Apa itu Fabrikasi dan Tahapan Proses Fabrikasi

Fabrikasi merupakan suatu proses kreatifitas pembentukan bahan material logam menjadi suatu bentuk yang diinginkan sesuai dengan standar desain dan shop drawing yang telah dibuat. Biasanya fabrikasi ini identik dengan konstruksi baja yang dalam proses kerjanya mengolah baja untuk dijadikan sebuah alat produksi dan struktur konstruksi baik itu rangka bangunan gedung maupun rangka bangunan lainnya.

Lalu, bagiamana tahapan proses fabrikasi logam atau baja untuk menghasilkan produk jadi yang memiliki nilai tambah (value added)? Baca selengkapnya di bawah ini.



Apa itu Fabrikasi?



Fabrikasi adalah proses pengolahan komponen material baik berupa plat, pipa ataupun baja profil yang dirangkai dan dibentuk untuk menghasilkan nilai tambah berdasarkan item-item tertentu sampai menjadi sebuah rangkaian alat produksi atau struktur konstruksi.

Baca juga: Perbedaan Baja Ringan dan Baja Konvensional

Jenis Fabrikasi



Berdasarkan tempatnya, pekerjaan fabrikasi dibagi menjadi dua, yaitu:

1. Workshop fabrications

Workshop fabrications adalah pengerjaan fabrikasi yang dilakukan di dalam suatu bangunan atau gedung. Di dalam gedung tersebut sudah disediakan segala macam alat dan mesin-mesin untuk melakukan proses produksi dan proses fabrikasi, seperti mesin las, mesin potong plat, mesin bending, overhead crane dan lain-lain.

2. Site fabrications

Site fabrications adalah pengerjaan fabrikasi yang dilakukan di luar bangunan atau gedung workshop, lebih tepatnya dikerjakan di area lapangan terbuka. Site fabrications ini lebih banyak untuk mengerjakan fabrikasi yang menghasilkan rangkaian struktur konstruksi dimana bangunan akan didirikan.

Di situlah nantinya semua ruang lingkup proses pekerjaan fabrikasi dilakukan, dari pengiriman bahan material, memotong dan mengebor material, proses pengelasan, assembling,  finishing, proses sandblast dan painting sampai dengan proses pemasangan konstruksi baja (installation of steel construction).

Ruang Lingkup Tahapan Proses Fabrikasi



Sementara itu ruang lingkup pekerjaan fabriaski terdiri dari 9 langkah yaitu:

1. Proses penandaan (marking)

Pertama kali yang harus dilakukan setelah bahan material produksi sampai adalah proses marking, yaitu pengukuran dan pembentukan sketsa langsung pada bahan material dari semua item berdasarkan shop drawing yang telah dibuat.

2. Proses pemotongan (cutting)

Proses yang kedua yaitu proses pemotongan material yang sudah diberi tanda (marking) menggunakan cutting torch atau mesin potong. Prosesnya dapat dilakukan dengan metode seperti  penggunaan oxy flame cutting, cnc cutting dan mesin potong hidrolik.

3. Proses Pengeboran (drilling)

Proses selanjutnya yaitu drilling atau pengeboran dan pembuatan lubang baut disesuaikan dengan ukuran baut yang akan digunakan. Diameter lubang tersebut biasanya menggunakan ukuran standar yang nantinya digunakan untuk proses erection pada site.

4. Proses Penyetelan (assembling)

Tahapan yang keempat dalam fabrikasi adalah proses assembling atau penyetelan dan perakitan material menjadi bentuk jadi. Proses ini juga dikenal dengan istilah “las titik” atau “teck weld” fitter yang merupakan proses fit up sebelum material tersebut dirakit secara permanen dengan cara welding oleh seorang welder.

Pengelasan titik ini sangat penting untuk mengunci hasil dari sebuah penyetelan. Baik dalam rangka plate, profil ataupun pipa agar tidak adanya sebuah pergerakan ketika seorang welder melakukan langkah berikutnya pada proses pengelasan.

5. Proses Pengelasan (welding)

Yaitu proses menyambung dua bagian logam dengan menggunkan energi panas. Caranya welder akan mencairkan sebagian logam induk dan logam pengisi untuk kemudian akan menghasilkan sambungan yang berkelanjutan serta permanen. Kualitas mutu dari hasil pengelasan bergantung pada skill welder atau tukang las itu sendiri.

6. Proses Pemeriksaan (checking)

Proses checking adalah kegiatan pemeriksaan atau pengawasa terhadap hasil dari produk setengah jadi atau produk jadi. Checking ini biasanya dilakukan oleh seorang Quality Control (QC) yang akan melihat dan meninjau produk tersebut apakah sudah sesuai standar ataukah belum. Proses checking ini mencakup pengukuran material, bagian-baginnya, bentuk, dan ukuran disesuaikan dengan shop drawing.

7.  Proses Finishing

Yaitu yaitu proses pembersihan dan penggrindaan semua permukaan material dari bekas tagweld dan lain-lain.

Proses finishing dalam fabrikasi lakukan untuk proses pembersihan material baja dari sisa proses jasa fabrikasi, seperti : bekas pinggiran kasar dari proses cutting (pemotongan). Proses finishing biasanya dilakukan dengan menggunakan gerindra mesin, dan proses ini dilakukan sebelum proses blasting (penyemprotan) dan painting (pengecatan) dikerjakan.

8. Proses penyemprotan (blasting)

Prose blasting ini dilakukan dengan cara menyemprotkan pasir menggunakan tekanan udara ke semua bagian permukaan material fabrikasi untuk menghilangkan kotoran, krak ataupun lapisan logam tertentu yang menempel.
9. Proses pengecatan (painting)

Langkah terkahir yaitu proses pengecatan produk fabrikasi sesuai keinginan owner atau prosedur yang telah ditentukan.

Alat dan Mesin Fabrikasi



Dalam pengerjaan fabrikasi banyak dibutuhkan alat, bahan, dan mesin mesin yang berfungsi sebagai penunjang kelancaran pekerjaan fabrikasi antara lain:

  • Overhead crane
  • Material carriage
  • Instalasi pipa
  • Gas karbondioksida (CO2)
  • Acetyline
  • Air compressor
  • Water line dan instalasi listrik
  • Instalasi telepon
  • Instalasi instrument mesin-mesin
  • Instalasi jaringan network lokal
Sementara itu berikut ini mesin-mesin yang biasanya dibutuhkan saat pengerjaan fabrikasi untuk mewujudkan sebuah alat produksi atau struktur konstruksi:
  • Mesin bending
  • Mesin roll
  • Mesin sharing
  • Mesin las
  • Mesin shotblast
  • Mesin pengecatan

    Produk Fabrikasi



    Barang produksi fabrikasi yang biasa dikerjakan antara lain:

    • Ducting
    • Hopper
    • Conveyor
    • Structure
    • Dust cooller
    • Stage
    • Storage tanki dan lain sebagainya.

    Demikian penjelasan mengenai pengertian fabrikasi dan prosedur kerja dalam fabrikasi.

    0 komentar

    Post a comment