Ini Lho Perbedaan Industri Padat Karya dan Padat Modal yang Wajib Anda Ketahui

Author -  Nidaur Rahmah

Di dunia bisnis atau perindustrian sudah tidak asing lagi dengan istilah industri padat karya dan padat modal. Dua istilah yang berbeda namun memiliki tujuan sama, yaitu sama-sama mencari keuntungan dengan menghasilkan suatu produk yang akan dijual di pasaran.


Meskipun begitu tentunya kedua istilah tersebut memiliki perbedaan terutama pada bagian tenaga kerja. Supaya Anda lebih memahami tentang kedua hal tersebut, simaklah ulasan di berikut ini:


Perbedaan Industri Padat Karya dan Padat Modal

 
Mungkin Anda sebelumnya sudah pernah mendengar istilah industri padat karya atau industri padat modal. Industri padat karya dan padat modal memiliki perbedaan yang signifikan. Berikut adalah penjelasan tentang perbedaan kedua jenis industri tersebut:

  • Industri padat karya

Industri padat karya merupakan industri yang memiliki jumlah tenaga kerja manusia lebih banyak daripada tenaga mesin. Pada umumnya jenis industri padat karya terjadi di negara-negara berkembang seperti di Indonesia.
 

Tujuan dari pemerintah dalam membuka industri padat karya adalah untuk memberikan kesempatan atau lapangan kerja bagi masyarakat miskin yang membutuhkan pekerjaan. Tentunya hal ini bertujuan untuk mengurangi jumlah angka kemiskinan, supaya masyarakatnya mampu hidup lebih sejahtera.

  • Industri padat modal

Industri padat modal membutuhkan modal besar dan menggunakan teknologi yang canggih. Jenis industri ini merupakan industri yang memperoduksi produk-produk besar. Di dalam proses produksinya industri padat modal lebih membutuhkan alat-alat canggih dengan jumlah lebih banyak dibandingkan dengan jumlah tenaga kerja manusia.


Hal tersebut dikarenakan pada industri padat modal memproduksi barang-barang seperti mesin, elektronik, dan logam. Oleh karena itu diperlukan mesin teknologi yang canggih dalam jumlah banyak. Keberadaan tenaga kerja manusia hanya bersifat sebagai pengoperasi mesin saja.
Jenis industri padat modal biasanya banyak digunakan oleh negara-negara maju. Hal tersebut sangat didukung dengan adanya sumber modal yang memadai. Selain itu,di negara maju upah untuk tenaga kerja manusia lebih mahal, sehingga proses produksi lebih banyak menggunakan tenaga mesin.
Tujuan negara maju lebih memilih memproduksi suatu barang menggunakan mesin canggih adalah untuk menghemat anggaran, sehingga tidak perlu membutuhkan karyawan yang banyak.

Kelebihan Industri Padat Karya dan Padat Modal

 
Setiap jenis industri pasti memiliki sisi positif atau kelebihannya baik dari sudut pandang tenaga kerja maupun penyedia lapangan kerja. Berikut kelebihan dari industri padat karya:

  • Jumlah pengangguran semakin berkurang karena banyak lapangan kerja yang membuka lowongan pekerjaan bagi masyarakat yang membutuhkan pekerjaan.
  • Dapat menambah dan mengurangi tenaga kerja sesuai kebutuhan, lebih fleksibel


Selanjutnya, kelebihan yang dimiliki industri padat modal adalah sebagai berikut:

  • Anggaran belanja perusahaan dapat ditekan sehingga akan menghemat keuangan
  • Mampu menghasilkan output yang lebih banyak
  • Hasil produksi lebih baik dan berkualitas
  • Tidak membutuhkan waktu lama untuk memproduksi hasil produksi yang banyak
  • Anggaran cenderung stabil


Kekurangan Industri Padat Karya dan Padat Modal


Meskipun memiliki kelebihan, tentunya industri padat karya juga memiliki kekurangan. Berikut kekurangan yang dimiliki industri padat karya adalah sebagai berikut:

  • Proses produksi menggunakan tenaga manusia membutuhkan waktu yang lama
  • Barang yang diproduksi dengan tenaga manusia kurang berkualitas, sering banyak yang cacat dan tidak memuaskan
  • Membutuhkan anggaran besar untuk memberi upah tenaga kerja manusia yang jumlahnya banyak

Selanjutnya, kekurangan dari industri padat modal adalah sebagai berikut:

  • Membutuhkan modal yang besar di awal untuk mengadakan alat atau mesin berteknologi canggih
  • Biaya perawatan mesin cukup mahal
  • Membutuhkan daya listrik yang besar
  • Adanya kekhawatiran modal tidak dapat kembali
  • Risiko kerugian besar lebih tinggi


Contoh Industri Padat Karya


Mungkin Anda bertanya-tanya, apa saja contoh jenis industri padat karya. Di bawah ini adalah contoh industri padat karya yang banyak ditemukan di negara Indonesia:

  • Industri tahu
  • Industri tempe
  • Industri tas
  • Industri caping
  • Industri minuman
  • Industri topi
  • Industri tikar
  • Industri sarung bantal guling
  • Industri alat tulis
  • Industri anyaman
  • Industri wig
  • Industri bulu mata
  • Industri rokok
  • Industri boneka
  • Industri sepatu
  • Industri tekstil
  • Industri kaos kaki
  • Industri sabuk
  • Industri raket
  • Industri bola
  • Industri genteng
  • Industri bata
  • Industri tepung
  • Industri pernak pernik
  • Industri meja dan kursi
  • Industri furnitur
  • Industri cat
  • Industri percetakan buku
  • Industri kardus
  • Industri sandal
  • Industri jaket
  • Industri susu
  • Industri snack
  • Industri plastic
  • Industri minyak
  • Industri kosmetik


Contoh Industri Padat Modal



Industri padat modal identik dengan banyaknya penggunaan alat-alat teknologi yang canggih dan sedikitnya tenaga kerja manusia. Berikut contoh industri padat modal:

  • Industri mobil
  • Industri sepeda motor
  • Industri pesawat
  • Industri kapal
  • Industri minyak dan gas bumi
  • Industri batu bara
  • Industri tambang emas
  • Industri mesin-mesin pertambangan
  • Industri alat elektronik
  • Industri beton
  • Industri kereta api
  • Industri pertambangan


Semua jenis industri padat karya dan padat modal tentunya mampu memberikan manfaat yang positif baik bagi pemilik modal, tenaga kerja, dan konsumen. Meskipun tidak dapat dipungkiri di sisi yang lain juga memiliki sisi kekurangannya, namun hal tersebut adalah hal yang wajar di dunia industri.

0 komentar

Post a Comment