Seven Tools dalam Manajemen Mutu

Tak dapat dipungkiri kualitas produk merupakan salah satu parameter bagi perusahaan untuk memenangkan kompetisi dalam dalam persaingan usahanya. Oleh karenanya, perusahaan perlu melakukan analisis dan perbaikan untuk  menjaga agar kualitas produk sesuai dengan keinginan konsumen. 

Salah satu dari quality management tools untuk mengurangi cacat pada produk di sebuah perusahaan atau organisasi adalah penggunaan metode seven tools. 

Seven tools merupakan alat-alat yang menggambarkan proses statistik sehingga pengamat dapat mengendalikan mutu dengan menggunakan teknik statistik.

Tujuan Penggunaan Metode Seven Tools


Seven tools ini dapat digunakan sebagai alat untuk mengendalikan kualitas dari produk yang dihasilkan perusahaan. 

Adapun tujuan penggunaan metode seven tools adalah:

  • Menekan jumlah produk barang atau jasa yang cacat
  • Menjaga agar produk barang atau jasa yang diberikan sesuai dengan spesifikasi dan standar yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

Ketujuh Alat Seven Tools


Seven tools digunakan sebagai metode untuk menganalisa mengenai penyimpangan atau cacat pada sebuah produk barang atau jasa yang terjadi serta mencari penyebab dari cacat produk tersebut. Dengan seven tools diharapkan cacat produk tidak terulang kembali. 

Adapun ketujuh alat seven tools tersebut adalah sebagai berikut:


1. Lembar pemeriksaan (check sheet)


Check sheet atau lembar pemeriksaan adalah lembar pengumpulan data yang digunakan untuk memonitoring suatu kegiatan dalam periode tertentu.

Pemantauan dengan menggunakan check list ini dilakukan secara manual atau tertulis. Lembar pengamatan (check sheet) ini digunakan untuk mempermudah dan menyederhanakan dalam melakukan pencatatan data terhadap informasi yang diperlukan oleh pengamat.


 

Tujuan penggunaan check sheet ini adalah:  

  • Memudahkan para pengamat untuk mengevaluasi suatu peristiwa dalam waktu tertentu. 
  • Menjamin bahwa data dikumpulkan secara teliti dan akurat oleh pengamat atau karyawan untuk diadakan pengendalian proses dan penyelesaian masalah.
  • Mendapatkan sejumlah informasi seperti distribusi proses produksi, jumlah produk yang cacat, tempat atau lokasi bagian yang cacat, dan penyebab kecacatan.

Bentuk format dari lembar pengamatan ini adalah berupa:

  • Data yang hendak diamati
  • Tanggal dan tempat pencatatan
  • Jumlah atau frekuensi data; dan
  • Identitas pencatat data. 

Contoh bentuk format check list terhadap jenis kecacatan pada produk dengan menggunakan perhitungan lidi (garis):

 



Sebaiknya sejumlah informasi yang terdapat dalam check sheet ini diklasifikasikan secara spesifik sehingga memudahkan saat dilakukannya pengolahan data.


2. Histogram
 

Histogram adalah diagram batang yang menunjukkan tingkat variasi pengukuran data.

Histogram sebagai perangkat grafis seven tools memudahkan nilai data yang diambil pengamat dapat dibaca oleh masyarakat umum. Nilai data tersebut diubah kedalam bentuk distribusi, sebaran, dan bentuk pola data dari suatu proses.




Histogram menampilkan karakteristik data dalam bentuk kelas-kelas atau bagian. Dalam gambar di atas menunjukan bahwa nilai sumbu vertikal (x) menggambarkan lima jenis cacat produk yang terjadi.  Sedangkan untuk sumbu horizontal (y) menggambarkan jumlah masing-masing kelas atau jenis cacat yang terjadi.
 

3. Stratifikasi
 

Stratifikasi adalah tabel yang digunakan untuk mengelompokkan data berdasarkan kategori. 

Misalkan stratifikasi digunakan untuk mengklasifikasikan kecacatan suatu produk kedalam beberapa kelompok. Tabel stratifikasi ini dapat dimanfaatkan untuk mengetahui atau melihat secara lebih terperinci pengelompokan faktor-faktor yang akan mempengaruhi karakteristik mutu.

Penguraiannya misalnya dilakukan menurut :

  • Jenis kesalahan
  • Penyebab kesalahan atau kerusakan
  • Lokasi kesalahan atau kerusakan
  • Bahan (material), hari pembuatan, unit kerja, pekerja atau pembuat, penyalur, dan lain sebagainya


4. Diagram Pareto
 

Diagram pareto adalah bagan yang menampilkan dua diagram sekaligus yaitu grafik balok dan grafik garis. Diagram pareto menampilkan suatu perbandingan dari masing-masing jenis data terhadap data keseluruhan.

