Kamus Shipping Indonesia
Panduan istilah shipping, freight, pelabuhan, kepabeanan, dan logistik yang sering digunakan dalam proses ekspor-impor di Indonesia.
✓ Istilah A–Z
✓ Praktis untuk ekspor-impor
✓ Bisa dicari cepat
Menampilkan semua istilah dalam kamus.
A
Accessorial Charges — Biaya tambahan di luar jasa angkut inti (mis. waktu tunggu, bunker, storage).
Anti-Dumping Duty — Bea masuk tambahan atas barang impor yang dijual di bawah nilai wajar.
B
Bea Cukai — Otoritas kepabeanan Indonesia yang mengawasi keluar/masuknya barang, pemungutan bea & pajak, serta penegakan LARTAS.
Bill of Lading (B/L) — Dokumen angkutan laut: bukti penerimaan barang, kontrak pengangkutan, sekaligus title of goods.
Blind Shipment — Pengiriman di mana salah satu pihak tidak mengetahui identitas pihak lain.
Bonded Warehouse (Gudang Berikat) — Gudang di bawah pengawasan bea cukai untuk menimbun barang impor sebelum bea/pajak dibayar.
Break Bulk — Muatan non-kontainer (alat berat, proyek, dll) yang dimuat/diturunkan satuan.
Bunker Adjustment Factor (BAF) — Komponen biaya laut yang menyesuaikan fluktuasi harga bahan bakar.
Behandle — Istilah lokal untuk pemeriksaan fisik barang oleh Bea Cukai (umumnya jalur merah).
BC 1.1 — Dokumen manifest umum untuk sarana pengangkut (kedatangan/keberangkatan) di Indonesia.
C
Cartage — Perpindahan barang jarak pendek (dalam kota) dari/ke gudang.
Cash On Delivery (COD) — Pembayaran saat barang diserahkan.
Container Freight Station (CFS) — Fasilitas untuk stuffing/stripping LCL.
Container Yard (CY) — Area penumpukan kontainer di terminal.
Cost, Insurance and Freight (CIF) — Penjual menanggung biaya, asuransi, dan ongkos angkut sampai pelabuhan tujuan (Incoterms).
C&F (Cost and Freight) — Skema Incoterms di mana penjual menanggung biaya barang dan pengiriman laut, sementara asuransi menjadi tanggung jawab pembeli.
Certificate of Origin (COO) — Sertifikat asal barang yang membuktikan negara asal produk untuk keperluan preferensi tarif dan kepabeanan.
Commercial Invoice — Dokumen nilai transaksi yang memuat harga per item dan total nilai barang; menjadi dasar perhitungan bea masuk dan pajak impor.
Consignee — Pihak penerima barang di negara tujuan; umumnya importir atau pembeli.
Cubic Feet (CF) / Cubic Meter (CBM) — Satuan volume untuk perhitungan freight.
Customs Clearance — Proses kepabeanan untuk melepaskan barang impor/ekspor (di Indonesia via CEISA/INSW).
D
Delivery Order (DO) — Otorisasi dari pelayaran untuk pengeluaran kontainer/barang dari pelabuhan (sering DO Online).
Demurrage (DEM) — Denda penggunaan kontainer di terminal melebihi masa free time.
Detention — Denda keterlambatan pengembalian kontainer ke depo setelah keluar pelabuhan.
Destination Delivery Charge (DDC) — Biaya penanganan di pelabuhan tujuan.
Documentation Fee (DOC) — Biaya pembuatan/administrasi dokumen pengapalan.
Drawback — Pengembalian bea masuk atas bahan baku impor yang diekspor kembali sebagai produk jadi.
Drayage — Perpindahan kontainer jarak pendek (mis. dari CY ke gudang).
DEPO — Lokasi penumpukan dan pengelolaan kontainer kosong milik pelayaran atau operator depo.
Descriptions of Goods — Uraian barang yang wajib konsisten antara B/L, AWB, Packing List, dan dokumen kepabeanan.
Dry Container — Kontainer standar tertutup untuk muatan umum non-berbahaya dan tidak memerlukan pengaturan suhu.
E
ETA (Estimated Time of Arrival) — Perkiraan waktu kedatangan kapal atau pesawat di pelabuhan atau bandara tujuan.
EIR (Equipment Interchange Receipt) — Bukti serah-terima kontainer antara truk–terminal/depo.
EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut) — Jasa pengurusan pengiriman via laut (trucking, dokumen, koordinasi pelabuhan).
Emergency Bunker Surcharge (EBS) — Surcharge darurat terkait kenaikan biaya bunker.
Equipment Position Surcharge (EPS) — Surcharge untuk reposisi/ketidakseimbangan kontainer.
ETD (Estimated Time of Departure) — Perkiraan waktu keberangkatan kapal atau pesawat dari pelabuhan muat.
