadi di toko ritel sebagian besar merupakan pembelian yang tidak direncanakan. 
  3. Popularity of stores, yaitu kesuksesan dalam menjalankan bisnis ritel sangat tergantung pada popularitas dari toko itu sendiri.


Store Atmosphere, Strategi Retail Mix bagi Usaha Ritel (Retailing) untuk Memenangkan Kompetisi

 

Store Atmosphere Toko Buah dan Sayur

Bisnis retailing merupakan jenis usaha dengan penjualan produk yang cukup homogen, dimana produk yang dijual antara toko ritel satu dengan yang lain hampir sama. 

Untuk menghadapi persaingan di industri retail dengan kondisi homogen tersebut, alternatif yang harus diambil oleh pengusaha retailing adalah memberikan suatu yang berbeda dan menarik agar tokonya menjadi pilihan dan tempat untuk berbelanja bagi konsumen. 

Salah satu strategi yang dapat digunakan oleh pebisnis retailing untuk mendorong konsumen berbelanja dan mendapatkan loyalitas konsumen adalah strategi retail mix.

Strategi retail mix merupakan strategi bauran eceran yang digunakan untuk mempermudah pemasaran komoditas produk-produknya. Terdapat enam bauran eceran (retailing mix) yang harus diperhatikan oleh pelaku bisnis ritel, yaitu:

  • Product, yaitu keluasan dan kedalaman keragaman produk
  • Price, yaitu keputusan penetapan harga dalam setiap produk
  • Place, yaitu penempatan lokasi yang startegis dalam bersaing
  • Promotion, yaitu memperkenalkan merek dalam benak konsumen
  • Presentation, yaitu tata letak interior ataupun eksterior toko untuk menciptakan suasana atau atmosfer yang nyaman sehingga menentukan keputusan konsumen dalam pembeliannya.
  • Personnel, yaitu pelayanan pelanggan dan penjualan pribadi

Tiap elemen dari strategi retail mix tersebut kemudian dioptimalkan agar menjadi suatu keunggulan dalam bersaing dengan retailer lain.

Saat ini bisnis ritel modern harus memperhatikan presentasi (tata letak dan suasana) yang merupakan salah satu elemen dari retailer mix di atas. Presentasi ini akan membantu citra toko ritel agar masuk ke dalam benak konsumen.

Jika berbicara strategi presentasi toko, maka terdapat strategi store atmosphere, yaitu strategi penataan toko baik instore maupun outstore untuk menciptakan suasana dan lingkungan toko yang kreatif, menarik serta dapat memengaruhi keputusan pembelian konsumen. 

Terdapat empat faktor yang mempengaruhi penciptaaan atmosfer toko (store atmosphere), yaitu:

  1. General interior, yaitu interior secara umum yang terdapat di dalam toko yang dirancang untuk membuat suasana di dalam toko menjadi nyaman sehingga konsumen merasa betah dan menikmati berbelanja di dalam toko. Contohnya retailer memilih lantai yang berwarna putih agar memberikan kesan bersih, menyediakan suhu udara yang tetap sejuk sehingga pengunjung merasa nyaman, dan menampilkan pencahayaan dengan tingkat keterangan yang bagus sehingga pengunjung dapat jelas dalam memilih produk.
  2. Interior display, yaitu penampilan toko ditambahkan aksesoris-aksesoris agar tercipta suasana dan ciri khas toko. Strategi ini akan mampu memberikan ingatan bagi konsumen mengenai konsep instore toko.
  3. Exterior toko, yaitu penataan bagian luar toko yang pertama kali dilihat oleh konsumen. Dengan penataan outstore yang bagus, unik dan menarik dapat membuat konsumen tertarik untuk mengunjunginya. Sehingga diharapkan konsumen dapat memutuskan untuk melakukan pembelian dan menjadi konsumen setia.
  4. Store layout, yaitu penataan layout toko yang meliputi jarak antar rak, penataan lalulintas konsumen, penataan produk dan penataan alokasi karyawan. Store layout ini perlu diperhatikan untuk membuat konsumen merasa leluasa dan betah untuk menghabiskan waktu di toko. Semua itu bertujuan untuk mempermudah konsumen dalam berbelanja sehingga diharapkan terjadi transaksi pembelian yang banyak.


Penerapan store atmosphere akan menciptakan suasana lingkungan dengan ciri khas masing-masing toko ritel dan menjadi pembeda dengan retailer yang lain. 

Suasana toko yang tercipta tersebut juga bisa dijadikan alat untuk menarik kelompok tertentu, yang menjadikan belanja tidak hanya sebagai pemenuhan kebutuhan akan tetapi juga lifestyle atau gaya hidup. 

Misalnya, antara Superindo dengan Indomaret atau Alfamart memiliki suasana toko yang berbeda. Tentunya mereka yang berbelanja kebutuhan dapur di Superindo lebih berkelas dibandingkan mereka yang berbelanja di Indomaret atau Alfamart.

Dengan suasana toko yang mendukung, diharapkan akan tercipta kepuasan dari para konsumen, sehingga akan berdampak tercapainya loyalitas konsumen.

Hal ini sangat penting karena jika dilihat dari prespektif jangka panjang, biaya yang dikeluarkan untuk mempertahankan loyalitas konsumen yang sudah ada lebih kecil daripada mencari konsumen baru. 

Konsep store atmosphere memang sangat penting untuk diterapkan pelaku bisnis ritel agar mampu  memenangi persaingan usaha, terutama di dalam kondisi zaman yang seperti saat ini.

Itulah ulasan mengenai apa itu bisnis retailing, dan strategi yang bisa diambil untuk mampu bersaing dengan toko ritel lainnya sehingga mendapatkan konsumen yang lebih banyak. Retailer harus mampu mencari strategi yang tepat untuk memaksimalkan penjualan untuk mengoptimalkan pendapatan.

0 komentar

Post a comment