Cara Membuat Feasibility Study dan Contohnya

Feasibility study atau study kelayakan penting keberadaannya bagi yang ingin membuka sebuah usaha. Hal ini harus dipahami untuk mencegah terjadinya kerugian, baik untuk usaha manufaktur, jasa, trading, dan lain sebagainya.


Dengan membuat feasibility study, Anda akan mendapatkan gambaran secara menyeluruh mengenai kelayakan suatu bidang usaha. Studi ini dilakukan dari segi manajemen keuangan, sumber daya manusia, akuntansi, maupun marketing.
 

Tim Meeting Mebahas Studi Kelayakan sebauh Proyek via Pixabay.com

Pengertian Feasibility Study

 

Feasibility study adalah sebuah analisis yang dilakukan pada sebuah ide usaha atau proyek. Fokus utama studi ini adalah untuk menjawab pertanyaan mengenai realisasi sebuah ide proyek. Dengan melakukan studi kelayakan, perhitungan terhadap segala sesuatunya akan lebih efisien. 


Hal ini akan mencegah suatu proyek yang dijalankan mengalami kerugian, baik dalam hal waktu, uang, maupun sumber daya. Perlu diingat pula bahwa studi kelayakan berbeda dengan business plan yang sering kali disamakan.
 

Padahal, menyamakan keduanya merupakan sebuah kekeliruan. Pada dasarnya, feasibility study lebih mengarah pada kegiatan investigasi. Sedangkan business plan sendiri membahas perencanaan yang meliputi langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengeksekusi ide menjadi proyek.
Studi kelayakan bisa memberikan beberapa opsi atau alternatif. Sementara itu, business plan hanya menyediakan satu alternatif saja untuk mewujudkan sebuah proposal dari sebuah ide menjadi proyek yang nyata.
 

Jadi, bisa disimpulkan bahwa studi kelayakan merupakan sebuah penilaian terhadap rencana kerja dan investasi yang praktis dan hendak diusulkan. Adapun studi kelayakan ini akan menjawab beberapa pertanyaan yang meliputi:
 

  • Apakah proyek ini terbilang layak dan bisa dieksekusi?
  • Apakah kita memiliki sumber daya, alat, dan teknologi yang dibutuhkan sehingga proyek ini bisa terwujud dan berhasil?
  • Apakah proyek yang akan dijalankan akan memberi laba atas investasi sesuai dengan harapan?

 

Keuntungan Melakukan Feasibility Study

 

Bukan tanpa alasan jika sebuah proyek membutuhkan proses studi kelayakan terlebih dahulu. Bagi Anda yang tengah memikirkan suatu ide usaha, sangat penting untuk memperhitungkannya dengan melakukan studi terlebih dahulu. 


Namun, apa sebenarnya keuntungan dari melakukan feasibility study sebelum memulai sebuah proyek? Berikut beberapa keuntungan dilakukannya feasibility study yang bisa Anda dapatkan.

  • Mengetahui Kelayakan Suatu Ide


Keuntungan pertama yang bisa dirasakan dari feasibility study adalah kita jadi mengetahui tentang kelayakan suatu ide. Misalnya dengan memastikan sebuah proyek secara teknis dan hukum bisa memberikan keuntungan secara ekonomi.

Dengan demikian, hal ini akan membuat pebinis memahami apakah suatu proyek layak atau tidak diinvestasikan.

  • Mencegah Kerugian Akibat Proyek yang Gagal

Untuk beberapa kasus dan kondisi, mungkin suatu proyek ternyata tidak bisa dijalankan. Ada banyak alasan yang membuat suatu proyek gagal direalisasikan. Misalnya karena sumber daya yang perlu disiapkan terlalu banyak dan bervariasi. 


