Cara Menyusun Visual Merchandising yang Baik

Author -  Nidaur Rahmah

Visual merchandiser adalah istilah untuk menunjukan seseorang yang bekerja di bagian visual merchandising. Sementara, visual merchandising adalah kegiatan promosi produk/barang dagang dengan cara mengembangkan floor plan (rencana lantai) dan display tiga dimensi untuk memaksimalkan volume penjualan.

Diabaikannya aktivitas visual merchandising ini dapat mengakibatkan menumpuknya stok produk khususnya di tingkat retailer, tingginya stok yang rusak dan kadaluarsa, dan bahkan citra produk yang ditampilkan akan terlihat rendah. 

Untuk itu, bagi kamu yang merupakan pemilik toko retailer sangat perlu memperhatikan visual merchandising ini guna untuk menyedot perhatian banyak pengunjung sehingga mereka mau membeli produk-produk yang kamu jual.



Pengertian Visual Merchandising


Visual merchandising adalah aktivitas dalam mempresentasikan produk di tempat-tempat penjualan dengan menerapkan strategi dan metode tertentu yang bertujuan untuk meningkatkan jumlah pelanggan (customer) dan penjualan (sales).

Dengan penerapan visual merchandising yang baik maka akan tercipta suasana belanja yang menyenangkan.

Secara harfiah kata “merchandise” berarti barang dagangan. Sedangkan, merchandising dapat diartikan juga sebagai upaya penyediaan/pengadaan barang yang tepat dengan harga yang tepat dan juga jumlah yang tepat.

Oleh sebab itu, visual merchandising berarti suatu aktivitas penataan (presentasi) produk agar konsumen dapat melihat merek dan kemasan di rak secara jelas, dan akhirnya konsumen tertarik untuk membelinya. 


Fungsi Visual Merchandising

Dikutip dari buku Visual Merchandising Attraction, Rudy Jusup Sutiono menyebutkan bahwa terdapat empat fungsi program visual merchandising, yaitu:

  1. Pengadaan barang.
  2. Kodifikasi dan sistem informasi.
  3. Penjualan barang, proses penanganan barang.
  4. Kondisi ketersedian barang, kelengkapan assortment, akurasi harga, kerapihan pemajangan, keteraturan tata letak barang akan menjadi tolak ukur bagi konsumen terhadap citra suatu tempat penjualan.


Tujuan Visual Merchandising

Tujuan utama dari aktivitas visual merchandising adalah:

  1. Mengajak pelanggan untuk mau masuk ke dalam toko.
  2. Meningkatkan daya tarik (attraction) terhadap merek dan produk tertentu pada rak-rak pajangan di toko atau department store.
  3. Mempengaruhi konsumen untuk membeli produk/barang lebih banyak.
  4. Mendapatkan sales dan profit yang lebih besar.


Manfaat Visual Merchandising

Program visual merchandising sangat bermanfaat baik untuk pihak produsen, retailer/pengecer, sampai dengan konsumen. Berikut adalah penjabaran masing-masing manfaat visual merchandising yang dikutip dari buku Visual Merchandising Attraction karya Rudy Sutiono.

Manfaat Visual Merchandising bagi Produsen Pemilik Merek:

  1. Mengubah adverstising menjadi penjualan. 
  2. Mempertinggi dan memotiviasi konsumen untuk membeli produk/barang yang dijual. 
  3. Meningkatkan brand awareness dan brand image sehingga brand reputation dapat meningkat. 

Manfaat Visual Merchandising bagi Retailer (Pengecer):

  1. Visual merchandising dapat meningkatakkan penjualan dan keuntungan toko pengecer/saluran distribusi.
  2. Peningkatan selling out yang dapat meningkatkan keuntungan bagi dampak aktivitas visual merchandising.
  3. Menciptakan suasana toko yang nyaman, dengan dekorasi yang menarik sehingga konsumen memiliki kecenderungan untuk membeli kembali.
  4. Program visual merchandising akan meningkatkan lebih banyak terjadinya penjualan, khususnya pada produk yang cepat lakunya (fast moving products).

