Cara Membuat Histogram dan Keunggulannya

Dalam proses membuat data, ada beberapa jenis data yang harus diketahui secara terperinci terkait persebarannya. Jadi data tersebut tidak memiliki satu jumlah yang mutlak, namun lebih pada rentang data pada nilai tertentu. Untuk mengetahui distribusi tersebut, bisa memanfaatkan histogram.


Semua distribusi data yang tertera di dalam bagan histogram tersebut akan memberi kemudahan dalam menganalisis dan menyimpulkan data tersebut. Oleh sebab itu penggunaannya sangat beragam, bisa untuk data yang sifatnya sempit, hingga sangat luas seperti dalam dunia industri.
 


Pengertian Histogram Adalah

Histogram adalah suatu metode untuk menampilkan ringkasan data secara grafis sehingga mudah untuk dapat dianalisis terkait seberapa sering elemen yang terdapat pada proses terlihat. 

Kalau dilihat dari tampilannya, sekilas histogram mirip dengan diagram batang biasa. Perbedaannya terletak pada angka diagram tersebut yang jumlahnya bersifat kisaran. Rentang data yang terdapat pada diagram ini bisa mewakili beberapa data sekaligus, dan sifatnya bukan satuan.


Histogram biasanya digunakan untuk menghitung data yang bisa memberikan informasi lebih banyak karena distribusi nilainya memiliki cakupan yang lebih luas. 

Terdapat 2 jenis histogram yang dapat dibuat dengan menggunakan aplikasi Microsoft Excel. 


  • Histogram, yaitu bagan yang menampilkan distribusi data berdasarkan angka bin.
  • Diagram Pareto, yaitu bagan yang menampilkan distribusi data dan menampilkan garis yang merepresentasikan tingkat perubahan sebaran data antar distribusi.


 

Cara Membuat Histogram

 

Adapun langkah-langkah membuat histogram ini cukup mudah, namun tetap harus dilakukan dengan teliti untuk menghasilkan data yang akurat. Tahapan pembuatan histogram adalah :
 

1. Mengumpulkan Seluruh Data
 

Langkah pertama dalam membuat histogram adalah semua data yang ingin diinterpretasikan harus terkumpul seluruhnya dengan data yang tentunya sudah akurat dan sesuai kondisinya. Data yang terkumpul bisa ditulis biasa tanpa harus membuatkan tabel.
 

2. Mengetahui Nilai Terbesar dan Terkecil
 

Langkah selanjutnya adalah menentukan nilai terbesar dan terkecil dari data yang telah diperoleh. Kedua nilai ini berperan penting dalam membuat rentang nilai yang akan dibuat menjadi bentuk diagram batang,
 

3. Menentukan Range
 

Dari data nilai terbesar dan terkecil, barulah bisa dibuat range atau rentangnya. Rumus range sendiri adalah nilai terbesar dikurangi nilai terkecil dari data yang diperoleh. Apabila nilai terbesarnya 75 dan nilai terkecil 60, berarti rentang data atau range adalah 15.
 

4. Membuat Tabel Kelas Interval
 

Jika range sudah ditemukan, data bisa disusun dalam bentuk tabel kelas interval. Tabel terdiri dari dua kolom yang terdiri dari rentang sampel serta rentang kelas intervalnya.
 

5. Mencari Lebar Interval
 

Cara mencari lebar interval cukup mudah, yakni menggunakan rumus range dibagi kelas intervalnya. Hasilnya bisa dibulatkan.
 

6. Menentukan Batas Kelas
 

Setiap kelas interval harus diketahui batasnya untuk mempermudah proses menyusun histogram. Rumus untuk mengetahui batas kelas ini adalah nilai terendah – ½ x unit pengukuran. Semua kelas interval harus diketahui batasnya dan tidak boleh perwakilan.
 

7. Menentukan Nilai Tengah Interval
 

Nilai tengah adalah data penentu yang membantu tersusunnya data dalam bentuk histogram. Untuk mengetahuinya digunakan rumus batas atas + batas kelas di bawahnya : 2.
 

