Mengenal QRIS, Manfaatnya dalam Sistem Pembayaran, dan Pihak yang Terlibat

Author -  Nidaur Rahmah

Saat ini, semua pihak yang memanfaatkan sistem pembayaran menggunakan QR Code harus mendaftar dengan dan beroperasi di bawah pengawasan dari Bank Indonesia. Sadar akan pembayaran QR Code yang semakin banyak penggunanya, Bank Indonesia telah mengeluarkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang mengatur standar pembayaran QR Code antara semua layanan penyedia sehingga dapat dipastikan keamanannnya.

Lalu, apa sebenarnya QRIS ini? Apa saja manfaatnya? Dan siapa aja pihak yang terlibat di dalam QRIS? Baca uraiannya di bawah ini.


 

Apa itu QRIS?



QRIS (cara bacanya: kris) adalah singkatan dari Quick Response Code Indonesian Standard. Sesuai dengan namanya, QRIS adalah Standarisasi QR Code Pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk memfasilitasi transaksi pembayaran di seluruh Indonesia.

QR Code adalah kode dua dimensi yang disediakan oleh Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) kepada pedagang (merchant) dan konsumen untuk melakukan transaksi pembayaran nirsentuh melalui pemindaian. 

Tampilan QR Code berbentuk kode dua dimensi yang terdiri atas penanda tiga pola persegi pada sudut kiri bawah, sudut kira atas, dan sudut kanan atas, memiliki modul hitam berupa persegi titik atau piksel, dan memiliki kemampuan menyimpan data alfanumerik, karakater, dan simbol. 

QR Code ini tersedia di dalam aplikasi seperti Telkomsel LinkAja, Gopay, ShopeePay, OVO, Dana, LinkAja, Dompetku, dan lain-lain yang otomatis saldo akan terpotong saat konsumen melakukan aktifitas pembayaran.

Untuk itu, setiap penyedia PJSP yang menggunakan QR Code, baik itu pihak lokal ataupun asing, harus mempunyai izin dari Bank Indonesia dan menggunakan QR Code yang berlogo QRIS.

Pengguna dapat melakukan transaksi pembayaran dengan QRIS melalui sumber dana yang berasal dari kartu debit, kartu kredit, dan/atau uang elektronik yang menggunakan media penyimpanan server based.


Manfaat dan Kegunaan QRIS

QRIS adalah inovasi dalam dunia keuangan  yang mampu memberikan manfaat baik bagi pebisnis atau merchant, dan juga untuk konsumen yang melakukan transaksi dengan menggunakan QRIS.


Manfaat QRIS Untuk Merchant

1. Transaksi Lebih Mudah

Pihak merchant atau pedagang cukup menggunakan satu QR Code saja sehingga membuat kegiatan transaksi pembayaran lebih mudah dan cepat.

2. Meningkatkan jumlah produk yang terjual

Setiap pelanggan dapat memilih metode pembayaran digital dari e-wallet nya masing-masing tanpa harus khawatir akan ketersediaan QR Code. Dengan demikian, dapat menjangkau seluruh konsumen, tidak hanya yang suka bertransaksi dengan uang tunai, akan tetapi juga mereka yang suka menggunakan transaksi pembayaran secara digital.

3. Lebih Aman

Pembayaran dengan QR Code yang sudah terstandarisasi QRIS dapat mencegah terjadinya penipuan dengan menggunakan uang palsu karena pembayaran dilakukan secara non tunai.

4. Mempermudah untuk Registrasi menjadi Merchant

Kamu tidak harus melakukan pendaftaran satu per satu pada lembaga perbankan ataupun jasa layanan dompet digital (e-wallet) yang berbeda-beda. Kamu hanya perlu mendaftar pada QRIS, dan nantinya toko atau bisnismu bisa menerima pembayaran dari mana saja dengan mudah.

5. Pengelolaan Keuangan Jauh Lebih Mudah

Seluruh histori transaksi di tokomu akan lebih mudah dipantau secara real time sehingga manajemen keuangan bisnismu lebih rapi.


Manfaat QRIS Untuk konsumen


1. Alternatif Pembayaran Beragam

QRIS akan memberikan manfaat bagi konsumen, yaitu seluruh instrumen atau aplikasi pembayaran apapun yang dimilikinya akan bisa digunakan untuk melakukan transaksi.

2. Transaksi Mudah dan Cepat

QRIS merupakan salah satu metode pembayaran cashless yang tentunya lebih cepat daripada pembayaran dengan menggunakan uang tunai. Kamu cukup menggunakan aplikasi smartphone dan tidak perlu lagi menunggu pihak kasir memberikan kembalian atau masalah lainnya. Selain itu, pembayaran dengan QRIS lewat smartphone pun menjadi lebih higienis.


Pihak-Pihak yang Terkait Dalam Transaksi Elektronik



Dalam proses transaksi yang menggunakan QRIS, terdapat beberapa pihak yang terlibat. Adapun pihak-pihak yang terlibat dalam QRIS adalah:

1. Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)

Yaitu bank atau lembaga selain bank yang menyelenggarakan dan menyediakan layanan jasa sistem pembayaran.

2. Lembaga Switching

Yaitu lembaga yang menyelenggarakan switching atau penghubung penerusan data transaksi pembayaran melalui jaringan yang menggunakan alat pembayaran dengan menggunakan kartu, uang elektronik, dan/atau transfer dana, dalam Gerbang Pembayaran Nasional (GPN).

3. Merchant Agregator

Yaitu pihak yang menjalin kerja sama dengan PJSP yang melakukan akuisisi pedagang (merchant) dan meneruskan dana hasil Transaksi QRIS kepada pedagang (merchant).

4. Pengelola National Merchant Repository (NMR)

Yaitu sistem yang memiliki kemampuan menatausahakan data pedagang (merchant). Fungsi ini dijalankan oleh Bank Indonesia. Jika diperlukan, Bank Indonesia dapat menunjuk pihak lain untuk melakukan sebagian atau seluruh tugas pengelolaan NMR.

5. Penerbit

Yaitu pihak yang menerbitkan uang elektronik.

6. Acquirer

Yaitu pihak yang mengatur mengenai alat pembayaran.

7. Pedagang (Merchant) QRIS

Yaitu Penyedia barang dan/atau jasa yang tercatat dalam National Merchant Repository (NMR) untuk menerima Transaksi QRIS.

8. Pengguna QRIS

Yaitu pihak yang melakukan pembayaran dalam Transaksi QRIS.


Itulah ulasan mengenai QRIS. Dengan adanya QRIS ini mampu menciptakan sistem pembayaran yang fleksibel, aman, cepat dan mudah, serta meningkatkan kepraktisan karena dapat menerima pembayaran dari berbagai macam sumber dana atau instrumen pembayaran yang berbeda dengan hanya memerlukan 1 (satu) QR Code pembayaran dengan standar QRIS.

0 komentar

Post a Comment