Contoh Partisipasi Politik di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat, dan Negara

Author -  Nidaur Rahmah

Nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila secara umum bisa diterapkan tidak hanya dalam hal bernegara, melainkan juga dapat diimplementasikan dalam ruang lingkup bermasyarakat. Partisipasi politik merupakan salah satu perwujudan nilai Pancasila sila ke-4. Sebagai warga negara, kita dapat berpartisipasi dalam praktik politik di mana pun berada, baik ketika berada di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, maupun dalam lingkungan pemerintahan.

Indonesia sebagai negara demokrasi mewajibkan setiap warganya untuk ikut serta dalam menjalankan partisipasi politiknya. Partisipasi politik tersebut ditandai dengan adanya kesempatan setiap orang untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum, baik di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, negara, atau di mana pun di wilayah NKRI.

Nah, sebelum berlanjut ke contoh-contoh partisipasi politik sebaiknya kita ketahui dulu apa definisi partisipasi politik dan tujuannya seperti pada penjelasan di bawah ini.



Apa itu Partisipasi Politik?


Partisipasi politik adalah bentuk kegiatan yang dilakukan oleh setiap warga negara, baik secara individu maupun kolektik, dalam kegiatan pengambilan keputusan secara bersama untuk mencapai kata mufakat. Contoh partisipasi politik yang sering kita temui di Indonesia adalah pemilihan umum atau pemilu.

Setiap warga negara dalam menjalankan partisipasi politik haruslah sesuai dengan prinsip-prinsip demokrasi Pancasila. Dengan demikian, apa yang dicita-citakan, yakni Indonesia yang adil dan makmur dapat tercapai.

Tujuan Partisipasi Politik

Tujuan partisipasi politik adalah sebagai bentuk tanggung jawab dari setiap warga negara untuk memiliki kesadaran politik yang baik. Secara bersama-sama setiap warga negara menyuarakan pendapatnya guna untuk mendapatkan keputusan yang terbaik ke depannya. 

Sementara itu partisipasi politik di ruang lingkup bernegara memiliki tujuan untuk mensejahterakan seluruh rakyat Indonesia, memberikan rasa aman dan adil tanpa membeda-bedakan ras, suku, agama, dan golongan tertentu.

Selain itu, partisipasi politik juga bertujuan untuk mengontrol dan mengawasi kebijakan pemerintah sehingga kebijakan yang diambil tidak merugikan masyarakat.

Nah, di lingkungan organisasi partisipasi politik bertujuan untuk mengontrol dan mengawasi kepala/ketua organisasi agar terhindar dari tindakan penyelewenangan yang dapat merugikan anggotanya. Misalnya, organisasi perangkat desa, organisasi siswa intra sekolah (OSIS), dan lain sebagainya.


Jenis dan Pola Partisipasi Politik

Adapun jenis-jenis partisipasi politik adalah sebagai berikut:

  1. Otonom, yaitu partisipasi politik yang dilakukan secara sadar dengan tujuan untuk mempengaruhi pemerintah.
  2. Konvensional, yaitu parstisipasi politik yang dilakukan dengan pola konvensional atau secara langsung, seperti kegiatan pemilu, pilkada, pilkades, pilihan ketua Osis, dan lain sebagainya. 
  3. Non-konvensional, yaitu partisipasi politik yang dilakukan dengan pola-pola seperti petisi, demokrasi, dan reformasi.
  4. Digerakkan, yaitu partisipasi politik yang dilakukan atau digerakkan oleh suatu lembaga yang menggerakkan, misalnya partai politik (parpol) yang sampai saat ini masih dijadikan lembaga utama dan lembaga sentral di Indonesia untuk mengorganisir warga negara agar ikut serta dalam partisipasi politik.

Contoh Partisipasi Politik di Lingkungan Keluarga, Sekolah, Masyarakat, dan Negara



Intensitas dan bentuk dari partisipasi politik setiap orang sangatlah beragam. Mereka ada yang berpartisipasi politik secara aktif maupun pasif. 

Partisipasi politik ini dapat diterapkan siapa saja dengan berbagai bentuk perilaku yang disesuaikan dengan lingkungannya. baik di keluarga, sekolah, masyarakat, maupun negara. Meskipun demikian, partisipasi politik tetap harus mengacu pada norma dan nilai-nilai Pancasila.

Nah, berikut ini contoh-contoh partisipasi politik setiap warga negara baik ketika di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun dalam lingkup bernegara:

1. Contoh Partisipasi Politik Warga Negara dalam Lingkungan Keluarga  

Sebelum mengenal contohnya, alangkah baiknya untuk mengetahui manfaat partisipasi politik di lingkungan keluarga agar kamu tertarik untuk menerapkannya. 