F
FCL (Full Container Load) — Sewa kontainer eksklusif untuk satu shipper (tidak selalu penuh fisik).
FEU (Forty-foot Equivalent Unit) — Satuan kapasitas setara 1 kontainer 40 kaki.
FMC (Federal Maritime Commission) — Regulator maritim AS; relevan untuk rute ke/ dari AS.
FOB (Free On Board) — Pembagian risiko/biaya menurut Incoterms (barang diserahkan di atas kapal pelabuhan muat).
Free Time — Masa bebas penumpukan/pemakaian kontainer dari pelayaran/terminal.
FTL (Full Truckload) — Satu truk/trailer dikhususkan untuk satu pelanggan.
FTZ (Free Trade Zone) — Area bebas yang menunda pungutan bea masuk sampai barang masuk peredaran lokal.
Fuel Adjustment Factor (FAF) — Penyesuaian biaya karena harga BBM.
Feeder Vessel — Kapal pengumpan berukuran kecil yang mengangkut kontainer dari pelabuhan asal ke pelabuhan transit.
Flat Rack Container — Kontainer tanpa dinding samping untuk muatan lebar atau berat berlebih.
Freight Prepaid — Skema pembayaran freight yang dibayar di pelabuhan muat oleh pengirim.
Freight Collect — Skema pembayaran freight yang dibayar di pelabuhan bongkar oleh penerima barang.
G
General Order (GO) — Status barang impor yang belum memenuhi dokumen/clearance.
General Rate Increase (GRI) — Kenaikan berkala tarif carrier yang diaplikasikan ke freight rate.
Gross Weight (GW) — Berat total barang termasuk kemasan dan pallet.
H
HAZMAT — Hazardous Materials; barang berbahaya yang wajib dideklarasikan & ditangani khusus.
High Cube (HC) — Kontainer lebih tinggi (±9’6”).
HS Code — Kode harmonisasi komoditas untuk penetapan bea masuk, LARTAS, dan statistik.
I
Incoterms — Aturan ICC yang membagi tanggung jawab & biaya antara penjual–pembeli.
INSW (Indonesia National Single Window) — Portal layanan kepabeanan, perizinan, karantina lintas instansi.
Intermodal — Pengiriman yang memakai ≥2 moda transportasi di satu rantai.
J
Jalur Hijau / Jalur Merah — Penetapan jalur pemeriksaan kepabeanan; hijau = pemeriksaan dokumen, merah = pemeriksaan fisik (behandle).
K
Karantina — Pemeriksaan otoritas karantina (pertanian/ikan/hewan) untuk komoditas tertentu (LARTAS).
KITE — Fasilitas Kemudahan Impor Tujuan Ekspor (penangguhan/pembebasan bea).
L
Landed Cost — Total biaya barang sampai tujuan, termasuk freight, bea, pajak, dll.
LCL (Less than Container Load) — Konsolidasi muatan jika volume tidak cukup untuk FCL.
Letter of Credit (L/C) — Instruksi bank importir untuk membayar eksportir sesuai syarat.
Lashing — Proses pengikatan dan pengamanan muatan di dalam kontainer atau di atas kapal.
LO/LO (Lift On/Lift Off) — Kapal muat-bongkarnya menggunakan crane (kontras dengan RO/RO).
Loading / Stuffing — Proses pemuatan barang ekspor ke dalam kontainer atau truk.
M
Manifest — Daftar muatan lengkap sarana pengangkut untuk keperluan kepabeanan.
Measurement / Cubication — Perhitungan volume barang (CBM) sebagai dasar penentuan jenis kontainer atau tarif freight.
Multimodal — Sinonim intermodal; satu kontrak, beberapa moda.
Mother Vessel — Kapal induk berkapasitas besar yang mengangkut muatan dari pelabuhan transit ke pelabuhan tujuan akhir.
N
NIK (Nomor Induk Kepabeanan) — Nomor identitas pelaku usaha di sistem kepabeanan.
Net Weight (NW) — Berat bersih barang tanpa kemasan.
Notify Party — Pihak yang diberi notifikasi terkait pengiriman barang selain consignee.
NPE (Nota Pelayanan Ekspor) — Bukti persetujuan ekspor (terminologi historis; kini terintegrasi OSS/INSW).
NVOCC — Forwarder yang bertindak sebagai carrier (menerbitkan B/L) meski tidak memiliki kapal.
O
O/F (Ocean Freight) — Pengiriman via laut.
Ocean Freight Forwarder — Pihak yang mengatur pengapalan atas nama shipper (booking space, dokumen, dll.).
Open Top Container — Kontainer dengan atap terbuka untuk muatan tinggi yang melebihi standar kontainer dry.
Open Stack (O/S) — Waktu mulai diperbolehkannya penumpukan kontainer atau barang di UTPK atau gudang.
