Pengertian Gasket dan Jenis-jenisnya

Gasket menjadi salah satu komponen yang berperan dalam konstruksi perpipaan. Alat ini dikenal sebagai lapisan yang sering digunakan untuk menyatukan sambungan antar flange. Selain digunakan pada pengerjaan penyambungan pipa, gasket juga menjadi alat penting dalam suatu rangkaian mesin. Tak heran, jika peranannya cukup krusial di masyarakat.

Misalnya jika terjadi kebocoran pada mesin pipa rumah, maka penggunaan benda ini merupakan solusi yang tepat. Ingin tahu lebih dalam tentang komponen bermanfaat ini? Cek informasi di bawah ini!

Pengertian Gasket dan Kegunaanya


Gasket juga dapat diartikan sebagai benda yang dipasangkan atau direkatkan pada dua permukaan objek. Objek tersebut berisi tekanan fluida untuk mencegah terjadinya kebocoran. Adanya gasket berguna untuk merapatkan kedua benda agar bisa menahan tekanan yang berada di dalamnya. Hal ini penting dilakukan karena adanya kebocoran cukup berbahaya.


Jenis-Jenis Gasket Berdasarkan Penggunaan


Selain fungsi utamanya sebagai perekat dua buah benda, kegunaan gasket sebenarnya lebih spesifik lagi. Hal ini karena jenis-jenis gasket pun cukup beraneka ragam. Berikut beberapa jenis komponen perekat ini berdasarkan fungsi dan kegunaannya:

1. Metal C-Ring Gasket
Gasket jenis ini seringkali digunakan pada low pressure dan low vacuum. Alat ini memiliki kelebihan utama sebagai penyimpan energi. Penggunaannya pun cocok sebagai tempat duduk objek berukuran kecil. Metal c-ring ini memiliki fungsi yang bagus, namun harganya termasuk cukup mahal.

2. Metal Spring Energizing Ring Gasket


Gasket metal spring energizing ring memiliki sifat yang mirip dengan gasket metal c-ring. Namun, yang membedakannya adalah penggunaannya karena benda ini cenderung self energizing. Komponen ini hanya digunakan pada media berukuran besar. Hal inilah yang menyebabkan setting load gasket ini juga cukup tinggi sehingga harganya cukup mahal.

3. Metal U-Ring Gasket
Jenis gasket selanjutnya adalah metal-u ring yang umumnya dipasang pada sambungan objek rata. Tidak hanya itu, komponen ini juga mumpuni untuk menyatukan dua benda sejajar. Hasil perekatannya pun sangat maksimal jika diberi gaya dan tekanan yang tinggi. Misalnya pada rangkaian bertekanan hingga 12.000 psi (828 bar).

4. Metal O-Ring Gasket
Jenis gasket ini bersifat reusable atau bisa digunakan kembali. Meski bisa dipakai lagi, pastikan keadaan benda ini tidak memiliki kerusakan. Jika terjadi kerusakan pada bagian tertentu, gasket ini pun tidak dapat digunakan kembali. Oleh karena itu, jika ingin menggunakan metal o-ring gasket (reused), pastikan kondisinya masih cukup baik.

Dibanding jenis lainnya, gasket ini dikenal cukup mahal. Hal ini karena fungsinya yang dapat menahan tekanan dan temperatur tinggi. Namun, pemakaiannya pun bergantung pada kebutuhan.

5. Spiral Wound Gasket
Gasket ini bersifat fleksibel karena dapat dilepas pasang. Oleh karena itu, peletakannya tidak selalu pada sambungan dua buah objek. Ketika komponen ini sudah tidak digunakan, sebaiknya Anda melepaskannya. Penggunaan gasket ini pada dasarnya menyesuaikan keadaan. Jika sambungan mulai renggang, Anda bisa merekatkannya kembali.

Jenis spiral wound ini cukup mumpuni pada tekanan tinggi. Hal ini karena bahan dasar yang menyusunnya memang khusus. Gasket ini tersusun dari campuran bahan graphite, ceramic paper, asbestos, dan mika.

6. Flat Gasket
Sesuai dengan namanya, gasket ini berfungsi untuk mencegah kebocoran pada permukaan objek yang rata. Pemasangan alat ini bisa pada bagian luar maupun dalam sesuai dengan kebutuhan. Meski terkena temperatur dan tekanan tinggi, gasket ini masih termasuk yang tahan lama.

Jenis-Jenis Gasket Berdasarkan Material


Jenis-jenis material gasket yang digunakan dalam pembuatan gasket akan disesuaikan dengan kondisi operasi (tekanan, temperatur) dan karakteristik bahan kimia yang kontak dengan gasket.

Gasket ini memang sangat berperan sebagai penghubung dua buah benda. Meningkat fungsinya tersebut, material yang digunakan pun bersifat khusus dan beragam. Berikut beberapa jenis gasket berdasarkan material yang menyusunnya:

1. Rubber Gasket
Gasket rubber terbuat dari material plastik. Komponen ini berperan sebagai penghubung dari gabungan beberapa objek. Oleh sebab itu, fungsinya tidak langsung menyatukan, melainkan sebagai pelapis atau pelindung.

Sambungan perlu dilapisi dengan benda ini agar tidak terjadi kebocoran selama proses penghubungan. Terlebih terbentuknya celah yang terbuka rawan terjadi. Selain itu, membuat sambungan ini juga membuka peluang kemasukan benda asing saat digunakan. Oleh karena itu, gunakanlah rubber gasket sebagai pelapis yang cukup mumpuni.

2. Viton Gasket


Komponen ini juga digunakan untuk melindungi objek. Terutama pada bagian yang berkaitan langsung dengan beberapa zat kimia yang bersifat asam, minyak, dan cairan kental berkonsentrasi tinggi.

Jenis viton ini juga digunakan untuk menanggulangi kerusakan akibat lelehan. Pada dasaranya, viton gasket ini memiliki fungsi dasar yang sama. Namun, Anda bisa memilih gasket pipa dengan bahan ini jika jenis karet dirasa kurang awet.

3. Graphite Gasket

Gasket jenis ini memiliki keunggulan utama, yaitu ketahanan terhadap temperatur tinggi. Jenis graphite ini bahkan tahan terhadap berbagai jenis cairan kimia asam dan basa yang berkonsentrasi tinggi. Penggunaan komponen ini biasanya digunakan pada rangkaian sumber energi panas bumi.


4. PTFE Material


Gasket PTFE atau juga dikenal dengan teflon gasket merupakan salah satu jenis gasket yang bersifat multi fungsi. Teflon yang memiliki ketahanan yang baik terhadap berbagai bahan kimia (misalnya  hidrogen peroksida) membuat jenis gasket ini banyak dikenal di pasaran.


5. Gasket EPDM Material


Gasket dengan material EPDM ini memiliki ketahanan yang baik terhadap ozon, sinar UV, minyak alami dan berbagai jenis bahan kimia.


Pengetahuan mengenai jenis-jenis gasket memang penting dipahami sebelum Anda menggunakannya. Melalui ulasan di atas, komponen ini memang penting penggunaannya dalam sistem perpipaan atau rangkaian mesin. Pemasangan alat ini dapat mencegah kebocoran fluida yang memiliki beragam tekanan dalam suatu konstruksi.

0 komentar

Post a comment