Daftar Lengkap Simbol Bahan Kimia dan Artinya

Author -  Nidaur Rahmah

Untuk mengantisipasi dampak negatif dari penggunaan bahan kimiawi yang berbahaya, maka dalam standar K3 diberikan simbol bahan kimia pada bagian packaging-nya. 

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa tidak semua bahan kimia aman untuk digunakan. Beberapa zat ada yang bersifat membahayakan kulit manusia, bahkan nyawanya dan lingkungannya. Simbol bahan kimia ini digunakan untuk menandai sebuah wadah yang di dalamnya terdapat zat kimia yang berbahaya. Dengan adanya simbol ini, para karyawan akan mampu melakukan pencegahan agar tidak berdampak buruk.

Lalu, bagaimana cara melakukan pencegahannya? Temukan jawaban mengenai daftar dan arti simbol-simbol bahan kimia melalui penjelasan artikel di bawah ini!



Daftar Lengkap Simbol Bahan Kimia Berbahaya


Simbol kimia ini didesain dengan warna yang mencolok sehingga mudah untuk dibedakan antara satu dengan yang lainnya. Biasanya gambar simbol bahan kimia diilustrasikan dengan ikon warna hitam, latar belakang oranye atau kuning dan garis tepi hitam yang berbentuk persegi. Namun, ada juga yang digambarkan dengan latar belakang putih dengan garis tepi merah ataupun ikon hitam dengan latar belakang kuning berbentuk segitiga. 

Untuk lebih jelasnya perhatikan ketiga belas gambar simbol bahan kimia berikut ini dan pelajari arti dari masing-masing simbol tersebut.
 

 

1. Merusak kesehatan (Harmful)

Simbol bahan kimia ini adalah lambang Xn yang menunjukan bahwa zat yang terkandung mampu menyebabkan bahaya atau merusak kesehatan apabila terhirup, tertelan atau terkena langsung pada kulit manusia.

Simbol ini berarti bahan kimia tersebut dapat merusak kesehatan tubuh apabila terjadi kontak langsung dengan kuliatau melalui inhalasi. Contoh bahan kimia dengan simbol Xn adalah peridin, etilen glikol, diklorometan, dan lain sebagainya..


2. Mudah Meledak (Explosive)

Simbol explosive adalah simbol untuk bahan kimia yang mudah meledak jika bereaksi apabila terkena percikan api, meningkatnya suhu, adanya gesekan, atau tercampur dengan bahan kimia lain.

Simbol explosive ini digambarkan menyerupai bom yang meledak. Contoh zat kimia yang memiliki sifat ini adalah amonium nitrat, butyric ccid (L), nitroglycerin, oleic acid, dinamit, trinitro toluena (TNT) dan kalium klorat. 

3. Mudah Teroksidasi (Oxidising)

Simbol oxidising ini menunjukan bahwa bahan kimia ini memiliki zat pengoksidasi yang mampu terbakar jika bertemu dengan zat pereduksi sehingga akan mudah terbakar apabila bertemu dengan bahan yang mudah terbakar.  

Simbol ini diilustrasikan seperti huruf O atau lingkaran dengan api yang menyala-nyala pada bagian atasnya. Contoh bahan kimia yang memiliki simbol ini adalah hidrogen peroksida dan kalium perklorat, kalium permanganat, asam nitrat pekat, methylen blue chloride, dan lain sebagainya.

Untuk mencegahnya, pekerja harus menyimpannya di dalam botol gelap dan hindarkan dari bahan yang mudah terbakar.

4. Mudah Terbakar (Flammable)

Simbol bahan kimia flammable atau highly flammable (F) adalah zat kimia yang mudah terbakar sehingga diilustrasikan menyerupai api. Selain itu, bahan-bahan ini berada di titik nyala di bawah 21 derajat. 

Contoh zat kimia yang wajib diberi label highly flammable ini adalah logam natrium dan aseton.


5. Extremely flammable (F+)

Di samping highly flammable, dikenal juga extremely flammable (F+), yaitu zat kimia yang amat sangat mudah terbakar, terutama pada bahan-bahan yang berwujud gas yang pada kondisi di bawah suhu normal sangat mudah terbakar. Sebagai contoh, gas propana dan dietil eter.

6. Toxic

Simbol toxic ini menandakan bahwa bahan kimia tersebut beracun dan berbahaya apabila terhirup, tertelan, dan terkena kulit manusia. Dampak yang ditimbulkan adalah mengakibatkan keracunan akut, bahkan bisa menyebabkan kematian pada konsentrasi tinggi.

Simbol ini diilustrasikan dalam bentuk lambang tengkorak manusia dan tulang bersilang. Contoh bahan kimia yang mengandung sifat tersebut adalah metanol dan HF.


7. Very Toxic (T+)


Bahan kimia yang dilabeli dengan simbol “very toxic” ini dapat menimbulkan kerusakan kesehatan akut atau kronis dan bahkan kematian, bahkan ketika konsentrasinya sangat rendah. Lakukan pencegahan agar zat kimia ini tidak masuk ke tubuh baik melalui inhalasi, melalui mulut (ingestion), atau kontak dengan kulit.

