2020-11-08

Product Knowledge: Pengertian, Manfaat, Jenis dan Cara Mengukur PK Konsumen

Author -  Lubis Muzaki

Product knowledge atau pengetahuan produk sangat penting dimiliki oleh sales atau pemasar untuk meneliti tentang perilaku konsumen dalam membeli suatu produk. Informasi mengenai product knowledge ini perlu didapatkan konsumen agar tidak salah dalam mengambil keputusan dalam pembelian.


Pengertian Product Knowledge


Product knowledge atau pengetahuan produk adalah kumpulan informasi berkaitan dengan pengetahuan tentang ciri atau karakter produk, harga produk, konsekuensi menggunakan produk dan kepercayaan terhadap produk.

Manfaat Product Knowledge

Membangun product knowledge (PK) ini sangat penting guna memahami perilaku dan minat pembeli. Selain itu, berikut ini adalah sederet manfaat dari tersedianya product knowledge dalam sebuah produk:
  1. Mengembangkan tingkat kepercayaan sebuah produk.
  2. Meningkatkan kemampuan pemasar dalam menjual produk.
  3. Membangun hubungan dan kepercayaan antara distributor dengan pemasar.
  4. Memenuhi atau mendengar kebutuhan pelanggan yang kemudian ditindaklanjuti dengan menyediakan produk atau jasa yang tepat.
  5. Memudahkan pemasar dalam pembuatan presentasi penjualan yang akan disampaikan kepada konsumen.
  6. Memudahkan pemasar untuk dapat melayani dengan baik ketika melakukan penjualan kepada konsumen.


Jenis-Jenis Product Knowledge


Terdapat tiga jenis product knowledge (PK) yang wajib diketahui baik oleh sales ataupun konsumen, yaitu :
 

1. Pengetahuan tentang karakteristik atau spesfikasi produk
 

Seorang konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau spesifikasi suatu produk tersebut. Unsur-unsur produk tersebut dipandang penting oleh konsumen dan akan dijadikan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Misalnnya seorang konsumen yang ingin membeli mobil, maka ia membutuhkan sejumlah informasi mengenai karakteristik atau spesifikasi mobil yang dipilih meliputi warna, model, tahun pembuatan, jumlah cc, merek, manual atau otomatis, dan sebagainya.


2. Pengetahuan tentang manfaat produk.


Jenis product knowledge yang kedua adalah tentang manfaat produk. Konsumen memilih mobil merek A, karena mengetahui kegunaan mobil tersebut. Misalkan mobil yang khusus digunakan untuk mengangkut barang seperti mobil pickup, maka manfaat yang diperoleh pembeli setelah mendapatkan mobil pickup barunya adalah memperlancar proses distribusi barang. 

Inilah yang disebut sebagai pengetahuan tentang manfaat produk. Kebanyakan konsumen lebih melihat manfaat yang akan didapatkan jika menggunakan atau membeli suatu produk, bukan mengenai spesifikasi produknya. 

Akan tetapi, bagi produsen tidak cukup memproduksi barang hanya memperhatikan fungsi atau manfaatnya saja, mereka harus menghasilkan produk dengan spesifikasi yang sesuai standar sehingga memiliki daya saing dengan kompetitornya.

Manfaat dari sebuah produk dibagi menjadi dua jenis, yaitu:

  • Manfaat fungsional, yaitu manfaat yang akan diperoleh konsumen secara fisiologis ketika produk tersebut digunakan. Misalnya: mobil pickup yang digunakan untuk mengangkut barang, penggunaan printer laser untuk mempercepat pencetakan dokumen, penggunaan smartphone untuk memudahkan berkomunikasi di mana saja dengan siapa saja. Inilah beberapa contoh manfaat fungsional yang dirasakan oleh konsumen atas produk yang digunakan.
  • Manfaat psikososial, yaitu manfaat yang diperoleh konsumen lebih ke dalam bentuk aspek sosial ketika konsumen berinteraksi dengan suatu produk atau jasa. Misalnya: konsumen merasakan adanya peningkatan keterampilan bersosialisasi dengan orang lain setelah   mengikuti program pelatihan atau training tertentu.


3. Pengetahuan tentang kepuasan yang ditawarkan produk.


Untuk mengetahui kepuasan yang ditawarkan produk kepada konsumen adalah jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. 

Di sinilah pentingnya mengetahui bagaimana cara menggunakan harus bisa menggunakan atau mengkonsumsi produk tersebut dengan benar.

Untuk meminimalisir kesalahan yang mungkin terjadi saat penggunaan produk, maka product knowledge harus memuat mengenai cara penggunaan produk.

Kesalahan konsumen dalam menggunakan suatu produk dapat menyebabkan produk tersebut tidak berfungsi dengan baik atau bahkan mengalami kerusakan. Tentunya ini akan menyebabkan konsumen kecewa, padahal kesalahan yang terjadi akibat tidak telitinya konsumen atau karena konsumen tidak mencari tahu cara penggunaannya.

Baik produsen ataupun pemasar tidak menginginkan konsumen menghadapi hal tersebut karena itu produsen/pemasar sebaiknya memberitahu bagaimana cara menggunakan produknya dengan baik dan benar.


Cara Mengukur Product Knowledge (PK)


Konsumen yang pintar tentunya memiliki pengetahuan tentang produk yang akan dibelinya. Pengetahuan konsumen akan suatu produk sangat berpengaruh terhadap keputusan yang akan diambil, yaitu membelinya atau tidak. 

Hal itu sangat penting untuk diketahui sales atau pemasar karena keputusan pembelian yang dilakukan oleh konsumen sangat tergantung pada pengetahuan konsumen itu sendiri.

Oleh karenanya berikut ini adalah tiga cara mengukur atau menilai pengetahuan produk (product knowledge) konsumen yang wajib diketahui oleh pemasar:

  1. Subjective atau self assessed knowledge, yaitu seberapa banyak responden atau tingkat pengertian konsumen terhadap suatu produk.
  2. Objective atau actual knowledge, yaitu seberapa banyak informasi atau jenis informasi mengenai pengetahuan produk yang benar-benar tersimpan dalam memori konsumen.
  3. Experience-based knowledge, yaitu seberapa banyak pengalaman atau pengetahuan konsumen terhadap produk berdasarkan jumlah pembelian atau penggunaan produk.


Itulah ulasan mengenai apa itu product knowledge, manfaat, jenis-jenisnya, dan cara mengukur product knowledge konsumen. Baik perusahaan manufakturing ataupun perusahaan distributornya wajib membuat product knowledge agar proses pemasaran produknya bisa berjalan lancar dan konsumen pun puas dengan apa yang mereka beli.

0 komentar

Post a Comment