Penetration Pricing: Pengertian, Contoh, Kelebihan dan Kekurangannya

Author -  Nidaur Rahmah

Untuk menetapkan harga suatu produk perusahaan harus menggunakan strategi penetapan harga yang tepat, hal ini diperlukan agar produk diterima oleh pasar. Salah satunya adalah dengan menggunakan penetration pricing atau strategi penetrasi yaitu, menetapkan harga awal yang rendah untuk mendapatkan pasar secara cepat.

Strategi ini diklaim mampu menarik dan menghimpun konsumen lebih banyak pada periode awal penjualan. Selain itu, para konsumen yang sudah berlangganan lama di produk yang sejenis akan beralih pada produk ataupun jasa Anda. 

Lalu, apa sebenarnya pengertian dari penetration pricing tersebut? Dan apa saja kelebihan dan kekurangannya?


 

Apa itu Penetration Pricing?



Penetration pricing adalah strategi dalam menetapkan harga awal suatu produk barang atau jasa dengan penawaran harga yang rendah untuk mencapai pasar masal secara cepat. 

Strategi ini cukup efektif dimanfaatkan dalam tahap akhir daur hidup sebuah produk (product life cycle). Selain itu, syarat lainnya adalah produk sejenis sudah ada di pasaran sehingga Anda bisa lebih mudah dalam mengambil hati pelanggan karena tentu saja para pelanggan akan mencari harga paling murah pada produk sejenis.

Penetapan harga dengan strategi penetration pricing ini tidak bisa bertahan lama. Beberapa perusahaan umumnya hanya menetapkan penetrasi harga ini selama satu bulan atau tiga bulan pertama, atau dengan target jumlah pengguna dengan jumlah tertentu. Pada intinya strategi ini hanya sampai digunakan untuk menarik banyak orang dan membuat masyarakat luas mengenali produk ataupun layanan yang dijual oleh perusahaan tersebut.

 


Contoh Penetration Pricing



Contoh strategi penetration pricing:
  • Layanan Streaming

Salah satu layanan bisnis yang menerapkan strategi penetapan penetration pricing ini adalah Netflix. Perusahaan tersebut menawarkan free subscription selama sebulan pertama untuk para pelanggan barunya. Jika sudah melebih satu bulan pertama, maka pelanggan harus bersedia membayar biaya langganan perbulannya.

Penggunaan strategi penetapan harga yang dilakukan oleh Netflix ini adalah contoh yang sempurna dari penetration pricing, karena kebanyakan di lapangan, orang tidak merasa keberatan dalam menggunakan layanan tersebut. Hal didukung dengan layanan yang disedikan berupa film dan juga series yang ada di dalamnya sangatlah lengkap, apalagi dengan berbagai pilihan yang bisa digunakan secara ramai-ramai oleh banyak orang agar bisa lebih berhemat.
  • Lembaga Perbankan


Pada awal mula publikasi produknya, banyak lembaga perbankan yang menawarkan bebas biaya administrasi untuk para nasabahnya. Salah satu contohnya peluncuran aplikasi dan kartu debit Jenius dari Bank BTPN. Namun, perlahan-lahan lembaga perbankan tersebut akan mengenakan biaya administrasi bulanan dan juga beberapa biaya transaksi transfer ke bank lain.

Beberapa nasabah mungkin sudah merasa nyaman ketika menggunakan layanan tersebut, namun juga ada sebagain pelanggan yang meninggalkan layanan tersebut dan beralih dengan perusahaan fintech yang lain.

 


Keuntungan dan Kerugian Penetration Pricing



Adapun beberapa keuntungan atau kelebihan apabila suatu perusahaan menerapkan strategi penetration pricing ini, yaitu sebagai berikut:

1. Produk Mudah Diterima oleh Pasar

Ketika perusahaan mampu menerapkan penetration pricing dengan harga yang rendah di dalam proses pemasaran, hal ini tentunya akan menarik masyarakat untuk menggunakan produk atau jasa dari perusahaan tersebut. Dan pasar pun menerimanya.


2. Inventory Turnover Tinggi

Strategi penetration pricing akan mampu meningkatkan inventory turnover. Dengan meningkatnya volume penjualan menjadi lebih besar karena harga jualnya yang lebih rendah, tentu hal ini berdampak pada supply chain management atau mata rantai pasokan "lebih pendek" dan toko ritel pun menjadi lebih senang. Perputaran bisnis yang tinggi tersebut akan membuat suatu bisnis menjadi lebih mudah untuk berkembang.


Sementara itu kerugian penetration pricing adalah sebagai berikut:


1. Loyalitas Pelanggan Rendah

Saat Anda menggunakan strategi penetration pricing, sebagian besar pelanggan seringkali mengharapkan harga yang murah secara terus menerus. Bila ada kenaikan harga yang bertahap, nantinya akan timbul rasa tidak puas dan konsumen yang lebih senang dengan harga murah akan lebih mudah untuk beralih ke produk lainnya yang lebih menguntungkan.

2. Merusak Citra Merek

Citra merek sangatlah penting untuk sebuah produk perusahaan. Strategi penetration ini kurang cocok apabila digunakan berungkali karena masyarakat akan menilai bahwa produk milik Anda merupakan produk murahan dengan harga yang murahan.


3. Mengakibatkan Kehilangan Profit Perusahaan

Jika dilakukan secara tidak tepat, strategi penetration pricing ini dapat menyebabkan sebuah perusahaan kehilangan keuntungannya. Hal ini bisa terjadi karena harga jual produk/jasa yang sangat rendah sekali dan ternyata volume penjualan di pasaran tidak meningkat.

Itulah ulasan mengenai penetration pricing. Ketika pelaku usaha menetapkan harga rendah untuk produk barunya, mereka berharap untuk memperoleh pangsa pasar yang besar. Namun beberapa kondisi harus dipenuhi agar strategi penetration pricing ini dapat berhasil. yaitu:

  • Pertama, jenis produk harus sangat sensitif terhadap harga sehingga harga yang lebih rendah akan dapat menghasilkan pertumbuhan pasar yang lebih besar. 
  • Kedua, biaya-biaya produksi harus diturunkan ketika volume penjualan meningkat. 
  • Ketiga, harga rendah yang ditetapkan sebagai langkah dalam penetapan penetration pricing ini harus mampu mencegah masuknya pesaing dan perusahaan harus mempertahankan posisi harga rendah tersebut dengan penetapan selama waktu tertentu, jika tidak, keunggulan di bidang harga mungkin sifatnya hanya sementara.

0 komentar

Post a Comment