Strategi Manajemen Stress yang Baik: Kenali Dulu Penyebabnya!

Author -  Nidaur Rahmah

Stress merupakan gangguan psikilogis yang bisa timbul dan dialami oleh semua orang. Untuk itu, sebaiknya kita mengetahui bagaimana tips atau cara manajemen stress yang baik. 

Khusus stress yang disebabkan karena pekerjaan ada caranya khusus. Di dalam lingkungan kerja, manajemen stress umumnya akan ditangani oleh pihak manajer HRD yang memiliki tugas untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.


Stress dengan Pekerjaan Kantor via elearningindustry.com


Mengenal Manajemen Stress (Coping)



Manajemen stress adalah suatu cara atau metode untuk menangani gangguan psikologis atau kekacauan mental dan emosional yang muncul.

Untuk di lingkungan kerja, stress yang dialami oleh karyawan dapat menyebaakan performa karyawan menjadi menurun dan pekerjaan tidak bisa diselesaikan dengan baik.

Beberapa tanda seseorang karyawan yang sedang mengalami stress adalah sulit berkonsentrasi, takut atau cemas terus-menerus, suasana hati yang berubah drastis, adanya penurunan produktivitas kinerja, jika sampai parah bisa ketergantungan pada obat agar bisa tidur, dan lain sebagainya.

Tujuan manajemen stress adalah untuk memperbaiki kualitas hidup individu menjadi yang lebih baik sehingga berdampak positif pada diri dan lingkungannya. Sementara itu tujuan dilakukannya manajemen stress di sebuah lingkungan kerja adalah sebagai berikut:

  • Mengantisipasi adanya kemungkinan timbul penyebab stress;
  • Mencegah terjadinya stress pada karyawan dan lingkungan kerja secara lebih luas;
  • Mencegah terjadinya kondisi atau efek yang lebih buruk; dan
  • Memulihkan karyawan dan/atau organisasi dari stress.

 

Fungsi Manajemen Stress


Proses coping terhadap stress memiliki dua fungsi utama yang terlihat dari bagaimana memanajemen stress, yaitu:

1. Emotional-Focused Coping

Fungsi manajemen stress ini adalah untuk melakukan kontrol terhadap respon emosional terhadap situasi penyebab stress, baik dalam pendekatan secara behavioral maupun kognitif.

2. Problem-Focused Coping

Fungsi manajemen stress ini adalah untuk mengurangi dampak atau efek yang ditimbulkan dari situasi stress sehingga yang diperlukan bagaimana cara memperbesar sumber daya dan usaha untuk mengatasi permasalahan penyebab stress (problem solving).

Faktor Penyebab Timbulnya Stress



Sebelum tahu cara memanajemen stress sebaiknya ketahui dulu faktor penyebab stress. Berikut ini penyebab-penyebab timbulnya stress:


1. Faktor Internal

Sebagai manusia stress juga bisa terjadi karena adanya pengaruh dari dalam diri seseorang itu sendiri, seperti:

  • Workaholic, yaitu seorang pekerja yang menjalankan tugasnya secara kompulsif atau berlebihan sampai-sampai mengorbankan waktu istirahanya dan family-time.
  • Mudah bepikiran Negatif, yaitu cara berpikir yang pesimistis, berlebihan mengkritik diri sendiri dan menganalisis sesuatu secara berlebihan.
  • Gaya hidup dan juga kebiasaan buruk, yaitu tingkah laku atau pola dalam menjalani kehidupan sehari-hari yang tidak baik seperti suka begadang, minum alkohol, perokok berat, boros, dan lain sebagainya.

 

2. Faktor Eksternal

Stress yang timbul bisa disebabkan karena adanya pengaruh dari lingkungan. Seperti lingkungan yang kotor, suara yang bising, suhu panas, dan lain sebagainya. Faktor eskternal penyebab timbulnya stress yang lainnya yang seharusnya cepat dilakukan penanganan adalah sebagai berikut:

  • Rasa kehilangan, seperti meninggalnya orang yang dikasihi, menjadi korban PHK, perceraian, putus cinta, rumah terbakar, pencurian, dan lain sebagainya.
  • Karena adanya interaksi sosial, seperti mendapatkan tindakan KDRT, trauma atas perlakuan orang lain, dan lain sebagainya.
  • Tekanan dari perusahaan, seperti tugas yang menumpuk, deadline pekerjaan yang ketat, merasa dikucilkan oleh lingkungan kerja, adanya tekanan dari pihak atasan, peraturan di lingkungan kerja yang terlalu straight, dan lain sebagainya.
  • Akibat kecerobohan sendiri, seperti lupa menyimpan kunci, lupa mematikan kipas angin, lupa mematikan pompa air sehingga air meluber kemana-mana, dan lain sebagainya.



