Mengenal Point of Sales (POS), Manfaatnya, dan Cara Kerjanya

Point of sales (POS) atau yang biasa dikenal dengan sistem kasir merupakan sebuah sistem pembukuan terkomputerisasi yang digunakan oleh perusahaan retail ataupun restoran untuk mempermudah transaksi penjualannya.


Sebuah sistem pembukuan merupakan sebuah pencatatan mutasi barang yang sangat diperlukan bagi kepentingan audit. Seiring dengan berkembangnya teknologi, sistem pembukuan yang dilakukan secara manual dinilai sudah efisien lagi. 

Kemudian muncul sistem baru yang seperti dijelaskan pada paragraph pertama di atas, yaitu sistem aplikasi Point of Sales (POS). POS akan sangat membantu dan mengoptimalkan kinerja perusahaan. Sistem ini akan mampu mengukur tingkat pendapatan perusahaan dengan cepat dan akurat karena sistemnya yang serba terkomputerisasi.

Apa itu Point of Sales (POS)?



Point of Sales atau disingkat sebagai POS, secara sederhananya dapat diartikan sebagai sebuah sistem aplikasi yang melakukan pencatatan dan membantu proses transaksi jual beli yang terjadi pada perusahaan.

Sebelum sistem POS dikembangkan, sebuah toko atau tempat usaha banyak menggunakan yang kita kenal sebagai mesin Cash Register. Bahkan ada yang menggunakan pencatatan manual atau nota dalam menjalankan usahanya.

Seiring dengan kemajuan teknologi, Cash Register yang dilakukan di counter checkout ini dianggap sudah tidak cukup memadai lagi, karena sistem Cash Register hanya dapat mencatat/menghitung transaksi. Sehingga muncul pengembangan baru yaitu perangkat lunak point of sales (POS) ini.

Komponen Sistem POS yang menjalankan setiap kali proses transkasi terdiri dari:

  • Hardware, yaitu berupa terminal/PC, receipt printer, cash Drawer, terminal pembayaran, dan barcode Scanner.
  • Software, yaitu berupa iventory management, pelaporan, purchasing, customer management, standar keamanan transaksi, dan return processing.


Manfaat dan Kegunaan Point of Sales (POS)



Point of sales (POS) ini tidak hanya bertujuan untuk mempercepat dan mempermudah proses, tetapi bisa juga berdampak pada kerapian sistem administrasi. Informasi transaksi yang dapat dimanfaatkan oleh pihak manajemen untuk mengevaluasi semua transaksi yang ada.

Berikut ini adalah manfaat penggunaan point of sales (POS) dalam kegiatan penjualan:
  • Laporan transaksi disediakan dengan cepat;
  • Mampu mencatat pengeluaran dan pemasukan barang serta melakukan deduksi jumlah barang pada stok. 
  • Mempermudah manajer perusahaan untuk melakukan proses controlling terhadap semua transaksi yang terjadi;
  • Mampu merekam pembayaran piutang yang dilakukan oleh pelanggan kepada pemiliki perusahaan. 
  • Mampu menunjukkan tren penjualan berdasarkan kebutuhan bisnis yang dapat diperkirakan. sehingga mempermudah perusahaan untuk mengambil keputusan ke depan jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Sementara itu berikut adalah kegunaan system POS adalah sebagai berikut:
  • Peningkatan kualitas pelayanan
  • Peningkatan citra usaha
  • Competitive advantage
  • Kemudahan proses control & pengambilan keputusan

Cara Kerja Sistem Point of Sales (POS)



Saat ini sistem Point of Sales sudah banyak yang dilengkapi dengan berbagai fitur. Fitur tersebut mempermudah bagi penggunanya untuk mencatat penjualan yang jauh lebih baik dibandingkan menggunakan cash register.

Barcode scanning dan layar transaksi yang merupakan komponen dari POS ini akan memberikan laporan yang akurat dan lebih rinci pada transaksi harian. Selain itu, sistem POS juga dapat melacak persediaan dengan cara yang lebih baik. 

Berikut ini adalah cara kerja menggunakan sistem Point of Sales :

1. Transaksi

Dengan adanya perangkat lunak pembayaran dengan model Point of Sales, para pelanggan dapat memanfaatkan kartu debit atau kredit saat melakukan transaksi pembelian.

Terminal Point of Sale secara elektronis terkoneksi ke bank milik pengusaha atau pemilik toko, yang pada gilirannya terkoneksi ke finansial tracking sistem.

Sistem POS akan menampilkan transaksi dan menghitung pajak penjualan atau diskon. Sistem ini biasanya juga dilengkapi dengan platform inventory tracking yang bisa segera menghapus item dari inventory pada saat transaksi penjualan terjadi.

Sistem POS ini dapat diintegrasikan dengan aplikasi lain, misalnya di restoran atau rumah makan yang diintegrasikan dengan tempat duduk tamu ataupun waiting list.

2. Berbasis Internet

Untuk pelaku usaha yang memiliki banyak cabang dapat memanfaatkan sistem Point of Sale (POS) ini dengan berbasiskan internet. Pemilik bisa mengakses total harian pendapatan dari semua lokasi tempat usahanya. 

Pengembangan sistem Point of Sale bertujuan agar bisa berinteraksi dengan sistem akuntansi dimana dapat melacak pengeluaran, gaji karyawan, jam kerja karyawan, inventory, dan pendapatan.

3. Perangkat Keras

Transaksi Point of Sale terdiri dari perangkat keras (hardware) yang mampu mencetak salinan struk pembelian untuk konsumen. 

Pelaku usaha dapat menggunakan printer Thermal yang mampu mencetak lebih cepat, tidak berisik, dan lebih tahan lama. Printer jenis ini memiliki lebih sedikit bagian-bagian yang perlu bergerak pada saat mencetak struk. 

Selain printer, terdapat juga cash drawer (laci kas pembayaran) yang terkoneksi dengan perangkat lunak Point of Sale. Cash drawer ini diatur agar terbuka secara otomatis saat kasir mengakhiri proses transaksi. Cash drawer harus aman dan dapat dibuka secara manual oleh hanya para manajer.

Jika kamu pernah menggunakan kartu debit atau kredit untuk proses transaksi di sebuah toko, alat yang digunakan untuk menggesekan kartu debit atau kredit tersebut namanya card swipe reader. Alat ini juga terintegrasi dengan sistem Point of Sale agar konsumen dapat memasukkan PIN untuk melakukan transkasi.

Sebagian besar hardware Point of Sale (POS) juga menyertakan alat pemindai barcode. Kasir cukup mengarahkan alat ini ke barcode pada produk yang dibeli konsumen sehingga harga barang secara otomatis dimasukkan ke program kendali transaksi dan inventory.

Sistem POS ini dibuat dengan harapan dapat mengelola data secara cepat dan tepat. Aplikasi ini dapat digunakan dengan mudah oleh pemilik, dan efisiensi waktu dalam melakukan pembukuan. Bagaimana, tertarik untuk menerapkan sistem Point of Sales pada usaha kamu?

0 komentar

Post a comment