Sebagai contoh zat kimia dengan sifat tersebut adalah kalium sianida, hydrogen sulfida, arsen III oksida, nitrobenzene, dan lain sebagainya.

Untuk mencegahnya, sebaiknya hindari kontak langsung, gunakan masker / sarung tangan / kacamata pada saat bekerja menggunakan bahan ini.

8. Bahaya Iritasi (Irritant)

Untuk menandai bahan-bahan kimia yang bisa menyebabkan iritasi, diberikan label dengan lambang X. 

Simbol bahan kimia ini menandakan bahwa zat yang terkandung tidak  korosif  tetapi  dapat menyebabkan inflamasi jika kontak dengan kulit atau selaput lendir.  

Bahan-bahan kimia yang dilabeli dengan simbol ini menimbulkan rasa terbakar dan kulit gatal karena iritasi.

Untuk mencegahnya, para pekerja jangan sampai melakukan kontak dengan tangan atau mata atau terhirup. Selain itu, jangan lupa menggunakan masker atau sarung tangan 

Contoh bahan kimia Xi adalah amonia dan benzil klorida,  isopropilamina,  kalsium  klorida  dan  asam  dan basa encer, acetone, isobutanol, dll.

9. Corrosive

Bahan kimia yang dilabeli dengan simbol corrosive ini artinya dapat merusak jaringan pada tubuh manusia apabila terjadi kontak langsung. Umumnya, dampak buruk yang timbul apabila terkena baha ini adalah kulit mengelupas, iritasi, dan memar. 

Untuk itu, sebaiknya gunakan sarung tangan pelindung ketika akan melakukan kontak dengan bahan kimia yang bersifat korosif ini.

Simbol corrosive ini diilustrasikan dengan gambar tangan dan benda persegi panjang yang terkikis oleh cairan korosif. Sebagai contoh bahan kimia yang bersifat korosif adalah asam klorida, asam sulfat pekat, dan lain sebagainya.

10. Dangerous for the Environment

Sesuai dengan namanya, simbol ini untuk menandakan bahwa bahan kimia yang terkandung di dalam zat tersebut berbahaya bagi lingkungan. Jika bahan kimia ini dibuang secara bebas ke alam, maka dapat merusak organisme dan mikroorganisme yang ada. 

Lambang dari peringatan ini digambarkan dengan pohon kering dan ikan mati. Atau biasanya juga disimbolkan dengan huruf N. Sebagai contoh bahan kimia yang termasuk "dangerous for the environment" adalah limbah, tributil timah klorida, tetraklorometan, dan petroleum hidrokarbon. 


11. Gas under Pressure

Simbol ini diilustrasikan menyerupai tabung gas. Simbol gas under pressure ini digunakan untuk memberi sinyal bagi orang di sekitarnya  bahwa gas yang terkandung dalam tabung tersebut mengandung zat berbahaya. 

Gas kimia ini disimpan pada tekanan rendah dengan tujuan untuk dicairkan atau dibekukan sehingga ketika dibutuhkan dapat dipakai sesuai dengan standar keamanan. Sebagai contoh dari bahan kimia yang termasuk "gas under pressure" adalah gas acetylene.


12. Generic Caution

Simbol ini diilustrasikan dengan  tanda seru berwarna hitam dalam bentuk segitiga yang menggunakan latar warna kuning atau oranye. Simbol ini menunjukan adanya peringatan secara umum dan menyeluruh pada berbagai situasi pekerjaan seperti di lingkungan laboratorium atau pabrik. 

Karena pada umumnya bahan kimia mengandung efek samping yang tidak bagus bagi manusia dan alam, sehingga untuk menghindari bahaya tersebut perlu dilabeli dengan simbol generic caution ini.
 

13. Carcinogen, and Hazardous to the Ozone Layer

Simbol bahan kimia yang nomor tiga belas ini bisa berarti banyak. Dua di antaranya adalah carcinogen dan Hazardous to the Ozone Layer. 

Carcinogen adalah zat atau bahan kimia tersebut mampu menyebabkan penyakit kanker dan merusak DNA pada tubuh manusia jika terpapar secara terus-menerus. Contoh bahan kimia yang wajib diwaspadai pada kategori ini adalah asbestos, benzena, klorida, vinyl, warfarin, dan roaccutane.

Simbol ini juga digunakan untuk melabeli bahan kimia yang mampu merusak lapisan ozon. Dan tentu saja hal tersebut akan merugikan manusia dan juga lingkungan, bahkan bisa meningktkan penderita penyakit kanker kulit, memperlambat pertumbuhan tanaman, dan juga ancaman kerusakan ekosistem laut.

Contoh bahan kimia yang wajib dilabeli dengan simbol ini adalah klorofluorokarbon (CFC), halon, metil bromida, dan metil kloroform. 

Itulah ketiga belas simbol bahan kimia berbahaya yang sering ditemukan pada label produk kimia. Melalui pemaknaan simbol-simbol tersebut, maka keselamatan kerja di lingkungan kerja tetap dapat terjaga. Sangat penting untuk memahami arti dari masing-masing simbol di atas karena masing-masing bahan kimia mengandung bahaya yang bisa berakibat fatal bagi manusia maupun lingkungannya.

0 komentar

Post a Comment