Strategi Cara Manajemen Stress yang Baik



Dampak stress umumnya tidak hanya berdampak pada si penderitanya saja, namun juga berefek pada lingkungan orang tersebut, termasuk di dalam lingkungan kerja. Seperti terganggunya komunikasi antar pekerja. Oleh karenanya, setiap perusahaan harus memiliki cara manajemen stress yang baik sehingga tercipta lingkungan perusahaan yang bagus.

Ada dua strategi yang bisa ditempuh oleh pihak manajemen perusahaan dalam menangani stress karyawannya, yaitu:

1. Pendekatan Individual

Pendekatan individual adalah perlakuan secara manusiawi terhadap para pekerjanya.

Beberapa pendekatan individual yang bisa diterapkan oleh perusahaan dalam mempekerjakan pegawainya adalah menerapkan manajemen waktu kerja secara baik, memberikan gaji atau rewards yang sesuai, memberikan fasilitas olahraga, dan lain sebagainya.

2. Pendekatan Organisasional

Pendekatan organisasional adalah peran yang ada di dalam struktur organisasi dijalankan sesuai dengan tugasnya masing-masing. Pendekatan ini secara umum dilakukan dengan beberapa metode, yaitu:

  • Membuat kondisi perusahaan yang lebih mendukung;
  • Melakukan seleksi secara ketat terhadap personil baru; 
  • Menenmpatkan karyawan sesuai dengan kualifikasi dan skillnya;
  • Meminimalisir adanya kemungkinan konflik dan mengatasinya;
  • Menetapkan tujuan secara lebih realistis;
  • Membuat bimbingan konseling pada setiap karyawan;
  • Meredesain pekerjaan para karyawan sehingga tidak membosankan; dan
  • Melakukan perbaikan secara terus menerus (kaizen) dalam hal cara berkomunikasi perusahaan.


Tips Manajemen Stress dalam Perusahaan



Adapun tips untuk bisa menerapkan manajemen stress di dalam perusahaan adalah sebagai berikut:


1. Melakukan Pendekatan Emosional dan Situasional

Stress yang terjadi di perusahaan tidak hanya terjadi karena adanya pekerjaan yang menumpuk, akan tetapi juga bisa disebabkan karena permasalahan rumah tangga, adanya konflik dengan teman, hutang yang menumpuk, dan permasalahan lainnya.

Manajer HRD mungkin memang tidak bisa ikut campur dalam permasalahan kehidupan pribadi karyawannya, namun yang perlu dilakukannya adalah melakukan pendekatan. Pendekatan secara psikologis ini nantinya akan memberikan dampak positif yang besar untuk membantu mengurangi beban pribadi seorang karyawan.

2. Menyediakan Fasilitas Olahraga di Lingkungan Kantor

Terkadang capek bekerja disebabkan karena karyawan kurang berolahraga dalam kesehariannya. Padatnya waktu bekerja membuat karyawan tidak bisa menyisakan waktunya untuk berolahraga.

Oleh karenanya, perusahaan dapat menyediakan fasilitas olahraga berupa alat-alat fitnes. Apalagi, olahraga diklaim mampu meningkatkan konsentrasi seseorang.

3. Menjalani Gaya Hidup Sehat

Untuk mendukung gaya hidup sehat perusahaan bisa menyediakan fasilitas makanan dan minuman. Dengan memberikan makanan dan minuman yang baik dan sehat, maka tingkat konsentrasi dan fokus mereka akan meningkat.

Adapun saran lain untuk menjalani gaya hidup sehat di kantor adalah dengan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu dan menggunakan smartphone secukupnya. 

Ketika hal-hal tersebut di atas dijalankan, kemungkinan besar performa karyawan akan meningkat.


4. Menerapkan 4A (avoid, alter, accept and adapt)

Cara mengimplementasikan 4A adalah Anda harus mempunyai kontrol terhadap diri Anda sendiri sehingga stress bisa ditangani, yaitu seperti berikut:

  • Hindari orang-orang yang mengganggu dan tidak mendukung dalam hidupnya.
  • Katakan "tidak." Kebanyakan orang memiliki banyak tanggung jawab dan waktu luang yang sangat sedikit, oleh karenanya kamu tidak harus bilang "yes" ketika dimintai tolong oleh rekan kerja atau orang lain.
  • Mampu memprioritaskan daftar tugas.
  • Mengubah respon penyebab stress.
  • Beradaptasi dengan pekerjaan yang menyebabkan stress; dan
  • Menerima berbagai hal yang tidak bisa diubah.


6. Menyediakan Waktu Istirahat

Waktu istirahat sangat penting untuk perkembangan kesehatan mental seorang pekerja. Para pekerja bisa lebih rileks untuk mengurangi rasa stress akibat pekerjaannya. Setiap pekerja pasti mempunyai hobi tertentu, dengan menjalankan kegiatan tersebut di waktu senggang, maka pikiran dan tubuh akan lebih rileks dan stresspu akan teralih.

0 komentar

Post a Comment