Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Supply and Demand Suatu Produk

Sebuah industri muncul dikarenakan adanya demand (permintaan barang) dari para customer. Jika ada demand, tentunya perusahaan harus melakukan penawaran ke customer atau juga dikenal dengan sebutan supply. 

Dalam mengembangkan suatu produk perusahaan harus memperhatikan keseimbangan antara permintaan (demand) dengan ketersediaan (supply) produk yang ada.

Oleh karenanya, supply dan demand ini menjadi bahan pertimbangan bagi perusahaan dalam membuat forecasting ataupun perencanaan produksi.


 

 


Bagi para pelaku industri yang menerapkan model produksi make to stock (MTS) sangat penting sekali memperkirakan jumlah demand barang dari konsumen agar tidak terjadi pemborosan karena over stock (kelebihan stok). Karena over stock tersebut dapat menimbulkan berbagai masalah seperti penuhnya gudang dengan produk jadi, menambah biaya penyimpanan, dan mengalami kerugian karena produk tersebut tidak bisa terjual semuanya. 

Untuk lebih memahami mengenai supply and demand, ini lho penjelasan mengenai pengertian supply dan demand berikut dengan faktor-faktor yang mempengaruhinya.
 

Supply (Penawaran): Faktor yang Mempengaruhinya



Supply (penawaran) adalah banyaknya jumlah barang atau jasa yang tersedia dan dapat ditawarkan oleh penjual atau penyedia pada pasar tertentu, dengan tingkat harga tertentu dan pada periode waktu tertentu. 

Jika pada suatu pasar terdapat supply suatu produk yang relatif sangat banyak, maka harga produk atau jasa tersebut akan turun.


Selain dari harga produk itu sendiri, ada beberapa faktor yang mempengaruhi terhadap jumlah supply suatu produk, yaitu :

a. Harga Produk yang Berkaitan

Adanya produk yang memiliki sifat atau karakteristik yang sama dengan produk lain, terutama barang-barang substitusi tentunya akan mempengaruhi terhadap jumlah supply produk yang ada di pasaran.

Naiknya harga suatu produk lain yang masih berkaitan akan meningkatkan jumlah supply suatu produk tertentu. Misalkan naiknya harga air conditioner (AC) di pasaran akan membuat jumlah supply kipas angin meningkat. Karena kipas angin menjadi alternatif pengganti AC dan untuk mendapatkan fungsi yang sama, masyarakat lebih banyak memilih kipas angin sebagai pendingin ruangan daripada AC yang harganya semakin naik.


b. Biaya Produksi

Biaya produksi adalah salah satu faktor dalam menentukan besarnya jumlah produksi. Tingginya biaya produksi bisa menjadi kendala bagi perusahaan dalam memproduksi barangnya. Hal tentunya dapat mengakibatkan semakin rendahnya supply suatu barang.

c. Teknologi

Penerapan teknologi di suatu perusahaan dapat mempengaruhi tingkat efisiensi penggunaan biaya input. Dengan penggunaan teknologi biaya produksi dapat ditekan sekecil mungkin. Dengan begitu, produsen dapat meningkatkan hasil produksinya sehingga jumlah supply atau penawaran suatu barang akan meningkat



Demand (Permintaan): Faktor yang Mempengaruhinya


Demand (permintaan) adalah jumlah barang atau jasa yang akan diminta atau  dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dan pada periode waktu tertentu.

Berikut ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah demand suatu barang, antara lain adalah :
 

a.  Harga 

Harga mempengaruhi jumlah permintaan yang dilakukan oleh konsumen.

