Pintar Menghitung Price Earning Ratio (PER) dan Nilai PER yang Bagus

Dalam menganalisis kemampuan fundamental perusahaan, investor dapat menggunakan rasio keuangan utama, yaitu berdasarkan Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER). Karena baik EPS ataupun PER merupakan faktor-faktor utama yang dapat mempengaruhi harga saham di kemudian hari.

Penggunaan dua komponen tersebut amatlah penting bagi investor yang akan menanamkan modalnya. Alasannya, pada dasarnya EPS dan PER tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk mengestimasi nilai intrinsik suatu saham, sehingga investor dapat memperkirakan berapa pembagian dividen  yang  akan dibayarkan nantinya.



 


Pengertian dan Rumus Price Earning Ratio (PER)


Price Earnings Ratio (PER) adalah salah satu indikator pengukuran profit setiap lembar saham. Nilai PER ini akan menunjukan jumlah investor yang bersedia untuk membayar pada setiap dolar laba perusahaan yang dihasilkan.

Rasio keuangan ini akan menunjukan derajat kepercayaan investor pada kinerja masa depan perusahaan. Semakin tinggi nilai PER, akan membuat sejumlah investor semakin percaya pada emiten, sehingga harga saham semakin mahal dikarenakan permintaan yang tinggi.

Rumus menghitung PER adalah sebagai berikut:

PER = Harga Saham (Closing Price)/Earning Per Share (EPS)

 

Cara Pintar dan Mudah Menghitung PER Disertai Contoh

Berikut ini adalah tahapan menghitung PER:

1. Mencari Earning Per Share (EPS) saham perusahaan

Misalkan diketahui bahwa berdasarkan rilis laporan keuangan PT. XYZ terbaru untuk kinerjanya setahun penuh di tahun 2020, laba bersih PT. XYZ adalah 6 triliun. Adapun jumlah lembar saham yang beredar adalah 11 milyar lembar.


Nah, berikut rumus perhitungan EPS saham PT. XYZ:

EPS = Laba Bersih / Jumlah Lembar Saham Beredar

        =  6 triliun / 11.000.000.000

        = 545,45 (dibulatkan ke bawah menjadi 545)

Jadi laba bersih per saham atau EPS PT. XYZ (setelah dibulatkan) adalah 545 per lembar.


2. Cek harga saham terbaru PT. XYZ


Setelah kita tau berapa EPS PT. XYZ, sekarang mari kita cek berapa harga saham terbaru PT. XYZ  di pasar saham. Kamu bisa mengetikkannya langsung di Google. Nanti akan muncul berapa harga saham PT XYZ yang terbaru.



Jadi jelas sekali kalau harga saham terbaru PTYZ pada 03 Desember 2020 adalah Rp 1.250 per lembar.

Bisa saja harga yang ditampilkan oleh Google di atas tidak persis sama dengan di akun sekuritas Anda, namun selisihnya tidaklah jauh berkisar 10-20 poin saja.


3. Menghitung PER saham PT. XYZ

Pada tahap akhir ini, akan diketahui berapa PER dari saham tertentu. Dan berikut ini adalah acara perhitungan PERnya:
 

Diketahui bahwa posisi harga saham PT. XYZ yang terbaru di pasar saham adalah Rp 1.250 per lembar, sedangkan EPS-nya berdasarkan yang telah kita hitung di atas adalah 545 per lembar.

Dari kedua data di atas, maka nilai PER dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:

    = Harga saham / EPS

    = Rp1.250 / 545

    = 2,3 (kali)

Jadi, PER PT. XYZ adalah 2,3 kali. Maksudnya, harga saham PT. XYZ saat ini adalah 2,3 kali dari nilai EPS atau laba per sahamnya.


Kriteria Nilai PER Saham Yang Bagus



Dalam menentukan berapa nilai PER yang bagus maka yang menjadi patokan adalah dengan membandingkan nilai PER rata-rata pada sektor perusahaan yang sejenis.

Berdasarkan informasi yang kami rangkum dari analis.co.id ada beberapa poin penting dalam menilai nilai PER saham yang tepat, yaitu:

  • Sekalipun ukuran PER tidak bisa dijadikan patokan utama untuk menilai murah tidaknya suatu saham, namun kalau kamu menemukan saham yang PERnya di atas 10 kali, maka disarankan untuk tidak membelinya karena nilai tersebut sudah terhitung cukup mahal.
  • PER yang bagus, di bawah 10 kali, yang harus didukung oleh fundamental perusahaannya dan sektornya.
  • Tidak selamanya nilai PER saham yang rendah adalah bagus. Contohnya harga saham perusahaan pertambangan batu bara yang sedang mengalami sentimen negatif, maka sebaiknya hindari karena harganya bisa saja berlanjut turun hingga di kemudian hari.
  • Sebaiknya gunakan nilai PER hanya untuk saham blue chip saja karena rata-rata saham tersebut punya track record perolehan laba yang stabil. Sementara itu saham second liner memiliki track record perolehan laba yang naik turun.

Pengaruh PER terhadap harga saham



Seorang investor yang akan menginvestasikan uangnya harus mendasarkan kerangka berpikirnya pada dua komponen utama perusahaan, yaitu Earning Per Share (EPS) dan Price Earning Ratio (PER).

Sementara itu terdapat dua logika dari landasan teoritis yang mengenai Price Earning Ration (PER) ini, yaitu:

  1. Logika yang pertama, adalah jika PER rendah, investor menilai akan terjadi potensi penurunan harga, sehingga banyak investor yang bersedia membeli saham tersebut. Dengan banyaknya permintaan investor tersebut, maka harga saham tersebut menjadi tinggi di masa mendatang.
  2. Logika kedua, adalah jika PER tinggi maka investor meyakini harga saham di masa mendatang  juga masih akan tetap tinggi karena perusahaan memiliki prospek yang bagus, maka dari itu banyak investor yang membeli saham (permintaan), sehingga harga saham akan menjadi tinggi juga.


Demikianlah penjelasan mengenai apa itu PER, cara menghitungnya, dan kriteria nilai PER yang bagus. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, semakin tinggi PER menunjukkan semakin besar tingkat kepercayaan investor (pasar) terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba di kemudian hari. Hal ini berarti semakin tinggi nilai PER mengindikasikan bahwa permintaan akan saham perusahaan semakin besar, maka akan semakin mahal saham tersebut.

0 komentar

Post a Comment