Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga (Disertai Form Excel)

Tak jarang kita menjumpai beberapa keluarga yang mengalami permasalahan dalam manajemen keuangan. Perencanaan keuangan rumah tangga bukanlah hal yang baru dalam manajemen keuangan, Namun jika dibandingkan dengan manajemen keuangan perusahaan, masyarakat lebih familiar dengan manajemen keuangan terhadap keuangan perusahaan. Padahal dua-duanya merupakan hal yang penting agar kondisi keuangan sehat.

Lalu, bagaimana sih sebenarnya mengatur keuangan rumah tangga? Dalam merencanakan keuangan rumah tangga atau keluarga perlu menerapkan ilmu akuntansi. Kamu bisa menggunakan aplikasi yang sangat familiar untuk mengatur keuangan keluarga, salah satunya adalah Ms. Excel. 

Form kuangan rumah tangga dalam aplikasi exel tersebut akan dapat membantu dan mempermudah sebuah keluarga untuk mengatur dan merencanakan keuangan keluarga kedepan agar lebih terarah dan dapat mengurangi kesalahan-kesalahan dalam pengeluaran dan mengurangi pemborosan yang tentunya dapat merugikan keuangan rumah tangga.

Berikut ini kami berikan tips cara mengelola keuangan rumah tangga dan juga sekaligus form excelnya.


Pos-Pos Anggaran Keuangan Keluarga


Sebelum mengetahui strategi mengelola keuangan rumah tangga dan format excelnya, sebaiknya kamu harus mengerti dahulu apa saja pos-pos pengeluaran keluarga itu.

Setiap kebutuhan rumah tangga dalam satu bulan perlu dianggarkan pada pos-pos pengeluaran tertentu  sesuai dengan yang sudah dianggarkan. Nanti anak kami berikan form excelnya. Maka, sebelum memisahkan anggaran tersebut, kamu terlebih dahulu harus mengetahui pos-pos pengeluaran wajib dalam keuangan keluarga, yaitu

1. Pos Pengeluaran Rutin

Pos pengeluaran rutin merupakan pos untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti kebutuhan sembako, sayuran dan buah-buahan, biaya listrik dan air, biaya komunikasi (pulsa telepon dan internet), pembayaran BPJS Kesehatan, ongkos transportasi, biaya laundry, biaya pendidikan anak, dan uang jajan anak. Alokasi pengeluaran rutin ini termasuk yang paling tinggi dan tidak dapat dihilangkan, namun sangat mungkin untuk bisa dikurangi. Alokasi untuk pos pengeluaran rutin bulanan ini adalah sekitar 40%.

2. Pos Kewajiban Finansial (Cicilan)

Pos kewajiban finansial seperti cicilan untuk pembayaran rumah, cicilan kendaraan, dan cicilan lainnya. Pos ini harus menjadi prioritas setelah untuk tabungan dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pastikan total pengeluaran dari pos ini kurang dari 25%, karena jika melebihi akan mengganggu arus kas rumah tangga.

3. Pos Gaya Hidup

Cermat mengelola keuangan bukan berarti tidak boleh menggunakan uang untuk memenuhi leisure time. Kamu bisa menggunakan dana ini untuk jalan-jalan bersama keluarga, nonton bioskop, dan makan-makanan favorit. 

Pos untuk memenuhi gaya hidup ini disarankan kurang dari 5% dari pendapatan yang diterima setiap bulannya. Apabila kamu membutuhkan anggaran yang lebih besar dalam pos ini, misalnya untuk pembelian barang bermerek maka dapat mengurangi penggunaan pos gaya hidup selama beberapa bulan ke depan. Hal ini bertujuan agar pos-pos pengeluaran lainnya tidak terganggu dan menyebabkan harus berhutang.

4. Pos Investasi

Pos ini sangat penting karena adanya inflasi tiap tahunnya. Kamu perlu menginvestasikan pendapatanmu berupa dalam bentuk deposito, logam mulia, reksadana, obligasi, sukuk, dan lain sebagainya. Bicarakan dengan pasanganmu untuk mempertimbangkan investasi mana yang kamu pilih. Alokasi untuk pos ini adalah 15%.

5. Pos Dana Darurat

Biaya darurat sangatlah penting, guna untuk mengantisipasi adanya kejadian yang tidak diinginkan seperti saat terkena musibah bencana, kehilangan pekerjaan (PHK), usaha bangkrut, dan lain sebagainya. Sisihkan 10% dari pendapatan setiap bulannya untuk alokasi dana darurat ini.

6. Pos Sosial

Pos ini sering dilupakan dan tidak diperhatikan, padahal pos ini sebagai bentuk rasa syukur masih mendapatkan rezeki dari Tuhan yang Maha Esa dan haruslah berbagi dengan sesamanya. Yang termasuk dalam pos ini adalah uang santunan bagi yang membutuhkan seperti sedekah atau zakat, kado untuk kerabat atau teman yang baru melahirkan, dan lain sebagainya. Alokasikan untuk pos sosial ini sebesar 5%.


Selain memperhatikan pengeluaran setiap bulannya, kamu juga perlu memperhatikan pengeluaran yang hanya dilakukan setahun sekali, seperti pembayaran PBB, STNK, dan pengeluaran hari raya juga harus diperhatikan. Sebaiknya gunakan penghasilan yang diterima secara tahunan (misalnya bonus dan THR) untuk memenuhi kebutuhan tahunan tersebut agar pengeluaran bulanan tidak terganggu.


