Value Chain: Pengertian, Tujuan, Jenis, dan Contoh Metodenya

Untuk mengetahui efektivitas aktivitas produksi kita mengenal manufacturing cycle efectiviness (MCE), sedangkan value chain analysis (analisis rantai nilai) ini digunakan untuk mengetahui kualitas produksi. 

Kegiatan analisis merupakan upaya perusahaan untuk memahami bagaimana suatu bisnis menciptakan nilai bagi pelanggan dengan memeriksa kontribusi dari aktivitas-aktivitas yang berbeda dalam bisnis terhadap nilai tersebut.



Pengertian Value Chain


Value chain (rantai nilai) adalah strategi dalam memandang bisnis yang dilihat sebagai rantai aktivitas yang mengubah input menjadi output yang bernilai bagi pelanggan. 

Nilai bagi pelanggan yang merupakan hasil dari aktivitas perusahaan dibagi menjadi tiga, yaitu:

  1. Aktivitas yang mampu membedakan produk dengan produk pesaing
  2. Aktivitas yang mampu menurunkan biaya produk
  3. Aktivitas yang mampu memenuhi kebutuhan pelanggan
 
Kerangka value chain memiliki dua syarat untuk dapat digunakan sebagai salah satu alat analisis manajemen biaya. Sehingga perusahaan dapat mengambil keputusan strategis dalam menghadapi persaingan bisnis yang semakin ketat, Syarat-syarat tersebut adalah:
  • Data biaya setiap aktivitas sebagai pendukung analisis value chain, 
  • Informasi untuk mendukung analisis product life cycle (daur hidup produk).

Tujuan Penerapan Value Chain

Perusahaan menerapkan value chain ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas-aktivitas dalam sistem produksi sehingga dapat diketahui kelemahan dan kekurangan aktivitas yang terdapat dalam perusahaan.

 Jenis Aktivitas Value Chain

Analisis value chain merupakan strategi yang dapat digunakan perusahaan untuk membangun nilai perusahaan kearah yang lebih baik. Analisis ini dapat membantu perusahaan untuk lebih fokus pada rencana strategi (renstra) yang dipilih sehingga mampu meraih keunggulan kompetitif.

Gambar di bawah ini menjelaskan jenis kerangka rantai nilai yang umum.


Aktivitas value chain ini dibedakan menjadi dua aktivitas, yaitu:

  1. Aktivitas primer (utama), yaitu aktivitas-aktivitas yang berhubungan dengan penciptaan produk, pemasaran, dan pengiriman ke pembeli serta pelayanan setelah purna jual. Misalnya logistik kedalam, operasi, logistik keluar, pemasaran dan penjualan, dan pelayanan.
  2. Aktivitas pendukung, yaitu aktivitas-aktivitas yang membantu operasional perusahaan secara keseluruhan dengan menyediakan insfrastruktur sehingga aktivitas primer dapat berjalan secara keberlanjutan. Misalnya administrasi umum, manajmen sumber daya manusia, teknologi dan pengembangan sistem, dan pembelian.

Metode Analisis Rantai Nilai


Analisis value chain digunakan oleh analisis internal perusahaan untuk membantu memahami posisi suatu perusahaan atau organisasi yang dijalani agar mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dan mencapai keunggulan kompetitif.

Ketika perusahaan mampu unggul dan kompetitif artinya perusahaan mampu menciptakan nilai lebih untuk pelanggannya. Dengan begitu perusahaan dapat memperoleh keuntungan yang lebih tinggi karena produk yang dihasilkan lebih laku dan lebih unggul dibandingkan competitor lain. 

Perusahaan harus dapat membuat pilihan yang terbaik mengenai apa saja yang yang menjadi kebutuhan pelanggan dan bagaimana memenuhi kebutuhan atau permintaan pelanggan. Sehingga perusahaan memerlukan suatu strategi dalam hal ini analisis value chain untuk menentukan keunggulan kompetitif dan menemukan cara untuk mencapai keunggulan tersebut. 

Berikut ini adalah contoh proses analisis value chain:

Langkah awal dalam analisis rantai nilai adalah membagi bisnis menjadi beberapa kelompok aktivitas yang terjadi dalam sebuah bisnis tersebut, biasanya dengan mengelompokkan aktivitas atas proses tersebut ke dalam kategori aktivitas primer atau pendukung. Langkah ini disebut juga dengan identifikasi aktivitas.


Langkah selanjutnya adalah analisis internal perusahaan mencoba mengaitkan biaya ke setiap aktivitas-aktivitas yang dijalankan. Langkah ini membantu perusahaan untuk mendapatkan penilaian di mana terdapat keunggulan biaya rendah atau kelemahan biaya.

Ketika value chain dianalisis, manajer perusahaan perlu mengidentifikasik aktivitas yang penting bagi kepuasan pelanggan dan keberhasilan dalam strategi pemasaran.

Terdapat tiga pertimbangan penting dalam tahap analisis value chain ini, yaitu:

  1. Pilihan aktivitas yang akan dianalisis secara rinci oleh manajer perusahaan. Apabila perusahaan ingin fokus untuk menjadi penyedia barang atau jasa dengan biaya rendah, maka manajemen perusahaan harus memperhatikan penurunan biaya yang harus dilakukan. Sedangkan apabila misi perusahaan adalah menciptakan diferensiasi produk, maka manajer perusahaan harus mengeluarkan lebih banyak biaya untuk aktivitas-aktivitas yang menjadi kunci untuk menghasilkan diferensiasi produk.
  2. Sifat dari value chain dan relatif pentingnya aktivitas-aktivitas dalam value chain tersebut bervariasi dari satu industri ke industri lain. 
  3. Variasi aktivitas nilai sesuai dengan jenis perusahaan dalam sistem nilai yang lebih luas, mencakup value chain dari para suppliernya di hulu dan para rekanan seperti distributor di hilir yang terlibat dalam penyediaan produk atau jasa bagi para pengguna akhir.

Demikianlah ulasan mengenai apa itu value chain, jenis aktivitas value chain, dan metode VCA. Analisis value chain yang diterapkan oleh perusahaan ini berguna agar perusahaan mampu bersaing untuk lebih baik dari perusahaan lain dan mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh perusahaan lain. Oleh karenanya, perusahaan perlu memperhatikan setiap aktivitas-aktivitas dalam rantai produksi yang biasanya dikerjakan oleh analisis internal perusahaan.

0 komentar

Post a comment