Manfaat dan Dampak Job Rotation Serta Syarat Rotasi Pekerjaan yang Efektif

Job Rotation (rotasi pekerjaan) merupakan kegiatan pemindahan karyawan dari suatu spesialisasi pekerjaan ke spesialisasi pekerjaan lain. Penerapan job rotation yang dilakukan dengan baik akan mampu memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengeksplorasi minatnya dan mereka akan mendapatkan pengalaman di berbagai bidang pekerjaan dalam perusahaan tersebut.


 

 

Apa itu Job Rotation?


Job Rotation atau rotasi pekerjaan adalah kebijakan perusahaan dalam melakukan perpindahan karyawan baik direncanakan maupun tidak direncanakan untuk mengisi sebuah posisi pekerjaan tertentu dengan jenis tugas yang berbeda.

 

Tujuan Job Rotation


Job rotation merupakan salah satu teknik manajemen atau pendekatan manajemen dengan tujuan diantaranya adalah :

  1. Melakukan pengujian keterampilan dan kompetensi karyawan untuk kemudian perusahaan dapat menempatkan karyawan yang bersangkutan pada posisi pekerjaan yang tepat.
  2. Meningkatkan pengetahuan, fleksibilitas dan keterlibatan karyawan.
  3. Meminimalisir rasa bosan dan memberikan kesempatan baru untuk mengerjakan tugas yang berbeda.
  4. Memberikan pengalaman dan keahlian pada jenis pekerjaan yang lebih luas pada karyawan.

Mengapa Perusahaan Perlu Memberlakukan Job Rotation?

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa perusahaan melakukan rotasi pekerjaan terhadap para karyawannya:
  1. Sebagai bentuk employee learning, yaitu karyawan yang mengalami rotasi diharapkan akan memiliki modal daya manusia (human capital) yang lebih karena mereka akan mendapatkan pendidikan dan pengalaman yang lebih luas.
  2. Sebagai bentuk employer learning, yaitu perusahaan akan belajar lebih banyak mengenai sumber daya manusia jika perusahaan dapat mengamati performa karyawan pada jenis tugas yang berbeda. Untuk menemukan posisi/tugas yang paling bagus performanya, maka perusahaan perlu untuk memindahkan karyawan ke posisi yang berbeda untuk mengamati bagaimana performa mereka di setiap posisi.
  3. Sebagai bentuk employee motivation, yaitu sebagian karyawan mungkin merasa bosan dan lelah jika selalu melaksanakan tugas yang sama sehingga Job Rotation dapat digunakan sebagai sarana motivasi bagi mereka untuk tetap semangat bekerja.

Manfaat Job Rotation


Penerapan Job Rotation pada karyawan yang bekerja pada sebuah perusahaan akan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi perusahaan itu sendiri maupun karyawan yang terkena rotasi, yaitu meliputi:

  1. Memberikan keragaman jenis tugas sehingga meningkatkan kepuasan karyawan.
  2. Mengurangi adanya kelebihan beban mental.
  3. Meningkatkan produktivitas dan efisiensi pekerjaan.
  4. Mempererat hubungan antar rekan kerja sehingga mereka bisa saling membantu dan berdiskusi  yang nantinya dapat mempercepat dalam mengatasi masalah karena adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan di berbagai bidang pekerjaan.
  5. Mampu mengatasi masalah jika perusahaan mengalami kekosongan posisi karena dapat diisi sementara oleh karyawan yang ada. 
  6. Menghasilkan pembelajaran yang positif bagi karyawan.
  7. Membangun progam yang ideal dalam perubahan human capital dengan cara menciptakan kondisi yang baik.

Dampak atau Kekurangan Penerapan Job Rotation


Job Rotation memiliki banyak manfaat atau kontribusi terhadap sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki perusahaan, akan tetapi masih memiliki efek negatif bagi perusahaan, yaitu meliputi:

  1. Penerapan kebijakan Job Rotation mungkin saja akan menimbulkan perlawanan dari sebagian karyawan.
  2. Penerapan Job Rotation yang dilakukan pertama kali bisa saja mengurangi produktifitas dan kualitas pekerjaan.
  3. Karyawan memerlukan waktu untuk mempelajari lebih lanjut apabila menemui tugas yang lebih komplek/rumit atau membutuhkan keahlian yang tinggi.
  4. Penerapan Job Rotation bisa saja membutuhkan biaya yang sangat mahal.
  5. Para karyawan membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri dengan orang dan teknik yang berbeda di tiap unit.
 

Akan tetapi, dampak negatif atau kekurangan di atas dapat dikontrol dan dihindari jika perusahaan menerapkan Job Rotation secara semestinya dan menggunakan pengukuran yang sesuai. Berikut di bawah ini akan dijelaskan lebih detail mengenai syarat penerapan job rotation yang baik:

Syarat Job Rotation yang Efektif




Untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul sebagai akibat dari rotasi pekerjaan tersebut, maka diperlukan beberapa syarat sehingga rotasi pekerjaan menjadi efektif. Beberapa syarat job rotation yang perlu dipersiapkan sebelum pelaksanaan rotasi pekerjaan adalah sebagai berikut :
 

  1. Jadwal job rotation yang direncanakan dengan matang. Job rotatian yang hendak diterapkan sebaiknya sudah dijadwalkan dan direncanakan dengan matang, termasuk mempersiapkan dan melibatkan serangkaian penyeleksian pekerjaan yang sesuai terhadap karyawan yang akan dirotasi pekerjaannya.
  2. Rotasi pekerjaan harus sudah ditetapkan tujuannya untuk apa. Sebelum menerapkan program job rotation, manajemen perusahaan terlebih dahulu sebaiknya menetapkan tujuan akhir dari dilakukakannya rotasi pekerjaan tersebut. Karena penetapan tujuan akhir dari program job rotation ini sangat berpengaruh terhadap rencana strategis (renstra) yang akan disusun oleh manajemen perusahaan.
  3. Adanya pelatihan dan pendampingan oleh supervisor. Karena karyawan akan menjalani pekerjaan baru dengan suasana yang baru, maka sangat penting bagi karyawan untuk mendapatkan pendampingan oleh supervisor.
  4. Menyediakan panduan pekerjaan. Perusahaan sebelumnya sudah menyiapkan manual book sebagai panduan dalam melaksanakan job desc-nya sehingga meraka dapat mempelajari tentang posisi barunya, dan karyawan pun akan lebih siap dalam menghadapi rotasi pekerjaan.

 

Demikianlah penjelasan mengenai apa itu job rotation dan cara perusahaan untuk menerapkan rotasi pekerjaan yang baik. Ketika perusahaan mampu merencanakan pelaksanaan job rotation yang baik, maka nantinya penerapan rotasi pekerjaan dapat berjalan dengan lancar.

0 komentar

Post a Comment