2021-03-14

Mengenal Beta Testing Sebelum Suatu Produk Dirilis

Author -  Lubis Muzaki

Sebuah aplikasi atau perangkat lunak (software) sebelum dipasarkan akan melalui tahapan testing (pengujian) terlebih dahulu. Adapun tahapan pengujian tersebut dibagi menjadi tiga tahap, yaitu pengujian alpha, pengujian ahli dan pengujian beta.

Ketiga tahap testing tersebut masing-masing memiliki tujuan yang berbeda-beda. Secara khusus, pada artikel di bawah ini akan dijelaskan mengenai apa itu beta testing, tujuannya, dan jenis-jenisnya, di mana pengujian beta pada suatu produk akan langsung diujikan pada setiap pengguna.

Kebanyakan developer produk digital menggunakan proses yang disebut alpha dan beta testing. Sementara itu, pada tahapan kedua, yakni pengujian ahli, dilakukan oleh pengembang sendiri.


Apa itu Beta Testing?



Beta testing adalah serangkaian pengujian perangkat lunak langsung kepada responden yang dilakukan sebelum dirilis untuk masyarakat luas sehingga aplikasi tersebut sudah sesuai dengan apa yang dikehendaki user atau pengguna.

Pengujian beta (beta testing) memiliki tujuan untuk mengetahui faktor kualitas usability sebuah perangkat lunak dan untuk mengetahui bagaimana tanggapan dari pengguna (responden) terhadap sistem/aplikasi.

Beta testing dilakukan dengan melibatkan beberapa responden atau juga biasa disebut beta tester. Para responden tersebut harus menjalankan pengujian produk dalam kondisi dan juga karakteristik yang sama, mulai dari hardware sampai dengan kondisi internet yang mereka gunakan.

Pada pengujian beta ini  responden akan diberi kuesioner. Kuesioner dibuat oleh tim developer di mana digunakan sebagai instrumen untuk mengetahui bagaimana pendapat responden terhadap produk.

Dalam tahap beta testing ini, tim developer akan mampu melakukan security testing untuk mengetahui tingkat keamanan produk software/sistem dan reliability testing untuk mengetahui kemampuan produk apakah bisa berfungsi dengan baik ataukah tidak.

Tahap beta testing tidak hanya bisa dilakukan pada saat akan merilis suatu produk perangkat lunak baru, akan tetapi juga bisa dilakukan sebelum meluncurkan suatu fitur atau upgrade terbaru dari suatu produk yang sebelumnya sudah ada.

Perbedaan Alpha dan Beta Testing


Beta testing dilakukan pada satu atau lebih pengguna akhir (responden). Tidak seperti pada tahap pengujian sebelumnya, di mana dalam alpha testing pihak developerlah yang akan menguji sendiri produk tersebut. Oleh karena itu, beta testing adalah sebuah aplikasi “hidup” dari perangkat lunak yang diuji dalam sebuah lingkungan yang tidak dapat dikendalikan oleh developernya atau tanpa kontrol dari pengembang.

Dalam alpha testing, developer akan “melihat dengan kacamata” pengguna dan mencatat kesalahan-kesalahan dan bug yang menyebabkan masalah-masalah penggunaan aplikasi. Alpha testing ini dilakukan dan disetting dalam lingkungan yang dikendalikan.


Tujuan Beta Testing


Tujuan beta testing adalah sebagai berikut:

  • Untuk menemukan dan mengidentifikasi masalah atau bug yang muncul atau terjadi saat produk digunakan.
  • Untuk melakukan validasi hipotesis terkait bagaimana jalannya proses penggunaan produk.
  • Untuk menilai apakah produk perangkat lunak yang diuji mampu memenuhi persyaratan dan juga tujuan pengembangannya.



Jenis-Jenis Beta Testing


Terdapat lima jenis beta testing yang bisa dilakukan dalam menguji suatu produk perangkat lunak, yaitu:


1. Closed Beta Testing

Closed beta testing merupakan jenis beta testing yang dilakukan pada sejumlah responden yang sudah terpilih saja. Umumnya, jumlah responedn dalam tahap pengujian ini akan dibatasi sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan perusahaan.

Sebagai contoh, kamu berencana untuk merilis sebuah produk baru. Untuk itu, kamu harus menyiapkan suatu landing page yang membuat pengunjung mau meninggalkan emailnya guna mendapatkan informasi terkait produk tersebut.

Dalam hal ini, kamu bisa memilih responden dari orang yang melakukan pendaftaran diri guna mendapatkan informasi terkait produk tersebut.


2. Open Beta Testing

Berbeda dengan closed beta testing, di dalam open beta testing, responden yang ingin menguji produk perangkat lunak tidak dibatasi. Jadi, kurang lebihnya open beta testing ini dilakukan sebagai bentuk kelanjutan dari closed beta testing.

Developer menggunakan jenis pengujian ini dengan cara mengumpulkan suatu data yang sifatnya kuantitatif dengan target pengguna utama dan pola interaksi yang mereka mampu hasilkan.

Manfaat dari open beta testing ini adalah nantinya akan mampu memberikan informasi kepada tim developer terkait kemampuan sistem saat digunakan dalam skala yang besar. Dalam pengujian ini, kamu akan memerlukan waktu yang terbilang cukup lama sebelum produkmu dirilis ke publik.


3. Technical Beta Testing

Sesuai dengan namanya, technical beta testing adalah jenis beta testing yang dilakukan oleh pengguna atau responden yang sudah mahir dari segi teknis terkait dengan teknologi yang diujikan.

Tujuan dari technical beta testing ini adalah untuk menemukan masalah yang lebih kompleks dan memberikan laporannya pada tim teknisi.

Kegunaan dari technical beta testing ini adalah akan mampu menghasilkan analisis yang lebih baik dan relevan, dibandingkan dengan pengujian dengan responden orang-orang awam.

4. Focused Beta Testing

Focused beta testing adalah jenis beta testing yang dilakukan hanya untuk memperoleh feedback  atau masukan terkait fitur terbaru yang akan dirilis.

5. Marketing Beta Testing

Marketing beta testing adalah jenis beta testing yang dilakukan untuk bisa menarik perhatian publik. Jenis beta testing jenis ini tidak hanya dilakukan untuk menganalisa media marketing yang sedang digunakan, akan tetapi juga untuk lebih memahami reaksi pengguna pada produk baru yang akan dirilis. Dengan demikian, hasil pengujian ini bisa dipakai untuk menambah ataupun memperbarui fitur produk.


Itulah ulasan mengenai beta testing dan perbedaannya dengan alpha testing. Pengujian ini amat penting dilakukan sebelum produk dirilis untuk masyarakat luas. Jangan sampai, produk perangkat lunak yang sudah diluncurkan tersebut nantinya menyebabkan masyarakat beralih ke produk lain yang lebih memiliki tingkat security dan user friendly lebih bagus.

0 komentar

Post a Comment