Mengenal Strategi Bundling Untuk Marketing Yang Sukses

Product bundling adalah salah satu strategi marketing dengan cara menggabungkan penjualan beberapa produk menjadi satu paket penjualan dalam satu harga. Sebagai contoh, saat ini yang sedang marak adalah produsen-produsen ponsel dan operator seluler bekerja sama dalam memasarkan produknya dengan memaketkan produk ponselnya dengan kartu perdana operator seluler, seperti ponsel Xiaomi dengan Indosat, dan lain sebagainya.

Produsen memilih strategi bundling karena memberikan manfaat bagi masing-masing pihak yang terlibat di dalamnya. Produsen akan mendapatkan permintaan produk yang meningkat. Tidak hanya produsen, konsumen pun mendapatkan keuntungan berupa penghematan dari harga bundle dibandingkan harga terpisah.

Via Medium.com

 

Pengertian Bundling


Bundling adalah strategi pemasaran di mana produsen atau penjual menawarkan atau menjual sejumlah produk dalam satu paket produk dengan satu harga. Mungkin untuk memudahkan pemahaman, penjualan parcel lebaran. Di dalam paket parcel lebaran tersebut berisi sejumlah produk dan penjual menawarkannya dalam satu harga. 

Strategi bundling ini dikatakan berhasil ketika penjual mendapatkan respon yang baik dari para konsumennya.

Tujuan Bundling

 

Adapun tujuan penjualan melalui bundling adalah untuk meningkatkan penjualan produk dengan memberikan kemudahan prosedur pembelian, penghematan waktu, harga yang relatif lebih murah, serta nilai tambah yang lebih besar kepada konsumen. 

Disamping itu, melalui penjualan bundling ini berguna untuk menjalin networking atau kemitraan bisnis antar produsen dari produk yang dijual bersama-sama. Dengan demikian, teknik bundling ini akan mampu memperkuat merek produk.


Jenis bundling


Menurut Stremersch dan Tellis menyebutkan bahwa bundling dapat diklasifikasikan menjadi dua jenis, yaitu bundling focus dan bundling form. 
 
1. Bundling Focus 
 
Adapun bundling focus adalah strategi bundling yang berfokus pada product bundling dan price bundling.

  • Product bundling, adalah strategi marketing dengan cara menjual dua produk atau lebih dalam satu harga. Produk-produk tersebut umumnya bersifat komplementer yang berfungsi saling melengkapi
  • Price bundling, adalah strategi marketing dengan cara menjual dua atau lebih produk yang berbeda dalam satu paket harga tanpa menyatukan produk tersebut dalam satu kesatuan. Sebagai contoh, terdapat dua produk yang dijual yaitu satu komputer dan satu printer. Penjual menawarkan harga untuk kedua produk tersebut adalah Rp 6 juta dan bila ditawarkan secara terpisah, maka harga komputer adalah seharga Rp 5 juta dan printer seharga Rp 1.5 juta. Dengan demikian, maka konsumen merasa termotivasi untuk membeli produk secara price bundling tersebut karena harga, produknya sendiri tidak ada penambahan value.

2. Bundling Form
 

Adapun jenis bundling form dapat dibagi menjadi dua, yaitu bentuk pure bundling dan mixed bundling.

  • Pure bundling, adalah jenis product bundling di mana pihak konsumen hanya dapat membeli produk dalam bentuk paket, tidak bisa membeli produk secara terpisah. Konsumen akan dihadapkan oleh dua pilihan, yaitu membeli produk tersebut secara paket atau tidak membeli sama sekali.
  • Mixed bundling, adalah jenis product bundling di mana pihak konsumen dapat membeli produk tersebut baik secara paket maupun secara terpisah. Meskipun konsumen diperbolehkan untuk membeli produk secara terpisah, pihak marketing akan tetap berusaha untuk menawarkan produknya secara bundling dengan cara menjelaskan beberapa keuntungan apabila konsumen membeli dalam bentuk paket, misalnya konsumen akan mendapatkan diskon atau bonus-bonus lainnya.


Tips Kunci Keberhasilan Strategi Bundling


Agar strategi bundling sukses, penjual harus pintar untuk memetakan tingkat complementary antara barang atau jasa dalam product bundling tersebut. Konsumen pasti akan menilai ketika hendak membeli produk bundling, yang dinilai adalah apakah lebih efektif dan efisien ketika membeli produk tersebut secara bersama dan terhadap harga yang ditetapkan dalam product bundling tersebut.
 
Dengan demikian, akan sangat amat penting sekali bagi penjual untuk memiliki susunan produk complement karena penjualan produk akan mendapatkan purchase intention lebih tinggi ketika produk bundling yang ditawarkan saling berhubungan.

 

Contoh Paket Bundling

Berikut ini contoh dari paket bundling adalah sebagai berikut:

1. Burger King X Coca Cola

Produsen makanan dan minuman ini bekerja sama untuk menjual produk burger king dan Coca Cola secara bundling. Konsumen akan mendapatkan 5 produk sekaligus dengan cukup membayar $4.


2. Xioami X Indosat Ooredoo

Produsen smartphone Xiaomi Realme menjual produknya dengan satu paket kartu perdana Indosat. Mereka menjalin kerjasama kemitraan bisnis agar dapat bersaing lebih unggul dibandingkan kompetitornya. Konsumen akan mendapatkan smartphone dan sekaligus paket data yang ditawarkan oleh IM3 Ooredoo ini. Tentu, strategi bundling ini mampu menarik konsumen untuk membeli produk dalam satu paket, apalagi pembeli akan mendapatkan bonus yang ditawarkan oleh produsen.




Itulah ulasan mengenai apa itu bundling, tujuan, jenis, dan tips keberhasilannya. Untuk dapat bersaing, kini strategi pemasaran yang diambil oleh penjual semakin beragam, salah satunya dengan teknik bundling ini. Penjual tidak lagi menawarkan produknya dalam bentuk single produk, yakni hanya dijual dalam bentuk tunggal, namun sudah dalam tahap penjualan bentuk bundling, atau dijadikan satu paket dengan produk lain yang biasanya merupakan produk sejenis atau komplemen.

0 komentar

Post a Comment