Masalah Ekonomi Modern

Author -  Nidaur Rahmah

Sistem ekonomi modern pertama kali muncul di Eropa pada abad ke 18. Hal ini ditandai dengan munculnya industri komersial dan ekonomi pasar atau kapitalisme. Dengan kemajuan ekonomi modern tidak terlepas dari masalah-masalah yang harus dihadapi dalam konsep ekonomi modern tersebut. 

Masalah ekonomi modern mengakomodasikan problematika dan kesulitan dalam 3 hal pokok, yaitu barang apa yang hendak diproduksi(What), bagaimana cara memproduksi dan prosesnya (How), dan untuk siapa barang tersebut diproduksi atau segmentasi pasar (For Whom). Berikut di bawah ini akan dijelaskan apa itu ekonomi modern, masalahnya, dan perbedaan antara ekonomi modern dan ekonomi klasik.




Apa itu Masalah Ekonomi Modern?


Masalah ekonomi modern adalah permasalahan yang dihadapi oleh pelaku usaha guna untuk menciptakan produk yang sesuai dengan siklus ekonomi yang lebih kompleks.


Tujuan Ekonomi Modern

Adapun munculnya sistem perekonomian modern memiliki beberapa tujuaan, yaitu:
  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi dunia, dengan standar hidup masyarakat yang lebih baik.
  2. Hasil produksi barang/jasa dengan kualitas yang lebih baik.
  3. Menjadikan produksi lebih efisien sehingga produktivitas meningkat dan keuntungan menjadi lebih tinggi untuk tiap unit produk yang dihasilkan.
  4. Meningkatkan kesempatan kerja bagi semua orang.
  5. Mencapai tingkat stabilitas harga yang baik sehingga baik inflasi maupun deflasi dapat dihindari. 
  6. Mencapai distribusi pendapatan yang merata dan adil sehingga tidak timbul kesenjangan sosial yang terlalu jauh antara si kaya dan si miskin.
  7. Tercapainya keseimbangan dalam perniagaan internasional dan transaksi-transaksi finansial.

Faktor-Faktor Pemicu Masalah Perekonomian Dunia

Perekonomian dunia tidak bisa terlepas dari permasalahan-permasalahan yang muncul. Adapun faktor-faktor yang menjadi pemicu munculnya masalah perekonomian dunia, baik ekonomi klasik maupun modern adalah sebagai berikut:

1. Sumber Daya Alam

Ketersediaan sumber daya alam (SDA) sebagai bahan baku produksi merupakan faktor pemicu utama dalam konsep ekonomi modern. Para pelaku usaha dihadapkan pada masalah semakin sulitnya memperoleh bahan baku produksi sehingga dibutuhkan inovasi untuk menciptakan alternatif bahan baku tersebut. Hal ini disebebakan semakin tinginya pertumbuhan penduduk sehingga mengakibatkan semakin kecilnya kesempatan untuk memperoleh bahan baku.


2. Sumber Daya Manusia 

Selain SDA, sumber daya manusia juga menjadi faktor pemicu permasalahan ekonomi modern dan klasik. Ketersediaan tenaga kerja ahli yang sedikit membuat proses produksi barang/jasa terganggu. Selain itu, tanpa adanya tenaga kerja yang profesional mustahil dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 

3. Modal Kerja 

Modal kerja merupakan modal yang dibutuhkan oleh pelaku usaha untuk menjalankan bisnisnya. Jadi, ketika modal kerja tersebut sulit untuk didapat, maka proses produksi secara langsung akan terganggu. Dan tentu hal ini akan berpengaruh terhadap munculnya permasalahan ekonomi.

4. Proses dalam Saluran Distribusi 

Pendistribusian produk barang/jasa untuk sampai di tangan konsumen juga menjadi faktor yang berpengaruh terhadap sistem perekonomian. Proses distribusi yang mengalami keterlambatan, misalnya dikarenakan infrastruktur jalan yang kurang memadai, dapat mengakibatkan tidak meratanya pendistribusian produk ke sejumlah wilayah. 

Baca juga: Pengertian dan Contoh Distribusi Langsung


Masalah Pokok Ekonomi Modern




Salah satu tujuan dari sistem ekonomi modern adalah meningkatkan konsumsi masyarakat. Namun, dalam mencapai tujuan tersebut para pelaku usaha harus menghadapi sejumlah permasalahan dalam sistem ekonomi modern, yaitu:


1. Apa (What)

Pelaku usaha harus mengetahui produk barang/jasa apa yang hendak diproduksi. Untuk mempertimbangkannya, ada beberapa dasar yang perlu diketahui oleh para pelaku usaha sehingga produknya laku di pasaran, yaitu:

  • Skala prioritas kebutuhan masyarakat (pasar), artinya pelaku usaha harus mampu memetakan kategori beberapa kebutuhan masyarakat, apakah ide produk tersebut merupakan kebutuhan primer, sekunder, atau tersier.
  • Ketersedian alokasi sumber daya (alam, manusia, dan modal) yang paling efisien, artinya pelaku usaha harus menghemat pemanfaatan sumber daya yang ada. Sebagai contoh, penggunaan sumber daya alternatif daripada migas dan listrik.
  • Daya Beli Masyarakat, artinya sebelum pelaku usaha menentukan produk apa yang hendak dihasilkan, maka mereka harus melakukan riset terhadap daya beli masyarakat terhadap produk tersebut. Sebisa mungkin produknya adalah yang memiliki banyak peminatnya.