P
Packing List — Daftar isi kiriman untuk penanganan & pemeriksaan.
Part of Shipment — Satu kontainer berisi muatan dari beberapa shipper dengan satu consignee.
Pajak Impor (PPN, PPh 22) — Pajak yang dipungut saat impor sesuai ketentuan perpajakan RI.
PCC (Panama Canal Charge) — Biaya kanal Panama (per TEU).
Place of Receipt — Lokasi awal penerimaan barang oleh carrier sebelum diangkut.
Place of Delivery — Lokasi akhir penyerahan barang kepada penerima.
POL (Port of Loading) — Pelabuhan tempat barang dimuat ke kapal.
POD (Port of Discharge) — Pelabuhan tempat barang dibongkar dari kapal.
PSS (Peak Season Surcharge) — Surcharge di musim ramai pengapalan.
Piracy Risk Surcharge (PRS) — Surcharge risiko pembajakan pada rute tertentu.
Port Congestion Surcharge (PCS) — Surcharge karena kemacetan pelabuhan.
Port Security Fee (PSF) — Biaya keamanan pelabuhan.
PPJK — Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (perantara resmi untuk urus PIB/PEB).
PIB / PEB — Pemberitahuan Impor/Ekspor Barang yang diajukan ke sistem Bea Cukai.
Q
Quay — Dermaga/bibir pelabuhan untuk tambat & bongkar muat.
R
RO/RO (Roll On/Roll Off) — Kapal di mana kendaraan/muatan beroda naik & turun dengan berjalan.
Reefer — Kontainer berpendingin; membutuhkan layanan plugging saat di CY.
S
Said to Contain (STC) — Pernyataan isi petikemas menurut shipper; carrier tidak memverifikasi.
SED (Shipper’s Export Declaration) — Dokumen sensus & regulasi ekspor AS (ambang nilai tertentu).
Shipping Instruction (SI) — Dokumen instruksi pengapalan yang diajukan shipper kepada carrier atau forwarder.
Shipping Marks & Numbers — Tanda atau kode identifikasi pada kemasan barang.
Shipping Schedule — Jadwal keberangkatan dan kedatangan kapal atau pesawat.
Space — Kapasitas atau slot muatan yang tersedia di kapal.
SP2 (Surat Perintah Pengeluaran Barang) — Otorisasi terminal untuk mengeluarkan kontainer dari pelabuhan.
SPPB (Surat Persetujuan Pengeluaran Barang) — Persetujuan Bea Cukai untuk mengeluarkan barang impor setelah kewajiban dipenuhi.
Stuffing / Stripping — Memasukkan / mengeluarkan barang ke/dari kontainer (umum di CFS/CY).
Surat Jalan — Dokumen pengantaran dari pengirim ke penerima sebagai bukti serah-terima.
T
THC (Terminal Handling Charge) — Biaya penanganan peralatan/operasional terminal.
Transshipment — Pemindahan dari satu kapal ke kapal lain di pelabuhan transit.
TEU (Twenty-foot Equivalent Unit) — Satuan kapasitas berdasar kontainer 20 kaki.
TPS (Tempat Penimbunan Sementara) — Fasilitas penumpukan sementara di lingkungan pelabuhan.
Trucking Lokal — Jasa angkut darat kontainer/barang dari/ke pelabuhan.
U
UN Number — Kode 4 digit untuk klasifikasi HAZMAT internasional.
Unstuffing / Unloading — Proses pembongkaran barang impor dari dalam kontainer atau truk.
UTPK (Unit Tempat Penumpukan Peti Kemas) — Fasilitas resmi penumpukan kontainer di area pelabuhan.
V
Value Added Tax (VAT) — Pajak pertambahan nilai; di Indonesia dikenal sebagai PPN.
VACIS — Pemeriksaan x-ray kargo (umumnya di pelabuhan AS).
VOCC — Carrier yang memiliki kapal (kebalikan NVOCC).
VGM (Verified Gross Mass) — Bobot kotor terverifikasi kontainer sesuai aturan SOLAS.
W
W/M (Weight or Measure) — Dasar penentuan freight menurut berat atau volume mana yang lebih tinggi.
Warehouse — Gudang penumpukan barang non-kontainer sebelum atau sesudah pengiriman.
X
X-Rate — Istilah informal untuk kurs konversi pada perhitungan freight/pajak.
Y
Yard — Area operasional terminal/pelabuhan untuk penumpukan & pergerakan kontainer.
Z
Zone — Penetapan area di terminal atau FTZ untuk keperluan operasional & kepabeanan.
Tidak ada istilah yang sesuai dengan pencarian Anda.
Butuh Tools Logistik Lainnya?
Gunakan kalkulator CBM, Incoterms, dan tools freight lainnya untuk membantu perencanaan pengiriman barang.
Lihat Freight Tools →