Ini Contoh Design Thinking dan 5 Tahapan Prosesnya!

Author -  Nidaur Rahmah

Design thinking adalah cara berpikir yang digunakan untuk membangun inovasi model bisnis. Metode ini dapat digunakan untuk memecahkan suatu masalah yang kompleks dengan cara-cara yang efektif dan efisien.

Dalam menyusun design thinking dibutuhkan tim yang secara bersama-sama menuangkan idenya secara komprehensif guna mendapatkan sebuah solusi atas suatu permasalahan. Melalui design thinking, sebuah perusahaan akan mampu menciptakan peluang baru dalam membuat strategi digital yang inovatif. 

Untuk lebih jelasnya, akan kami berikan contoh design thinking yang mungkin memudahkanmu untuk mendapatkan inspirasi.



Pengertian Design Thinking


Design thinking adalah proses berulang untuk memahami kebutuhan pengguna, menantang asumsi, dan mendefinisikan kembali masalah dalam upaya mengidentifikasi strategi dan solusi alternatif yang mungkin saja bisa menyesuikan dengan kebutuhan pelanggan. 

Tujuan dilakukannya design thinking adalah untuk menyediakan pendekatan berbasis solusi sehingga suatu masalah dapat ditemukan solusinya.

Mungkin akan lebih jelas nanti jika sudah dijabarkan mengenai contoh-contoh design thinking. Namun sebelumnya, yuk kenali ruang proses dalam design thinking seperti berikut.


Ruang Proses Design Thinking

Menurut Brown design thinking memiliki tiga ruang proses dalam pembentukan sebuah inovasi yang solutif atas sebuah permasalahan. Ketiga ruang tersebut dalam design thinking adalah:

  1. Inspiration, yaitu proses pemahaman yang dilakukan dengan cara observasi dan analisis atas sebuah permasalahan sehingga memotivasi untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Dari hal tersebut nantinya memungkinkan untuk menjadi peluang yang bisa menjadi sumber inovasi.
  2. Ideation, yaitu proses menghasilkan ide, kemudian mengembangkan dan menguji ide tersebut apakah solutif ataukah tidak. Proses ini membutuhkan data yang diperoleh melalui observasi dan juga riset. Pengujian tersebut dilakukan guna untuk mengetahui perbaikan apa saja yang dibutuhkan sebelum produk barang/jasa diluncurkan. Proses pengujian ide bisa dilakukan secara terus menerus dengan melakukan proses pengulangan hingga mendapatkan hasil yang terbaik.
  3. Implementation, yaitu proses merencanakan dan menerapkan hasil solusi yang didapat ke dalam pasar yang sebenarnya. Proses ini bisa dilakukan dengan menggunakan prototype. Pada proses ini, produk secara umum sudah bisa dilakukan proses perilisan. Sehingga bisa dilakukan proses feedback secara langsung dari pengguna.


Baca juga: Manfaat Penerapan Kaizen dalam Proses Produksi



Langkah-Langkah dalam Proses Design Thinking



Sebelum mengetahui contoh dari design thinking yang telah dikerjakan oleh beberapa perusahaan besar di dunia, mari kita ketahui tahapan dalam proses design thinking itu sendiri. 

Secara umum berdasarkan Stanford d.school menyebutkan bahwa tahapan dari proses design thinking ada 5 tahapan, yaitu sebagai berikut

1. Empathise

Tahap pertama dari proses Design Thinking adalah untuk mendapatkan pemahaman empatik tentang masalah yang sedang dicarikan solusinya. 

Dalam proses ini akan melibatkan anggota tim yang terdiri dari para ahli dalam berbagai bidang sehingga harapannya dapat diperoleh berbagai perspektif yang lebih jelas tentang masalah yang terlibat. 

Empati dalam proses design thinking sangatlah penting guna untuk mendapatkan wawasan tentang pengguna dan kebutuhan pasar. Pada proses design thinking ini, anggota tim akan diarahkan untuk dapat mengamati dan mengembangkan empati dengan target pasar atau penggunanya.


2. Define


Tahapan selanjutnya adalah define, yaitu mengumpulkan informasi yang telah dibuat selama tahap Empathise. Anggota tim akan menganalisis permasalahan inti dari beberapa permasalahan yang timbul pada tahapan empathise tadi. 

Sebagai contoh, sebuah perusahaan kecantikan mengindentifikasi perlunya meningkatkan pangsa pasar sebesar 10% untuk target konsumen berumur 35-45 tahun. Nah, cara yang lebih baik untuk mendefinisikan masalah tersebut adalah pentingnya penggunaan produk kecantikan A dengan bahan ABC sebagai upaya untuk mengatasi penuaan dini akibat X.