  • Setiap Elemen Proyek Lebih Fokus Menjalankan Tugasnya


Dengan adanya studi kelayakan, hal ini akan mencegah sumber daya yang disiapkan menjalankan tugas-tugas lain. Jika setiap elemen proyek fokus, maka hal ini akan membuat pengeluaran sumber daya lebih efektif dan efisien. 


Jika proyek yang dikerjakan tidak terfokus, bukan tidak mungkin akan menelan biaya yang lebih besar dibanding perkiraan. Bahkan proyek yang dijalankan tidak mendapatkan keuntungan apapun.

Cara Membuat Feasibility Study

Ide Membuat Feasibility Study via Pixabay.com


Sebuah studi yang dirancang dengan baik harus memperhatikan berbagai hal. Misalnya dengan menawarkan latar belakang historis dari proyek yang akan dijalankan. 


Hal ini meliputi deskripsi produk atau jasa, perincian operasi dan manajemen, laporan akuntansi, riset, data keuangan, kebijakan pemasaran, kewajiban pajak, dan persyaratan hukum.
 

Jadi, studi ini secara umum akan mendahului pengembangan teknis dan implementasi proyek yang akan dilakukan. Adapun beberapa langkah membuat feasibility study adalah sebagai berikut.

  1. Merancang analisis pendahuluan
  2. Menyiapkan sumber data yang dibutuhkan
  3. Melakukan riset pasar dan survei pasar
  4. Menyusun laporan
  5. Meninjau dan menganalisis semua data
  6. Membuat keputusan

Contoh Studi Kelayakan

 

Setelah memahami pengertian dan keuntungan melakukan studi kelayakan, kini saatnya untuk menyimak contohnya. 


Contoh 1

Sebuah universitas elite di kota A hendak melakukan perluasan area kampus. Rencana mengenai proyek ini pun terus berlanjut. Selain itu, pemerintah setempat juga sudah menyetujui berdasarkan persyaratan tertentu.

Namun, universitas tersebut juga mulai memikirkan tentang opini publik mengenai kondisi lingkungan di sekitarnya. Pada dasarnya, bangunan asli kampus memang sudah berdiri lebih dari 50 tahun. Di era sebelum ini, dewan komunitas juga sudah menolak pembangunan sejenis.

Hingga akhirnya pihak universitas ingin mengetahui bagaimana masalah hukum dan politik akan mempengaruhi rencana proyek yang hendak dilakukan.

Semua hal perlu diketahui dan yang tidak menjadi alasan pentingnya melakukan studi kelayakan mengenai proyek perluasan area ini. Sampai akhirnya proses ini dilakukan oleh universitas elite tersebut.

Pada akhirnya, pihak universitas memutuskan untuk terus maju sesuai dengan rencana ekspansi. Tentunya, tanpa meninggalkan bangunan kampus bersejarah yang sudah lama berdiri.
Apabila tidak melakukan studi kelayakan, mungkin kampus elite tersebut jadi tidak akan pernah tahu apakah ekspansi yang hendak dilakukannya layak atau tidak.

Contoh 2

Sebuah perumahan di kawasan Cibubur, Jakarta Timur telah melakukan sebuah studi kelayakan proyek. Melalui studi tersebut didapatkan suatu informasi bahwa harga perumahan yang banyak diminati di daerah tersebut adalah sektar Rp500 juta.

Tidak hanya itu, tema arsitektur yang biasanya banyak dipilih adalah konsep minimalis modern dengan ruang terbuka hijau. Oleh karena itu, perencanaan proyek harus mengacu pada penyediaan perumahan seharga Rp500 juta dengan desain minimalis dan ruang terbuka hijau di dalamnya.
Akan sanga beresiko apabila pihak pengelola nekad menyediakan rumah dengan harga satu milyar dengan konsep modern.

Dengan memahami feasibility study, kita jadi lebih memahami apakah suatu proyek layak atau tidak direalisasikan. Studi kelayakan ini akan meminimalisir kerugian yang mungkin dialami dari suatu proyek.

1 komentar: