Mengenal Odoo ERP Untuk Membantu Pengelolaan Bisnis Anda

Untuk memperlancar beroperasinya industri manufaktur, perusahaan membutuhkan sistem informasi yang saling terintegrasi satu dengan lainnya. Di era industri 4.0 ini, sudah cukup banyak teknologi informasi yang telah menyediakan otomatisasi proses bisnis, atau yang juga dikenal ERP (Enterprise Resources Planning). Salah satu perangkat lunak yang menerapkan sistem ERP yaitu Odoo.

Melalui sistem Odoo ERP, setiap orang dapat mengelola perusahaannya baik dari mulai skala kecil, menengah, sampai besar. Perangkat lunak ini membantu perusahaan untuk dapat mengakses hasil output produksi, jumlah efisiensi produksi yang dihasilkan, jumlah cacat yang muncul, jumlah stock barang yang tersedia, jumlah tenaga kerja yang tersedia, jumlah biaya yang dikeluarkan, dan sebagainya.

Sebelum Mei 2014, Odoo dulunya dikenal dengan merek dagang OpenERP. Pergantian nama terebut dikarenakan kini Odoo juga menyediakan aplikasi termasuk website builder, e-commerce, point of sale, dan Business Intelligence (BI). Sistem ini sesuai dengan harapan standar ERP, yang mampu menyediakan modul tambahan di luar cakupan sistem ERP tradisional.



Apa itu Odoo ERP?


Odoo adalah sebuah perangkat lunak atau aplikasi bisnis (ERP) yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan manufaktur dan jasa, bersifat opensource dan dilengkapi berbagai fitur yang mencakup project management, CRM (Customer Relationship Management), penjualan (sales), manajemen inventori, warehouse, manajemen keuangan, dan manajemen proyek.

Sistem Odoo ini dapat diakses dari berbagai platform, yaitu diantaranya berbasis web, desktop dan mobile.

Odoo menawarkan tiga solusi bisnis bagi perusahaan manufaktur ataupun jasa dalam pemakaiannya, yaitu sebagai berikut :

  1. Odoo enterprise, yaitu aplikasi bisnis (ERP) yang ditawarkan oleh pihak Odoo untuk diinstall langsung pada hardware perusahaan dengan membayar lisensi kepada Odoo.
  2. Odoo Online SaaS, yaitu aplikasi bisnis (ERP) yang ditawarkan oleh pihak Odoo dimana perusahaan harus membayar lisensi kepada Odoo dan servernya sudah langsung disediakan oleh Odoo di cloud server.
  3. Odoo community, yaitu aplikasi bisnis (ERP) yang disediakan oleh pihak Odoo dimana penggunanya tidak perlu membayar sedikitpun untuk mendapat akses kepada source code-nya dan bisa diinstall pada hardware manapun dan bisa melakukan kustomisasi modul yang sudah ada ataupun bisa membuat modul yang baru.


Kelebihan dan Kekurangan Oddo



Berikut ini merupakan beberapa kelebihan yang dimiliki Odoo untuk pengelolaan bisnis perusahaan manufaktur maupun jasa :

1. Memiliki berbagai fitur yang lengkap dan didukung oleh komunitas

Software ini menawarkan banyak fitur dan fungsionalitas dengan lebih dari 260 modul inti (modul resmi) dan sekitar 4.000 modul komunitas. Dan ini terus akan berkembang. Modul ini dapat digunakan dengan mudah untuk memenuhi kebutuhan perusahaan. 

Dengan dukungan aktif dari banyak komunitas online secara otomatis membuat fungsi yang ditawarkan oleh Odoo akan terus meningkat.


2. Integrasi yang solid
 

Odoo ERP memiki kelebihan yang dapat diintegrasikan antar setiap bagian, mulai dari website, produk, Live Chat, CRM, pembukaan lowongan pekerjaan atau career, pembukuan atau akuntansi, stok barang, inventaris, pengiriman barang, chat antar divisi, ijin dan cuti karyawan dan kebutuhan lainnya. Hal ini bisa dilakukan karena sistem Odoo bisa ditambahkan module sendiri

3. Modular
 

Odoo menawarkan fleksibilitas melalui modul-modul yang dapat dibongkar-pasang dengan mudah dan diimplementasi secara bertahap sesuai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi perusahaan.

Karena bentuknya yang modular, perusahaan bisa memulai dengan beberapa modul utama. Modul-modul baru bisa diganti atau ditambahkan dengan mudah di kemudian hari, dengan unit lain yang berbeda bentuk namun fungsi sama. 

Perangkat lunak ini bisa dipasang menyesuaikan budget yang dimiliki perusahaan dan mengikuti perkembangan perusahaan.


4. Menawarkan TCO (Total Cost of Ownership) yang rendah

Keunggulan selanjutnya dari sistem Oddo ini adalah TCO (Total Cost of Ownership) yang sangat rendah jika perusahaan menggunakan perangkat lunak ini. 

TCO merupakan jumlah total biaya yang dibutuhkan dalam kepemilikan perusahaan dengan menaksir biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost) terkait penggunaan software dan hardware.

Contohnya, ketika platform ini diterapkan dalam sebuah perusahaan maka ada beberapa nilai dan manfaat yang akan didapatkan seperti mampu menurunkan biaya administrasi, biaya operasi, biaya persediaan dan biaya perawatan.

5. Kustomisasi yang mudah

Tak hanya mudah untuk digunakan, tapi software ini juga menawarkan fleksibilitas untuk custom apapun yang ada di dalamnya. Cukup dengan pemahaman penggunaan  bahasa pemrograman Python, pengguna dapat membuat modul sendiri di Odoo, termasuk ketika ingin membuat theme sendiri.

6. Tersedia secara gratis

Karena bersifat opensource, pengguna dapat mendownload Odoo secara gratis dan tidak diperlukan biaya perizinan untuk menggunakannya.

 
Sementara itu kekurangan dari Odoo ERP adalah sebagai berikut:

1. Kelemahan pada SEO untuk Tags

Khusus untuk layanan website builder, sistem Odoo memiliki manajemen tags website yang buruk. Untuk mengatasinya pengguna dapat menonaktifkan atau disable penelusuran mesin pencari untuk halaman tags.

2. Membutuhkan resource yang cukup besar

Untuk kebutuhan integrasi yang sangat solid antara setiap modul menyebabkan sistem Odoo ERP ini memerlukan resource sedikit lebih besar dibandingkan dengan sistem ERP yang lain.

 
Demikianlah ulasan mengenai apa itu sistem Odoo ERP, manfaat, kelebihan dan kekurangannya ketika digunakan untuk pengelolaan bisnis di perusahaan. Di Indonesia sudah tersedia partner-partner Odoo dan company IT terpercaya yang bisa membantu perusahaan Anda untuk mengembangkan aplikasi ERP ini jika dibutuhkan.

0 komentar

Post a comment