Apa itu Ducting dan Komponen Sistem Ducting



Perancangan sistem ducting di dalam gedung perkantoran ataupun pusat pembelanjaan merupakan hal yang sangat diperlukan untuk mendapatkan udara sejuk yang merata pada setiap ruangan.

Perancangan sistem ducting harus direncanakan secara cermat dan tepat untuk dapat menghasilkan rancangan yang baik. Untuk itu perlu mengetahui komponen apa saja yang terdapat di dalam sistem ducting.

Penjelasan Tentang Ducting


Ducting jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia memiliki arti penyaluran pipa.

Dan jika dijabarkan kira-kira adalah bahan atau material yang digunakan untuk mengarahkan atau menyalurkan udara atau lainya ke arah tertentu.

Sistem ducting haruslah mempertimbangkan tiap-tiap tujuan akhir dari saluran ducting tersebut termasuk dimensi atau diameter media penyalur pada sepanjang perjalanan hingga titik akhir udara tersebut keluar dari media penyalur. Saluran udara ini diperlukan sebagai contoh untuk supply air, return air, dan exhaust air.

Adapun fungsi saluran ducting dapat digunakan sebagai pemanasan, ventilasi, dan air conditioning (HVAC) untuk mengirimkan dan memindahkan udara.

Saluran ducting juga mengirimkan, umumnya sebagai bagian dari supply air, ventilasi udara. Sedemikian, saluran udara ke gedung adalah satu metode kualitas udara di dalam ruangan yang bisa diterima seperti halnya kondisi yang dinikmati oleh orang untuk melakukan aktivitas dengan suhu tertentu di sebuah lingkungan.

Jenis Material Ducting


Jenis material itu sendiri beraneka ragam disesuaikan dengan udara yang akan disalurkan. Pengunaan material yang digunakan akan mempengaruhi suhu udara di sepanjang perjalanan menuju titik akhir keluarnya udara.



Beberapa jenis material ducting yaitu :

1. Ducting BJLS (baja lapis seng) tanpa isolasi.

Yaitu jenis ducting yang digunakan untuk menyalurkan udara dimana ducting ini tidak mempertahankan kesetabilan suhu udara yang akan disalurkan. Ducting BJLS (seng) tanpa isolasi hanya akan berfungsi sebagai penyalur udara dari satu tempat ke tempat yang lain atau dari beberapa tempat ke dalam satu tempat tujuan akhir.

Misalnya:
  • Ducting exhaust, yaitu ducting yang berfungsi untuk mengeluarkan udara panas yang ada di dalam ruangan gedung dimana ruangan tersebut banyak menghasilkan udara yang panas agar kondisi rungan tetap segar dan juga tetap nyaman atau tidak pengap. Misalnya dapur, toilet, tempat parkir dll.
  • Ducting fresh air, yaitu ducting yang digunakan untuk memberikan udara segar dari luar ruangan menuju indoor unit AC yang khusus untuk pendingin ruangan, seperti AHU ataupun FCU.
  • Ducting Intake, yaitu ducting yang berfungsi untuk menyalurkan udara dari luar gedung menuju ruangan yang membutuhkan udara segar. Seperti lahan parkir yang tertutup atau lainya.

2. Ducting BJLS (baja lapis seng) Isolasi Luar.

Isolasi yang dapat digunakan untuk menyelimuti ducting salah satunya adalah glaas wool. Jenis glass wool yang digunakan tergantung dengan suhu udara yang akan disalurkan. Semakin dingin udara yang akan disalurkan, semakin tebal isolasi yang dibutuhkan. Sementara itu jenis glass wool yang biasa digunakan berukuran 24Kg / m3 dengan tebal isolasi 25mm.


3. Ducting BJLS (baja lapis seng) Isolasi Luar dan dalam.

Ducting dengan isolasi luar dan dalam memungkinkan untuk mengurangi kebocoran hawa dingin dari udara yang mengalir.

Komponen Sistem Ducting


Pada perancangan sistem ducting terdapat beberapa komponen utama yaitu :

1. Air handler atau air handling unit (AHU)

AHU atau air handler ini adalah suatu alat yang digunakan untuk mensirkulasikan udara sebagai bagian dari sistem HVAC atau sistem pemanasan (heating), pensirkulasian udara (ventilating) dan pendinginan udara (air conditioning).