Dengan tahapan define dalam proses design thinking ini, para tim akan dengan mudah untuk mengumpulkan ide-ide hebat dalam membangun fitur, fungsi, dan elemen lain yang memungkinkan untuk dapat menyelesaikan masalah.


3. Ideate


Pada tahapan ketiga dari proses design thinking adalah ideate atau menghasilkan ide. Dengan dua tahapan sebelumnya, anggota tim tentu saja sudah dapat memulai untuk berpikir out of the box. Setiap anggota dituntut untuk mengidentifikasi solusi baru dan/atau mencari alternatif solusi atas pernyataan masalah yang dibuat.

Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk ideation ini adalah brainstorm, brainwrite, worst possible idea, dan scramper. Teknik tersebut biasanya diperlukan guna untuk merangsang critical thinking para anggota tim dan juga untuk memperluas ruang masalah.


4. Prototype

Prototype merupakan produk dalam versi kecil dengan fitur spesifik. Dengan pembuatan prototype ini, anggota tim dapat menyelidiki solusi yang tepat atas masalah yang dihadapi pada tahap sebelumnya. 

Prototype biasanya diuji dalam tim itu sendiri atau di departemen lain yang masih dalam satu perusahaan, dan juga bisa dibagikan kepada sekelompok kecil komunitas di luar tim pengembang (RnD).

Tahapan prototype dalam proses design thingking adalah fase eksperimental, dan tujuannya adalah untuk mengidentifikasi solusi terbaik untuk setiap masalah yang diidentifikasi selama tiga tahap pertama. 

Dengan prototype ini, anggota tim akan memiliki ide dan juga gagasan yang lebih baik tentang kendala atau permasalahan yang ada pada produk. Dengan demikian, perusahaan akan memiliki pandangan yang lebih jelas tentang bagaimana pengguna atau pasar yang sebenarnya berperilaku, berpikir, dan rasakan ketika berinteraksi dengan produk tersebut.

5. Test

Tim akan melakukan pengujian produk lengkap secara ketat dengan penambahan solusi terbaik yang sudah diidentifikasi selama fase prototyping sebelumnya. 

Ini adalah tahap akhir dari design thinking, tetapi dalam fase ini, perubahan dan penyempurnaan masih perlu untuk dilakukan sehingga pengguna memperoleh pemahaman yang mendalam terkait produk dan penggunaannya. Dan yang terpenting produk tersebut mampu memenuhi kebutuhan pelanggan.


Contoh Design Thinking

Salah satu perusahaan yang menerapkan design thinking dalam operasionalnya adalah AirBnB. AirBnB atau“Air Bed and Breakfast”, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia “Kasur Angin dan Sarapan Pagi.” , merupakan disruptor pioner akomodasi yang ingin memberikan pengalaman berbeda kepada wisatawan dengan menyewakan rumah, apartemen, atau villa, bukan hotel seperti layanan pada Traveloka, dan sejenisnya.

Metodologi design thinking ini memang sudah menjadi bagian dari sebuah bisnis startup, tak terkecuali  AirBNB. Dengan mencocokkan antara data kebutuhan akan kamar dengan adanya ruang kosong di apartemen, AirBnB menggabungkan data dengan empati, angka dengan kebutuhan.

Contoh design thinking lainnya adalah yang dilakukan oleh perusahaan IBM. Sebagai perusahaan raksasa, IBM telah melakukan sejumlah investasi dan berhasil dalam implementasi design thinking. IBM mampu merancang dan mengimplemntasikan sebuah toolkit yang berfungsi sebagai workforce dan dapat diakses oleh seluruh karyawan.

Contoh design thinking berikutnya ada lembaga perbankan yang ramai-ramai menyediakan fitur pembukaan rekening online (daring) melalui aplikasi. Sebagai contoh, PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) telah menerapkan fitur ini melalui aplikasi BRImo. Melalui BRImo, calon nasabah dapat melakukan pembukaan rekening BRI tanpa harus datang langsung ke kantor cabang.

Beberapa contoh design thinking di atas pastinya menjadi sebuah alasan penting mengapa sebuah perusahaan perlu menerapkan design thinking dalam peluncuran produknya. Perusahaan dengan design thinking yang baik adalah perusahaan yang mampu menemukan dan mengembangkan inovasi baik dari segi produk dan juga menawarkan solusi atas permasalahan yang dihadapi.

0 komentar

Post a Comment