Contoh User Flow dan Cara Membuatnya

Author -  Nidaur Rahmah

User flow dikenal dengan berbagai istilah lain, seperti perjalanan pengguna atau alur pengguna. Contoh user flow sebenarnya banyak sekali dapat kita temukan, terlebih di era digital seperti saat ini.

User flow ini bisa menjadi salah satu komponen yang cukup penting dari berbagai aplikasi dan situs web bisnis online atau website pemerintahan. Salah satu contohnya user flow e-katalog atau e-tendering. User flow bisa menentukan navigasi yang akan dialami oleh para pengguna.

Jika diterapkan dengan cara mempertimbangkan kebutuhan setiap pengguna, alur ini akan menjadi suatu alat yang sangat efektif dalam mengubah prospek kunjungan para pelanggan sehingga akan menjadi pelanggan yang pada akhirnya melakukan pembayaran/pembelian. Oleh karenanya, mungkin Anda butuh contoh user flow dan cara membuatnya. Nah, temukan jawabannya di bawah ini ya!



Pengertian User Flow


User flow merupakan suatu rangkaian langkah yang perlu dilakukan oleh setiap pengguna aplikasi maupun pengunjung situs web untuk menyelesaikan suatu tugas. Contoh dari user flow ini adalah berbagai langkah yang diambil oleh pengguna untuk melakukan pembelian produk di e-commerce. 

Selain itu, ada juga contoh user flow terkait dengan tender/lelang pengadaan barang/jasa pada website LPSE.

User flow ini akan didasarkan pada suatu set yang disebut dengan perintah program. Perintah program ini akan menguraikan perjalanan atau kerangka jalur yang akan diambil oleh pengguna ketika menggunakan fitur dalam situs web, perangkat lunak, atau aplikasi tertentu.

User flow yang dioptimalkan sesuai dengan kebutuhan para penggunanya akan membuat berbagai proses online menjadi lebih ramping sehingga bisa menghasilkan pendapatan.

Perbedaan Antara User Flow dan User Journey

User flow fokus pada segala sesuatu yang berada dalam aplikasi seperti bagaimana pengguna menempuh perjalanan sejak pertama kali membuka aplikasi sampai mencapai tujuan akhirnya.

Sedangkan user journey adalah skenario transaksi yang terjadi secara keseluruhan, termasuk kejadian apa yang akhirnya membuat pengguna atau user memilih untuk memakai aplikasi Anda.

Fungsi dan Peranan User Flow

Setiap aplikasi, khususnya yang berbasis web, mempunyai user flow yang fungsinya berbeda-beda. Ada yang bertujuan untuk membuat pembeli berubah menjadi pelanggan dan ada yang menentukan berbagai langkah yang terorganisir agar pengunjung melakukan pembelian.

User flow sangat bermanfaat, terutama untuk proses desain. Beberapa peranan atau fungsi dari User flow antara lain:

1. Membuat antarmuka atau interface yang intuitif

User flow bisa digunakan untuk membuat desain produk sehingga pengguna bisa segera masuk ke dalam zona dengan cepat. Dengan begitu, kemungkinan para pengguna untuk membeli maupun mendaftarkan diri untuk menggunakan produk pun akan bisa ditingkatkan.

Selain itu, user flow juga bisa meningkatkan kemudahan beraktivitas melalui platform yang ada dan memastikan bahwa waktu yang dimiliki oleh para pengguna tidak akan terbuang percuma saat mencari apa yang perlu dilakukan selanjutnya.

User flow akan menggambarkan berbagai pola yang memungkinkan dengan cara yang membuat perancang lebih mudah menilai efisiensi interface yang dibuat.

2. Mengevaluasi antarmuka atau interface yang ada

User flow juga bisa digunakan untuk membantu menentukan jika produk yang sudah ada berfungsi dengan baik atau tidak dan area mana saja yang harus ditingkatkan lagi. Dengan begitu, proses identifikasi pun bisa berlangsung dengan lebih optimal.

Anda jadi bisa mengidentifikasi kenapa pengguna berhenti di suatu titik dan tidak melanjutkan pendaftaran atau pembelian. Anda pun jadi bisa melihat apa saja yang bisa dilakukan untuk memperbaiki kendala ini.

3. Menyajikan produk dengan lebih baik

User flow bisa dengan mudah menjadi sarana komunikasi untuk aliran produk ke berbagai pihak serta menyediakan pandangan yang umum mengenai antarmuka yang dibuat dengan tujuan agar bisa berfungsi dengan lebih efisien.