Manfaat Visual Merchandising bagi Konsumen:

  1. Konsumen merasa senang dan betah untuk berbelanja karena didukung dengan alat-alat dekorasi P.O.P material yang beraneka warna.
  2. Mempercepat waktu berbelanja, mempermudah konsumen mencari, memilih, mengambil produk atau barang yang dibutuhkan.
  3. Memberikan informasi akan adanya produk-produk terbaru yang baru saja diluncurkan perusahaan, termasuk juga informasi cara penggunaan, dan manfaat produk tersebut.

Tugas Visual Merchandiser


Sebagaimana inti aktivitas visual merchandising yang berupaya menata display, maka seorang visual merchandiser harus memiliki kemampuan untuk merancang atau mendesain display, memahami alat peraga, dan yang paling penting adalah mengerti apa yang ingin dilihat konsumen pada display.

Untuk lebih detailnya terkait tugas seorang visual merchandiser adalah sebagai berikut:

  1. Merencanakan seni dalam menampilkan dan mempresentasikan produk dengan menjalin komunikasi bersama manajer departemen store untuk menentukan layout lantai, arus lalu lalang, dan poin-poin meletakkan display, juga menentukkan item apa saja dan bagaimana menampilakan produk secara kreatif, menarik, dan persuasif .
  2. Membuat suasana toko lebih menarik sehingga mampu meningkatkan volume penjualan.
  3. Merancang window display atau interior display berdasarakan tema dan gaya yang sedang dipromosikan yang disesuaikan dengan kategori produk.
  4. Mencari dan memperoleh aksesori untuk membangun display.
  5. Menjaga display dan mencopot display setelah masa promosi berakhir.
  6. Mengelola pencahayaan untuk menegaskan produk dengan tampilan terbaik.
  7. Membantu konsumen mencari produk dengan lebih mudah.
  8. Menciptakan dan mengelola desain ruangan yang menarik, unik, dan berbeda dibandingkan dengan kompetitornya.
  9. Merancang tata letak tempat, memutuskan grafis yang tepat untuk informasi dan promosi.

Cara Menyusun Rencana Strategi Visual Merchandising


Salah satu penyebab dari banyaknya produk yang gagal di pasaran adalah dikarenakan pemilik toko mengabaikan aktivitas visual merchandising. Sukses penjualan yang sesungguhnya terjadi pada saat barang telah terdistribusi dari toko pengecer atau retailer ke konsumen akhir (end user), khususnya bagi produk fast moving consumer. 

Untuk itu, kamu perlu tahu bagimana cara menyusun visual merchandising yang tepat. Berikut ini ulasannya:

  1. Memahami perilaku konsumen dalam berbelanja, jenis dan jumlah barang yang dibeli.
  2. Membandingkan aktivitas promosi penjualan, aktivitas distribusi dan penjualan, dan aktivitas visual merchandising di toko atau department store lain.
  3. Menetapkan strategi Segmenting, Targeting, dan Positioning (STP) dan diimplementasikan secara konsisten.
  4. Menentukan unique selling point (USP) dari bisnis kamu.
  5. Menentukan fokus produk (product drive) dengan menetapkan harga standar, harga promosinya, dan program in-store promotion yang menarik.
  6. Menonjolkan product feature & benefit dengan menyediakannya dalam berbagai tipe, ukuran, warna, dan model.
  7. Menciptakan tema dan pesan yang tepat kepada target konsumen yang dituju.
  8. Menentukan harga yang kompetitif dibandingkan harga pesaingnya melalui analisis optimum pricing point (harga tertinggi yang masih diminati konsumen).
  9. Melakukan evaluasi terhadap efektivitas program visual merchandising, yang terkait dengan peningkatan sales/profit meliputi jumlah transaksi, jenis barang yang dibeli, dan jumlah konsumen baru yang mendaftar dalam program membership.

Itulah ulasan mengenai visual merchandising yang sebaiknya menjadi bagian yang sangat penting dari sebuah pengembangan bisnis. Kita harus dapat menempatkan setiap produk yang tepat pada lokasi yang tepat. Letakan produk yang cepat perputarannya dan menguntungkan pada lokasi yang strategis. Disinilah peran penting aktivitas visual merchandising yang bisa menjadi senjata ampuh untuk meningkatkan terjadinya selling out, terutama pembelian dengan impulse buying.

0 komentar

Post a Comment