Strategi Cara Mengelola Keuangan Rumah Tangga


Dalam setiap rumah tangga, tentu memiliki kebutuhan yang berbeda-beda sesuai dengan jumlah anggota keluarga dan juga tingkat mobilitas serta tingkat pendidikan yang ada di keluarga tersebut.

Dalam mengelola keuangan keluarga tentu memerlukan strategi agar semua kebutuhan masing-masing anggota keluarga dapat terpenuhi dengan baik. Berikut ini adalah strategi dalam mengelola keuangan keluarga:


  1. Pahami portofolio keuangan keluarga. Setiap pasangan rumah tangga harus mengetahui isi tabungan dan pos-pos pengeluaran seperti jumlah tagihan, biaya jaminan kesehatan, dan lainnya.
  2. Susun rencana keuangan dengan realistis. Apabila sebuah keluarga tidak dapat mengendalikan pengelolaan keuangannya secara realistis dan juga terencana maka keluarga tersebut dapat dikatakan sebagai keluarga yang ekonominya belum dewasa. Pada saat awal pendapatan diterima, sebaiknya langsung dilakukan pengelolaan keuangan yang baik dan benar. Jangan lupa untuk mengalokasikan buat tabungan, kemudian untuk cicilan dan yang terakhir adalah alokasi untuk belanja kebutuhan dan perlengkapan rumah tangga.
  3. Hindari berhutang. Hal yang perlu diperhatikan juga agar kondisi pengelolaan keuangan keluarga dapat berjalan dengan baik adalah dengan menghindari hutang, karena salah satu dampak yang bisa saja timbul dari hutang adalah dapat mengacaukan rencana keuangan rumah tangga.
  4. Pertimbangkan antara kebutuhan dan keinginan. Salah satu hal yang paling penting saat membuat daftar belanjaan adalah dapat membedakan mana kebutuhan dan yang mana keinginan. Keinginan haruslah dipisahkan dan dikesampingkan terlebih dahulu dalam perencanaan keuangan keluarga, karena hal yang utama yang harus terpenuhi terlebih dahulu dalam rumah tangga adalah kebutuhan.
  5. Menetapkan tujuan finansial. Menyusun target keuangan yang ingin dicapai secara berkala baik bulanan maupun tahunan sangatlah penting. Target ini akan membantumu agar lebih giat bekerja. Tetapkan rancangan keuangan jangka panjang yang spesifik, realistis, dan terukur.
  6. Menabung dan berinvestasi. Pendapatan yang diterima setiap bulannya haruslah segera disisihkan untuk tabungan dan investasi jangka panjang. Ada baiknya kamu membuat rekening terpisah antara rencana tabungan atau investasi dan untuk kebutuhan sehari-hari.


Prinsip-Prinsip Pembuatan Form Keuangan Rumah Tangga


 

Menyusun anggaran kebutuhan rumah tangga bisa dikatakan sulit-sulit gampang. Hal yang sulit biasanya adalah karena tidak disiplin. Oleh karenanya, buatlah form keuangan rumah tangga. Bisa dengan menggunakan aplikasi Ms. Excel. Dengan form tersebut kamu akan lebih patuh dalam melaksanakan  apa yang sudah dianggarkan dan disepakati bersama dengan pasangan.

1. Awasi anggaran keuangan yang sudah dibuat

Setiap tiga atau enam bulan sekali, anggaran yang telah diperikan harus dimonitor dan dibandingkan dengan pengeluaran aktual. Apabila kamu menemukan pemgeluaran yang menyimpang atau melebihi anggaran, harus segera ambil tindakan iuntuk mencegah atau menguranginya. Dan apabila pengeluaran lebih sedikit dari yang diperkirakan, segera sisihkan jumlah yang lebih ke dalam bentuk tabungan/simpanan.
 

2. Mulailah dengan menghitung jumlah pendapatan yang akan diterima.

Syarat utama dalam menghitung pendapatan adalah harus realistis. Pendapatan yang tidak realistis atau belum pasti sebaiknya jangan dimasukan ke dalam daftar pendapatan bulanan. Misalnya, pembayaran piutang oleh teman, bonus proyek, pembayaran inpassing, dan gaji ke-13.

3. Penyusunan anggaran harus sesuai dengan skala prioritas

Susunlah anggaran keuangan rumah tangga sesuai dengan skala prioritas, misalnya kebutuhan primer, sekunder, atau tersier. Penyusunan dengan skala prioritas ini penting untuk menentukan mana yang benar-benar perlu dibelanjakan dan mana yang bisa dikurangi atau dihilangkan.


Itulah ulasan mengenai strategi mengelola keuangan rumah tangga dan form excel keuangan rumah tangga. Sebuah keluarga yang memiliki penghasilan besar belum tentu dapat dikatakan sebagai keluarga yang sejahtera. Karena besar kecilnya penghasilan itu sangat relatif dan tidak dapat dipakai sebagai ukuran yang pasti untuk mengukur apakah keluarga tersebut sejahtera ataukah tidak. Tidak sedikit keluarga dengan penghasilan yang besar, namun memiliki hutang di sana dan di sini. Oleh karena itu, salah satu kegiatan yang harus dijalankan oleh sebuah rumah adalah dengan melakukan pengelolaan keuangan dengan baik dan benar. Bisa menggunakan form keuangan rumah tangga dalam format excel berikut ini.

01. Form Keuangan Rumah Tangga Excel

02. Form Keuangan Rumah Tangga disertai Cash Flow

0 komentar

Post a Comment