Dengan diagram pareto, pengamat ataupun yang berkepentingan dapat melihat masalah mana yang lebih dominan sehingga dapat mengetahui prioritas masalah yang akan diselesaikan. 


 


Grafik batang pada diagram pareto menunjukan klasifikasi dan nilai data. Sementara itu grafik garis mewakili total data kumulatif. 

Klasifikasi atau pembagian data tersebut diurutkan dari kiri ke kanan berdasarkan urutan ranking tertinggi hingga terendah. Ranking tertinggi artinya permasalahan atau cacat tersebut merupakan masalah yang paling besar yang harus segera diselesaikan. Sementara itu ranking terendah merupakan masalah yang cukup ringan dan tidak harus segera diselesaikan. 



5. Diagram Pencar atau sebar (Scatter Diagram)
 

Diagram pencar atau scatter diagram adalah diagram yang menunjukan korelasi (hubungan) dari suatu penyebab/faktor terhadap penyebab/faktor lain atau terhadap karakteristik kualitas. 

Kedua variabel dikatakan berkorelasi atau hubungan positif apabila titik-titik koordinatnya berada di sepanjang garis atau kurva. Semakin memiliki keterkaitan atau berkorelasi, semakin ketat pula titik-titik tersebut mendekati garis.


 

Contoh diagram di atas menunjukan bahwa sebaran yang terjadi memiliki korelasi/hubungan positif, dimana jumlah produksi semakin tinggi maka tingkat presentase cacat produk yang dialami juga meningkat.

Keunggulan dari seven tools ini adalah diagram ini mampu menggambarkan tingkat kemungkinan hubungan atau korelasi atara dua variabel yang berbeda. 


Cara pembuatan diagram sebar, yaitu :
 

  • Mengumpulkan data yang diinginkan dan ditabelkan.
  • Menggambar sumbu x dan y beserta skala dan keterangannya, kemudian menggambarkan titik-titik data yang sesuai dengan tabel.


6. Grafik Pengendali (Control Chart)

Grafik atau peta pengendali (control chart) adalah sebuah grafik atau peta dengan sepasang garis batas dan garis-garisnya disebut garis kendali (upper dan lower limits).

Tujuan dari grafik pengendali adalah untuk menentukan apakah hasil kerja suatu proses dapat dipertahankan pada taraf mutu yang dapat diterima. Control chart ini dapat menunjukan apakah rangakaian proses pekerjaan diperlukan perubahan proses ataukah tidak.


Adapun penggunaan control chart adalah:

  • Pemantauan dan pengawasan suatu proses.
  • Pengurangan variabilitas proses.
  • Penafsiran parameter produk atau proses.

Terdapat dua jenis control chart, yaitu :

  • Grafik pengendali sifat (atribut)
  • Grafik pengendali peubah (variabel)

Penggunaan grafik atau peta pengendali mempunyai beberapa kelebihan, yaitu:

  • Teknik yang telah terbukti dapat meningkatkan produktivitas.
  • Efektif dalam mencegah adanya kecacatan produk.
  • Mencegah penyesuaian proses yang tidak perlu.
  • Memberikan informasi diagnostik sehingga pihak yang berkepentingan dapat mengevaluasi apakah suatu proses berada dalam pengendalian kualitas secara statistik atau tidak.
  • Memberikan informasi tentang kemampuan proses karena dari data yang dikumpulkan dapat  terdeteksi kecenderungan kondisi proses yang sesungguhnya..

 

7.  Diagram tulang ikan (fishbone diagram)

 


Diagram fishbone adalah alat seven tools yang berbentuk menyerupai tulang ikan untuk digunakan sebagai alat identifikasi penyebab potensial dari suatu masalah. 

Penggambaran diagram tulang ikan ini melalui aktivitas brainstorming antar anggota atau karyawan dengan menentukan masalah sesuai dengan kategori yang berkaitan.

Kategori masalah tersebut dapat terkait dengan manusia, lingkungan, material, mesin, metode atau prosedur, kebijakan, dan sebagainya. Setiap kategori tersebut mempunyai sub-sub penyebab yang perlu diuraikan melalui aktivitas brainstorming atau diskusi.

Berikut ini contoh diagram tulang ikan:

Dari diagram fishbone di atas menunjukan bahwa produk mengalami jenis cacat bubbles dengan  penyebab utamanya adalah karena faktor manusia dan metode. Dengan sub penyebab seperti pekerja  lelah sehingga terjadi kelalaian kerja.

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu seven tools dalam manajemen mutu. Perusahaan yang menghasilkan produk barang atau jasa perlu melakukan pengendalian kualitas, salah satunya dengan metode seven tools. Metode ini berguna untuk mengetahui ketidakteraturan dalam proses produksi sehingga menyebabkan semakin besar kesalahan yang terjadi di ruang produksi.

0 komentar

Post a comment