Pada umumnya, air handler berbentuk kotak yang terbuat dari bahan metal yang berisi blower, elemen pemanas dan pendingin, ruangan penyaring udara, peredam suara dan pengatur api pemanas.

2. Ducting

Fungsi dari sistem ducting, seperti yang telah disebut sebelumnya adalah untuk menyalurkan udara terkondisi dari Air Handling Unit (AHU) ke ruangan-ruangan yang membutuhkan pengkondisian dan mengembalikan udara dari ruangan-ruangan ke Air Handling Unit (AHU) untuk diproses kembali.

Bentuk dari ducting dapat berupa lingkaran, segi empat, atau oval tergantung pada kebutuhan dan fungsinya. Tetapi yang paling populer digunakan adalah ducting segi empat.

Dari segi konstruksinya ada dua tipe ducting yaitu tipe rigit (kaku) dan flexible sedangkan bahan ducting dapat berupa baja lapis seng (BJLS) atau alumunium. Namun demikian bahan fiberglass, PVC polypropylene atau bahan plastik yang lain akhir-akhir ini banyak digunakan.

Dengan saluran ducting sedemikian rupa akan membuat sistem ducting:
  • Tidak terjadi deformasi karena tekanan udara.
  • Tidak terjadi bunyi bising dan getaran pada saluran udara tersebut.
  • Tidak terjadi kebocoran udara. 
Adapun material saluran ducting yang dibutuhkan, yaitu:
  • Baja berlapis seng
  • Polyurethane dan Isolasi papan Phenolic (aluminium saluran pipa sebelum diisolasi)
  • Papan saluran pipa serat kaca
  • Tabung fleksibel
  • Kain tekstil

Ketebalan bahan duct yang digunakan tergantung pada jenis sistem duct dan ukuran terpanjang dari kedua sisinya. Sebagai contoh bila menggunakan baja lapis seng (BJLS) untuk kecepatan kurang dari 12 m/s.

Material yang sekarang banyak dipergunakan adalah baja lapis seng (BJLS). Untuk menghindari adanya perbedaan temperatur antara saluran udara bagian dalam dan luar dan untuk menghindari terjadinya kondensasi bagian dalam dan luar maka saluran udara diberikan isolasi. Banyak jenis isolasi yang terdapat di pasaran, untuk pertimbangan efisiensi pengerjaan dan kecepatan pembuatan sebaiknya konstruksi yang dipilih untuk sistem ducting seperti ini:


Ducting keluaran dan kembali diberi lapisan isolasi termal untuk memperkecil kebocoran kalor dan luar kedalam ducting. Disamping fungsi tersebut, isolasi juga berfungsi untuk meredam bising yang ditimbulkan oleh adanya gerakan udara dan peralatan lain didalam sistem ducting.

Pelapisan isolasi dapat dilakukan pada bagian luar (isolasi luar) atau pada bagian dalam (isolasi dalam) ducting atau kombinasi keduanya. Untuk isoalsi luar, setelah ducting dibungkus dengan isolasi di bagian luarnya diberi lapisan untuk mencegah masuknya udara kedalam isolasi. Banyak jenis isolasi yang dapat digunakan untuk membungkus ducting, antara lain yang umum digunakan adalah jenis fiberglass (glasswool), polyurethane foam atau styrofoam. Sedangkan bahan lapisan umumnya dapat dipergunakan alumunium foil.

Ducting harus dibuat dari lembaran-lembaran BJLS yang baru dari kualitas terbaik dengan ukuran sepenuhnya (full sized) dan dipatah-silang secara diagonal dari ujung ke ujung untuk setiap segmen. Untuk ducting yang diisolasi bagian dalamnya (lined) tidak diperkenankan dilakukan pematahsilangan.

Ketebalan BJLS yang digunakan tergantung dari tergantung dari ukuran / besar duct, sesuai dengan daftar di bawah ini :



3. Diffuser

Diffuser dirancang secara umum untuk sistem pemanasan, ventilasi, dan sistem pengkondisian udara. Diffuser bisa digunakan untuk sistem HVAC yang terdiri dari udara secara keseluruhan maupun campuran dari udara dan air.


4. Grille

Grille merupakan bagian dari sistem pengkondisian udara. Kebanyakan grille untuk HVAC digunakan sebagai lubang kembali atau exhaust air inlets menuju ducting.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu ducting dan komponen sistem ducting.

0 komentar

Post a comment