8. Membuat Tabel Frekuensi dari Kelas Interval
 

Setelah semua data yang dibutuhkan lengkap, barulah data tersebut dirangkum dalam sebuah tabel frekuensi dan kelas interval.
 

9. Membuat Garis Horizontal dan Vertikal
 

Membuat garis horizontal dan vertikal adalah langkah awal mulai menggambar histogram.  Garis horizontal berisi rentang nilai tengah masing-masing kelas. Sementara garis vertikal adalah frekuensi atau jumlahnya.
 

10 Menggambar Grafik Batang
 

Tahapan terakhir membuat histogram adalah menggambar grafiknya dalam bentuk batang. Melalui grafik ini, barulah rentang distribusi data bisa diketahui dan dibaca dengan mudah.
 

Keunggulan Histogram

Meskipun data dari histogram berisi kisaran dan persebarannya, tapi data dalam bentuk distribusi ini justru memiliki banyak keunggulan. Beberapa keunggulan histogram adalah:

1. Bisa Dipahami Secara Langsung

Tampilannya yang sederhana sangat mudah dibaca lalu diinterpretasikan sesuai kebutuhan. Ini berbeda dengan diagram atau tabel biasanya yang menggunakan persentase dan agak sulit dipahami. Informasi data yang didapat juga cukup banyak hanya dalam satu histogram sederhana.

2. Nilai Statistik dalam Kurun Waktu Tertentu Mudah Diketahui

Data yang memiliki kisaran nilai tertentu bisa mempermudah seseorang untuk mengetahui statistik dalam kurun waktu tertentu saat diperlukan. Jadi, datanya tidak hanya menentukan nilai dalam satu waktu saja, namun mewakili beberapa kurun waktu tertentu sekaligus.

3. Statistik Mudah Dibandingkan

Banyaknya data yang terwakili hanya dalam satu diagram mempermudah seseorang untuk membandingkan beberapa statistik sekaligus.

Contoh Histogram dalam Dunia Industri

Dalam dunia industri, histogram juga kerap kali digunakan sebagai media penyajian data yang mudah untuk diinterpretasikan. Salah satu contoh data histogram adalah dalam industri teh berikut ini.

Contoh dalam produksi teh, perusahaan ingin mengetahui distribusi data kisaran berat teh yang bisa ditampung dalam karung yang digunakan.

Diketahui sejumlah teh dan karung yang digunakan memiliki tabel interval sebagai berikut.

Berat Teh

Interval

< 50 kg

5-7

50-100 kg

6-10

101-150

7-12

>150

10-12


 Sampel data yang digunakan adalah 50 kg teh dengan kelas interval 7 karung dan ditulis 5-7.

  • Lebar kelas interval tersebut diketahui : 0,6 : 7 – 0,1
  • Batas bawah kelas pertamanya adalah 2,6 - ½ x 0,1 = 2,65
  • Batas bawah kelas selanjutnya 2,65 + 0,1 = 2,75
  • Nilai tengah kelas pertama 2,55 + 2,65 : 2 = 2,6

Dengan data tersebut, ditemukan kelas interval, frekuensi, beserta nilai tengahnya seperti tabel berikut.


Kelas Interval

Nilai Tengah

Frekuensi

2,55 – 2,65

2,6

1

2,65 - 2,75

2,7

1

2,75 – 2,85

2,8

6

2,85 – 2,95

2,9

14

2,95 – 3,05

3

14

3,05 – 3,15

3,1

5

3,15 – 3,25

3,2

9

Total


50

Dari tabel di atas, barulah bisa dibuat histogramnya dengan bentuk diagram batang. Pada garis vertikal, bisa ditulis frekuensinya dari terendah sampai tertinggi. Sementara garis horizontal berisi nilai tengah dari data yang sudah dihitung sebelumnya. 


Besarnya peran histogram dalam penyajian data membuatnya wajib dibuat dalam proses pemetaan data tertentu yang membutuhkan distribusi nilai. Untuk mendukung Anda yang membutuhkannya, sudah banyak software khusus yang sengaja dibuat untuk para praktisi statistik dalam memudahkan proses pembuatannya

0 komentar

Post a comment