Kenali Keuntungan Material Handling, Prinsip dan Jenis-Jenisnya

Dalam kegiatan industri baik itu perusahaan manufaktur maupun logistik, perusahaan tidak hanya akan fokus pada proses produksinya saja, akan tetapi juga kegiatan material handling (pemindahan material) sebelum dan sesudah produk itu jadi.

Proses material handling ini kerap kali mengalami masalah yang kemudian menyebabkan biaya operasional perusahaan bertambah atau mengalami pemborosan. Banyak perusahaan yang tidak begitu memperhatikan mengenai prinsip-prinsip pemindahan material yang mereka lakukan.

Lalu, apa saja prinsip yang harus diterapkan dalam material handling sehingga menciptakan sistem pemindahan material yang tepat? Apa saja keuntungan dari material handling yang dilakukan dengan tepat? Dan apa saja jenis-jenis material handling dalam sebuah perusahaan? Berikut penjelasan lengkapnya.




Apa itu Material Handling


Material handling adalah suatu pekerjaan memindah benda/barang dalam muatan yang berat dengan dilakukan oleh manusia atau dengan bantuan alat pemindah.

Material Handling (penanganan material) ini merupakan proses pemindahan material berupa bahan baku, barang setengah jadi, maupun barang jadi menuju ke suatu tempat yang diinginkan. Pekerjaan memindah ini dilakukan dalam jarak yang tidak jauh, area yang terbatas, misalnya dalam area pabrik.

Keuntungan Material Handling



Pemindahan material ini (material handling) harus ditangani dengan cara yang tepat agar kemungkinan terjadinya masalah dapat semakin berkurang. Berikut ini adalah keuntungan material handling apabila dilakukan dengan cara yang tepat:
  • Membantu perusahaan menghemat biaya transportasi. 
  • Memperlancar proses operasional yang efektif dan efisien sehingga produktivitas perusahaan dapat ditingkatkan.
  • Menghemat waktu operasional perusahaan. 
  • Meringankan beban kerja para pekerja saat melakukan aktivitas material handling.
  • Mengurangi risiko bahaya yang timbul akibat dari mengangkat beban yang berat bagi pekerja.

Prinsip-prinsip Material Handling


Penanganan proses material handling harus dirancang dengan tepat dan dievaluasi agar secara efektif dapat memperlancar proses operasi perusahaan. Untuk itu berikut ini adalah prinsip-prinsip desain dan sistem material handling yang perlu diperhatikan oleh perusahaan:

  • Planning, yaitu perusahaan perlu menetapkan kebutuhan operasional, tujuan, sasaran, kinerja, spesifikasi, dan metode materials handling yang memenuhi dimensi movement, time, quantity, dan space.
  • Standardization, yaitu material handling didesain dengan standardisasi dan terintegrasi antara peralatan, sistem aplikasi, dan operator demi mencapai kinerja produktivitas yang tinggi, dan tetap mempertahankan fleksibilitas dan modularity.
  • Work, yaitu material handling dapat beroperasi dengan produtivitas yang tinggi dan mudah untuk dioperasikan sesuai service level yang ditetapkan.
  • Ergonomic, yaitu perusahaan perlu merancang alat angkut (material handling) yang ergonomik untuk memastikan operator material handling equipment aman dan nyaman dalam mengoperasikannya serta menunjang produktivitas yang tinggi, dan tidak cepat lelah.
  • Unit load, material handling yang dirancang dapat menunjang material dengan ukuran dan dimensi yang sesuai untuk kelancaran aliran pergerakan material.
  • Space utilization, yaitu pengoperasian material handling dirancang dengan memerhatikan penggunaan tempat yang tersedia secara efisien dan efektif.
  • System, yaitu perancangan material handling harus terintegrasi dengan sistem operasi logistik, mulai dari bagian penerimaan, pengawasan, penyimpanan, produksi, perakitan, packaging, unitizing, order selection, pengiriman, transportasi, dan penanganan retur sehingga akan menghasilkan pencatatan yang lebih baik.
  • Automation, yaitu material handling dirancang dengan menggunakan metode mekanisasi, semiotomasi, atau full automated, demi meningkatkan efisiensi operasional, responsive, andal, dan memungkinkan dapat mengeliminasi pekerjaan yang berulang dan tidak efisien hingga mengurangi risiko keamanan dan keselamatan tenaga kerja.
  • Environmental, yaitu material handling dapat dioperasikan dengan pemakaian energi yang sehemat mungkin, pengembangan teknologi material handling dengan energi yang terbarukan, serta pemilihan material material handling yang ramah lingkungan.
  • Life cycle cost (LCC), yaitu prinsip ini mencakup keseluruhan biaya selama pemakaian material handling (total cost ownership) dengan memerhatikan biaya yang paling efisien.