User flow ini bisa membantu tim desain untuk memvisualisasikan bagaimana para pengguna bisa bergerak dengan menggunakan produk yang ada. Hal ini memungkinkan suatu lingkungan kerja yang jauh lebih bermanfaat dan produktif.

Beragam Jenis User Flow


Ada setidaknya dua jenis diagram user flow yang tersedia. Pahami setiap jenis user flow tersebut melalui keterangan berikut ini.

1. Task Flow

Jenis user flow yang pertama dikenal dengan nama task flow. Jenis alur pengguna yang satu ini hanya akan menggambarkan satu tugas atau pekerjaan saja, serta satu tujuan yang diinginkan dari pengguna. Contohnya adalah Entry yang dilanjutkan dengan Action hingga mencapai Success.

2. Wire Flow

Kemudian ada jenis kedua yang disebut wire flow. Wire flow ini merupakan kombinasi dari user flow dan wireframe. Satu elemen dalam diagram akan digambarkan dengan lebih nyata. Sehingga perjalanan pengguna pun bisa tergambar dengan lebih jelas.

Cara Membuat User Flow




Jika Anda akan segera merancang user flow, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membuat user flow.

1. Analisis Kompetitif

Untuk membuat user flow toko online, Anda bisa melihat-lihat berbagai situs web yang sejenis kemudian meniru user flow yang digunakannya. Catat berbagai hal yang membuat situs tersebut nyaman digunakan dan terapkan ke dalam user flow yang sedang Anda persiapkan.

2. Tentukan Jenis User Flow yang Tepat

Ada user flow yang pendek dan panjang. Saat menentukan salah satunya, Anda perlu berfokus pada caranya memandu pengguna agar bisa menggunakan solusi yang telah Anda rancang. User flow yang panjang sebaiknya setiap detailnya membutuhkan waktu yang lebih singkat.


Contoh User Flow

Salah satu contoh penggunaan user flow diterapkan ke berbagai situs web e-commerce. Misalnya e-commerce yang menjual pakaian dan ingin membuat pengguna mampu menavigasi situs web tersebut dengan lebih mudah. User flow yang bisa dikembangkan adalah:

  • Dimulai dari pengguna mengunjungi beranda website.
  • Pengguna menavigasi hirarki situs kemudian mengklik link kategori.
  • Setelah menjelajahi kategori produk, pengguna mengikuti link produk di halaman kategori.
  • Pengguna pun menambahkan produk yang akan dibeli ke cart atau keranjang.
  • Menavigasi keranjang belanja.
  • Pengguna melakukan proses checkout dengan pilihan pembayaran yang aman.

Contoh user flow selanjutnya adalah user flow bidder seperti yang tertera pada gambar di bawah ini:



User flow di atas menjelaskan bagaimana alur tahapan seorang auctioneer menawar barang hingga akhirnya barang tersebut sampai ke tangan auctioneer. Alurnya yaitu seperti berikut:

  • Alur bidder (pengguna) menawar harga barang adalah bidder harus login terlebih dahulu pada aplikasi atau website. Selanjutnya, bidder memilih barang yang diinginkan atau barang yang akan ditawarnya. 
  • Setelah memilih barang, akan diarahkan masuk pada tampilan detail/spesifikasi barang dan ditampilan inilah button lelang ditempatkan/ditampilkan. 
  • Sebelum mengikuti lelang atau menawar barang, bidder harus mempunyai saldo pada e-wallet yang cukup atau setara dengan harga awal barang yang dilelang, kemudian baru dapat menekan button lelang. 
  • Setiap kali menekan button lelang, penawaran akan mengalami pertambahan nominal sesuai dengan kelipatan lelang yang telah ditentukan oleh auctioneer
  • Bidder dinyatakan menang lelang apabila ia merupakan penawar dengan penawaran paling besar dan waktu lelang yang telah ditentukan telah habis.
  •  Jika penawaran kalah atau barang yang diikutkan dalam proses lelang dinyatakan tidak original oleh pihak penyedia aplikasi/website maka uang penawaran akan dikembalikan lagi ke akun bidder masing-masing.


User flow memegang peranan yang cukup penting dalam dunia desain aplikasi dan situs web. Pahami pengertian user flow ini dan fungsinya dalam pembuatan desain aplikasi dan website. Kemudian cobalah membuat user flow sendiri.

0 komentar

Post a Comment