Mengenal Opname Proyek, Contoh, dan Tips Dalam Pelaksanaannya

Author -  Nidaur Rahmah

Apa yang terlintas jika kamu mendengar kata opname? Mungkin sebagian besar dari kita semua akan berpikir opname merupakan kondisi mencekam karena harus bersiap jika dihadapkan dengan sesuatu yang tidak diharapkan atas jiwa sesesorang.

Namun berbeda jika istilah ini dibawa ke ranah proyek, yang mana opname proyek berarti suatu kegiatan pengukuran dan atau pemeriksaan terhadap capaian progress dari suatu pekerjaan tender.

Pemilik dan kontraktor akan melakukan opname atau pengukuran bersama apakah pekerjaan yang sedang atau telah dikerjakan sesuai dengan jadwal kurva S ataukah tidak. Tugas ini biasanya melibatkan Quantity Surveyor untuk beberapa proyek yang berkaitan dengan . 



Apa itu Opname Proyek? Ini yang Perlu Kamu Persiapkan

Opname proyek adalah kegiatan pengukuran dan atau pemeriksaan terhadap proyek yang sedang/telah dikerjakan oleh kontraktor dengan tujuan untuk mengetahui capaian kemajuan dari suatu pekerjaan.

Dalam pelaksanaannya, seluruh pihak yang terkait dengan proyek sebaiknya ikut terjun langsung dalam aktivitas opname proyek ini. Mereka adalah pihak owner atau pemilik pekerjaan, pihak kontraktor atau pelaksana pekerjaan, serta konsultan pengawas pekerjaan.

Sementara itu untuk pekerjaan yang berasal dari pemerintah di mana menggunakan dana APBN/APBD, personil yang perlu ikut serta dalam aktivitas opname proyek adalah pengguna Jasa (PPK, tim teknis), Pengawas Lapangan (konsultan/dinas), dan Penyedia (direktur/site manager/pelaksana).

Adapun hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam aktivitas opname proyek adalah:

1. Dokumen

Dokumen yang perlu disiapkan sebelum pelaksanaan opname proyek adalah kurva S, abuilt drawing, Berita Acara CCO, draft MC-0 dan MC-100, dan back up data dalam bentuk soft filenya. Dokumen ini penting untuk dibawa ke lapangan guna untuk diperbandingkan dengan data pengukuran lapangan, apakah sesuai ataukah tidak.

2. Peralatan

Peralatan yang perlu dibawa saat pelaksaan opname proyek adalah alat ukur dan alat uji yang meliputi meteran, laser distance, hammer test, sketmat, dan theodolit jika diperlukan. Selain itu, kamu juga memerlukan alat penanda seperti cat, spidol, patok, dan lain sebagainya.

3. Objek pekerjaan yang diperiksa

Pada saat diajukan untuk opname proyek, pekerjaan tender tersebut haruslah benar-benar selesai 100% termasuk sudah dilakukannya pembersihan lapangan. Titik yang dijadikan sampel harus bisa diukur secara cermat dan akurat.

Baca juga: Perbedaan Lelang dan Tender

4. Contoh form resume opname proyek

Form ini disiapkan guna untuk mencatat secara detail angka hasil pengukuran bersama, termasuk rekomendasi yang sebaiknya dilakukan untuk penyempurnaan pekerjaan.


Contoh Pelaksanaan Opname Proyek


Berikut akan kami bagikan contoh opname proyek pekerjaan dinding penahan tanah (retaining wall) dari pasangan batu:

Pada pekerjaan proyek retaining wall dari pasangan batu alam, maka volume pekerjaannya dinyatakan dalam satuan meter kubik (m3). Untuk itu, ukuran atau dimensi pasangan batu pada retaining wall tersebut yang perlu iketahui adalah panjang, lebar atas, lebar bawah, dan juga tinggi dari pasangan batu tersebut.

Berikut adalah cara atau langkah dalam pelaksanaan opname proyek pekerjaan retaining wall:

  • Ukur panjang dari retaining wall dan berikan tanda pada tiap jarak tertentu.
  • Ukur dimensi penampang pasangan batu.

Untuk mengukur tinggi pasangan batu, sebaiknya pengukuran dilakukan dari dasar pasangan batu hingga bagian atasnya. Jika pada bagian bawah pasangan batu tertutupi oleh timbunan maka dilakukan penggalian agar dasar pasangan batu tersebut dapat terlihat. Ketelitian tersebut merupakan kunci dari maksimalnya pelaksanaan opname proyek.

  • Melakukan pencatatan pada setiap data hasil pengukuran

Setelah semua data dikumpulkan, tahapan selanjutnya adalah menghitung volume terpasang dari retaining wall tersebut.

  • Lakukan dokumentasi baik dalam bentuk photo maupun video.

Keberadaan dokumentasi pelaksanaan opname poryek tersebut sangatlah penting. Hal ini disebabkan hasil dokumentasi tersebut akan menjadi satu kesatuan dalam kontrak yang dapat digunakan sebagai alat bukti bahwa benar telah dilakukan opname pada pekerjaan tersebut. Sehingga sengketa pekerjaan akan dapat dihindari.

Tips Dalam Pelaksanaan Opname Proyek




Dalam pelaksanaan opname proyek sayangnya masih sering dijumpai tata cara yang kurang tepat atau salah ketika melakukan opname. Oleh karenanya, berikut ini akan kami bagikan tips dalam pelaksanaan opname proyek:

1. Lakukan Opname Proyek Secara Bertahap Berdasarkan Persentase Termin Progress

Salah satu kesalahan besar saat melakukan opname proyek adalah melakukan opname jika pembangunan gedung hampir selesai 100%. Hal ini sangat beresiko hasilnya kurang akurat atau jauh dari apa yang ada di dokumen abuilt drawing dan shop drawing. 

Salah satu tips yang sebaiknya kamu lakukan dalam opname proyek adalah dengan opname setiap item pekerjaan yang berlangsung. Atau kamu juga bisa melakukan opname berdasarkan persentase termin progress.


2. Membawa Stabilo dan Shop Drawing

Dalam pelaksanaannya, sebaiknya siapkan gambar copy-an shop drawing dan stabilo yang digunakan untuk memberi tanda pada hasil opname yang sudah diukur.

Hal ini berguna untukmu dalam dalam membedakan area mana yang telah diukur dan mana yang belum diukur. Siapkan bermacam warna stabilo agar mudah untuk membedakan antara item pekerjaan yang satu dengan pekerjaan yang lain dalam proses pelaksanaan opname proyek.


3. Perhatikan Ketentuan TGR

Ketentuan Tuntutan Ganti Rugi (TGR) merupakan ketentuan yang dibuat dan dapat diminta owner pekerjaan kepada pihak kontraktor jika apa yang sudah dikerjakan kurang dari volume rencana kontrak atau addendum.

Setelah kamu paham tentang arti kata opname proyek dan juga tips pelaksanaannya, maka saat ini kamu sudah bisa mencoba untuk menjalankan proses opname proyek dengan baik sehingga nantinya terhindar dari hal hal yang tidak diinginkan.

0 komentar

Post a Comment