2. Bagaimana (How)

Masalah ekonomi modern selanjutnya adalah bagaimana cara atau proses produksi yang akan dilakukan.Pelaku usaha harus menentukan sumber daya apa saja yang akan digunakan, dan dengan teknologi apa produk tersebut dihasilkan. Jadi sebelum produksi, perusahaan di era ekonomi modern seperti saat ini harus melakukan riset untuk membuat perencanaan bisnis, tidak asal-asalan. 

Terdapat beberapa dasar pertimbangan bagaimana seorang pelaku usaha menjalankan proses produksinya, yaitu:
  • Pilihan Kombinasi Sumber Daya, artinya dalam proses produksinya pelaku usaha harus mempertimbangkan kombinasi sumber daya yang digunakan, meliputi sumber daya alam, sumber daya manusia, dan modal kerja.
  • Pilihan Teknologi Produksi, artinya pelaku usaha harus menentukan teknologi apa yang akan digunakan, apakah akan bergerak dalam industri padat karya ataukah industri padat modal
  • Efisiensi Biaya Produksi, artinya pelaku usaha dalam proses produksinya harus mengutamakan efisiensi biaya produksi agar laba yang didapatkan maksimal.


3. Untuk Siapa (For Whom)

For whom ini berkaitan dengan target pasarnya siapa. Dengan masalah ekonomi modern ini maka sebagai pelaku usaha akan dapat menentukan siapa saja yang akan menerima dan memperoleh manfaat dari produk barang/jasa tersebut.

Segmentasi pasar sangatlah dibutuhkan dalam era ekonomi modern seperti saat ini. Mulai dari segi umur, jenis kelamin, pendapatan, selera, kebudayaan, dan lain sebagainya.

Adapun beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan oleh pelaku usaha dalam segmentasi pasar tersebut adalah:


  • Minat Konsumen, artinya pelaku usaha harus melakukan riset terlebih dahulu apa minat konsumen sehingga produk tersebut laku dibeli oleh konsumen. Sebagai contoh, industri usaha rumahan memproduksi cake dan bakery yang terbuat dari bahan-bahan yang sehat, sehingga target pasarnya lebih meningkat dan banyak diminati oleh masyarakat.
  • Saluran Distribusi, artinya pelaku usaha harus menentukan saluran distribusi apa yang akan dipilih, apakah saluran distribusi langsung ataukah saluran distribusi tidak langsung. Hal ini bertujuan agar produk benar-benar sampai ke tangan konsumen pada saat yang tepat. 


Perbedaan Masalah Ekonomi Modern dan Klasik

Karena saling terkait dalam siklus ekonomi, maka perbedan antara masalah ekonomi modern dan modern tidaklah terlalu mencolok. Berikut ini untuk memudahkamu dalam memahami perbedaan di antara keduanya, yaitu:


Kategori

Masalah Ekonomi Modern

Masalah Ekonomi Klasik

Definisi

Permasalahan yang muncul dalam ekonomi modern dan hal tersebut berada dalam situasi yang lebih kompleks jika dibandingkan dengan ekonomi klasik, baik dalam hal proses produksi sederhana maupun supply chain management-nya,

Permasalahan dalam ekonomi klasik yang menyangkut sekelumit siklus ekonomi yang lebih sederhana, seperti produksi dan saluran distribusi untuk bisa sampai di tangan konsumen.

Bahan Baku

  • Bahan baku semakin sulit didapat sehingga membutuhkan bahan pengganti alternatif dengan teknologi terbaru.
  • Produksi harus melihat tren terkini yang menjadi kesukaan masyarakat modern. Sehingga hasil produk barang/jasa sering mengalami perubahan ke arah yang lebih baik.

Proses produksi terus berkelanjutan sementara, dan bahan baku semakin sulit didapatkan.

Proses Produksi

Dalam proses produksinya dibutuhkan inovasi terus menerus untuk meningkatkan kualitas produk dan juga menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen.

Proses distribusi yang tidak merata, hal tersebut karena kendala infrastruktur yang belum dibangun, masih menggunakan alat transportasi sederhana, dan pertumbuhan ekonomi masyarakat cenderung tidak merata.

Daya Beli

Tumbuhnya beragam masyarakat menjadikan kesulitan untuk menentukan target pasar.

Tingkat kebutuhan masyarakat lebih sederhana.

0 komentar

Post a Comment