Manfaatnya adalah ketika di dalam berkeluarga mendapatkan suatu masalah, maka setiap anggota keluarga saling menghormati antar anggoat keluarganya ketika masing-masing menyampaikan pendapatnya guna untuk menyelesaikan permasalahan tersebut hingga didapatkan kata mufakat.

Adapun contoh partisipasi yang dapat kamu lakukan dalam partisipasi politik, khususnya di lingkungan keluarga adalah:

  • Saling menghargai satu sama lain antar anggota keluarga, yang muda menghargai yang tua dan yang tua menyayangi yang muda.
  • Melakukan musyawarah secara bersama untuk mendapat mufakat.
  • Melakukan pembagian tugas/kewajiban sesuai dengan kapasitasnya.
  • Mendiskusikan permasalahan politik dalam lingkungan keluarga.

2. Contoh Partisipasi Politik Warga Siswa dalam lingkungan Sekolah

Cukup banyak contoh partisipasi politik yang bisa diikuti oleh warga sekolah, dalam hal ini siswa, seperti penyampaian aspirasi politik dengan melalui pembuatan majalah dinding, buletin sekolah, website organisasi, sosial media, dan platform lainnya. Tentu, dalam partisipasinya siswa harus menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila.

Selain itu, berikut ini adalah contoh-contoh partisipasi politik di lingkungan sekolah:


  • Berdiskusi kelompok dengan teman sekelas.
  • Berdiskusi dengan guru.
  • Melakukan pemilihan ketua kelas, ketua OSIS, dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK).
  • Ikut terlibat dalam proses pemilihan ketua di organisasi sekolah lainnya, seperti organisasi semacam Palang Merah Remaja (PMR), Pecinta Alam, Paskibra, dan lain sebagainya.
  • Ikut serta dalam agenda kegiatan organisasi sekolah.
  • Menyampaikan pendapat dan aspirasi siswa dalam musyarawah di masa kerja periode anggota organisasi yang bersangkutan. 

3. Contoh Partisipasi Politik Warga Negara dalam lingkungan Masyarakat

Berikut ini adalah beberapa contoh partisipasi yang dapat kamu ikuti praktik politik di Indonesia, khususnya di lingkungan masyarakat:

  • Memberikan suara dalam pemilihan Ketua RT dan RW.
  • Ikut serta dalam kegiatan karang taruna.
  • Kegiatan pemilihan DPD desa.
  • Mengajukan diri untuk menjadi calon kepala desa.
  • Ikut serta dalam pemilihan calon kepala desa.
  • Menjadi anggota BPD.
  • Tidak membatasi pendapat serta saran dari seluruh anggota masyarakat.


4. Partisipasi Politik Warga Negara dalam lingkungan Bangsa dan Negara 

    Berikut ini adalah beberapa contoh partisipasi yang dapat kamu ikuti dalam praktik politik di Indonesia, khususnya di lingkungan negara:

    • Ikut serta dalam kegiatan PEMILU, tidak golput.
    • Mengajukan diri menjadi calon legilatif, calon presiden, calon kepala daerah, dan lain sebagainya.
    • Mengajukan diri menjadi kepala TPS.
    • Mengikuti rekrutmen Bawaslu.
    • Menjadi saksi di TPS sehingga dapat ikut serta dalam mengontrol dan mengawal jalannya pemilu dari awal hingga akhir agar tidak terjadi kecurangan.


    Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Partisipasi Politik


    Partsipasi politik merupakan hal yang penting dalam sebuah negara demokrasi. Oleh karena itu untuk mewujudkan partisipasi politik, setidaknya ada tigal hal yang harus diperhatian, yaitu:
    1. Harus ada kompetisi, artinya jabatan-jabatan public harus dikompetisikan sehingga didapatkan ketua/kepala yang berkualitas dan memiliki visi misi ke depan yang lebih baik.
    2. Partisipasi dalam rangka mempengaruhi kebijakan pemerintah, artinya dalam politik harus ada partisipasi setiap warga negaranya yang sudah memenuhi persyaratan. 
    3. Kebebasan berpendapat, artinya pemerintah tidak boleh menghalang-halangi gerakan yang menyuarakan pendapatnya baik dalam forum diskusi maupun demo di lapangan, yang dilakukan  oleh golongan atau organisasi-organisasi masyarakat.


    Itulah ulasan mengenai contoh-contoh partisipasi politik dalam pengamalan Pancasila sila ke-4. Partisipasi politik bahkan sudah bisa dilakukan dari usia dini, seperti dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah. 

    0 komentar

    Post a Comment