Jenis Material Handling


Penanganan material dapat dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu manual, diberbantukan mesin pemindah, dan pembagian material handling berdasarkan jalur yang dilaluinya.

Kegiatan material handling yang dapat dilakukan dengan cara manual yaitu meliputi lima aktivitas ringan yang dilakukan oleh manusia berikut ini:
  • Mengangkat/menurunkan (lifting/lowering).
  • Mendorong/menarik (push/pull).
  • Memutar (twisting).
  • Membawa (crayrying).
  • Menahan (holding).

Contoh Conveyor

Proses material handling yang dibantu dengan mesin pemindah dapat diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu:

  1. Truk industri, yaitu peralatan yang digunakan untuk memindahkan muatan yang mampu bergerak di berbagai titik dan tidak secara permenen diletakan di tempat yang tetap sehingga lebih fleksibel. Truk industri ini cocok untuk memindahkan material atau bahan produksi di yang sifatnya intermittent (berselang) dan juga cocok untuk menangani bahan dengan berbagai ukuran dan bentuk. Adapun jenis-jenis truk industri yang bisa digunakan diantaranya seperti truk industri yang penggunaannya dengan didorong oleh tenaga manusia, tenaga listrik maupun tenaga mesin (dengan bahan bakar minyak).
  2. Conveyor, yaitu peralatan yang ditujukan untuk memindahkan muatan curah (banyak partikel, homogen) maupun muatan satuan secara kontinu. Conveyor biasanya digunakan untuk mengantarkan material atau bahan di operasional produksi yang terus-menerus atau produksi massal. Jenis conveyor yang sering digunakan di pabrik seperti conveyor roller, conveyor roda dan conveyor sabuk.
  3. Crane dan hoist (derek dan kerekan), yaitu peralatan pemindahan barang yang sifatnya overhead atau permukaan. Crane dan hoist merupakan kombinasi dari mesin pemindah bahan dengan rangka pengangkat (hoisting frame) yang bekerja bersama-sama untuk mengangkut dan memindahkan bahan atau barang ke tempat lain.

Berdasarkan jalur yang dilaluinya, material handling dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori yaitu:

  • Peralatan jalur tetap (fixed path equipment), yaitu peralatan material handling yang bergerak di jalur tetap. Contohnya conveyor, perangkat monorail dan peralatan peluncuran.
  • Peralatan jalur variabel (variable path equipment), yaitu peralatan material handling yang bergerak tanpa batasan dalam arah geraknya. Peralatan yang termasuk dalam kategori ini adalah seperti truk, forklift, crane dan traktor.
Penanganan material juga dapat dilakukan menggunakan alat bantu. Alat bantu ini dapat digunakan bertujuan memindahkan muatan ke tujuan dalam jarak terbatas (area pabrik/industri) dan dalam rentang waktu yang sudah ditentukan.

Harapannya alat material handling dapat mengurangi keluhan dan mempermudah proses pekerjaan pada pekerja saat mengangkat barang. Semoga bermanfaat.

0 komentar

Post a comment