Konsumen akan cenderung melakukan pembatasan terhadap pembelian barang yang diinginkan apabila harga suatu produk atau barang tersebut terlalu tinggi. Bahkan jika hal tersebut bertahan dalam waktu yang lama, ada kemungkinan konsumen memilih untuk memilih barang pengganti (barang subtitusi) yang lebih murah harganya.
 

b. Tingkat Pendapatan Konsumen

Konsumen tidak akan membeli suatu barang apabila tingkat pendapatannya tidak memadai untuk melakukan pembelian. Dengan demikian, naik dan turunnya pendapatan masyarakat akan berpengaruh terhadap permintaan akan barang kebutuhannya.


c. Jumlah Konsumen

Banyaknya jumlah penduduk tidak dengan sendirinya menyebabkan pertambahan jumlah permintaan suatu barang. Akan tetapi, pertambahan penduduk akan diikuti oleh kebutuhan akan suatu produk tertentu. Karena kebutuhan itulah membuat masyarakat harus mendapatkan pekerjaan yang bisa memberikannya pendapatan. 

Ketika semakin banyak orang yang menerima pendapatan, hal ini tentu akan menambah daya beli masyarakat yang akan menambah permintaan suatu produk.


d.  Selera Konsumen.

Permintaan akan suatu barang dapat berubah karena perubahan selera konsumen. Perubahan selera konsumen ini biasanya dikarenakan naiknya jumlah pendapatan. Sehingga membuat para konsumen yang memiliki pendapatan lebih tinggi akan memilih produk atau barang yang jauh lebih berkualitas daripada produk yang biasanya ia beli.


e.  Ekspektasi atau Ramalan mengenai keadaan di masa yang akan datang.

Ekspektasi mengenai keadaan pada masa yang akan datang dapat mempengaruhi demand suatu barang. Jika konsumen memperkirakan bahwa harga-harga barang akan naik pada periode masa tertentu, makan akan mendorong konsumen membeli lebih banyak agar dapat menghemat pengeluaran pada masa yang akan datang.


Analisis Supply-Demand


 

Analisis pengembangan suatu produk atau barang hakekatnya menekankan pada analisis terhadap kondisi pemuasan (satisfying) antara penyediaan/ penawaran (supply) dengan kebutuhan/ permintaan (demand).


Perencanaan dan pengembangan suatu produk memang perlu mengusahakan keterpaduan antar dua komponen utama pengembangan yaitu sisi permintaan (demand side) dan sisi penawaran (supply
side).

Pendekatan ini merupakan salah satu pendekatan yang sangat mendasar, karena pada hakekatnya perencanaan dan pengembangan suatu produk tidak lain ditujukkan untuk menarik konsumen atau customer. Sehingga pengembangan yang akan dilakukan harus memperhatikan dan mendasarkan pada kajian terhadap kesesuaian antara karakteristik sisi penawaran produk dengan karakteristik sisi permintaan konsumen.

Jika jumlah supply dan demand sudah sesuai di pasaran, maka akan berdampak pada kepuasan konsumen yang pada akhirnya perusahaan akan mampu menciptakan nilai jual dan meningkatkan daya saing produknya.
 

Analisa supply dan demand ini penting sekali dilakukan guna sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan dalam berbisnis dengan tujuan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Analisa ini memperkirakan bahwa dalam suatu pasar yang kompetitif, harga akan berfungsi sebagai penyesuai antara jumlah permintaan yang dilakukan oleh konsumen dan jumlah/kuantitas barang yang bisa ditawarkan oleh penjual/penyedia, sehingga terciptalah kondisi keseimbangan pasar (market equilibrium).

Kesimpulannya, supply dan demand suatu produk barang atau jasa merupakan dua faktor yang sangat berpengaruh terhadap harga barang di pasar. Jika suatu produk sudah terlalu banyak tersedia di pasaran, maka harga produk tersebut akan cenderung rendah. Sebaliknya, jika produk tersebut langka di pasaran, maka harga produk tersebut akan cenderung tinggi nilai jualnya. Oleh karenanya, hal ini sangat perlu dilakukan analisa supply-demand karena dapat berdampak pada profit yang didapatkan oleh para pelaku industri yang membuat produk.

0 komentar

Post a comment