Jenis-Jenis Infrastruktur Jalan dan Pengaruhnya Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Author -  Nidaur Rahmah

Dengan adanya infrastruktur jalan sebagai sarana dan prasarana untuk pengangkutan barang sangatlah berperan penting dalam merangsang pertumbuhan ekonomi. Hal ini disebabkan ketersediaan jalan dapat memperlancar proses produksi dan distribusi suatu barang.

Pembangunan infrastruktur jalan juga turut serta dapat meningkatkan pertumbuhan wilayah-wilayah baru di sekitarnya. Dengan sistem lalu lintas jalan yang handal dan memadai, waktu pengiriman barang dan jasa dari suatu tempat ke tempat lain bisa direncanakan dan dijadwalkan dengan baik, dan keamanan barang/jasa akan terjamin.


Apa itu Infrastruktur Jalan?

Infrastruktur jalan adalah prasarana fisik, berfungsi untuk menghubungkan antara wilayah satu dengan wilayah lainnya,  di samping mendorong pengembangan ekonomi masyarakat.

Keberadaan infrastruktur jalan raya akan memengaruhi biaya variabel dan biaya tetap yang harus ditanggung oleh para pelaku usaha. Namun, dalam pelaksanaan pengadaan infrastruktur jalan ini merupakan tanggung jawab pemerintah, bukan pihak swasta. Karena jika dibangun sendiri oleh sektor swasta maka akan mengakibatkan semakin meningkatnya biaya atau cost of entry untuk suatu kegiatan ekonomi menjadi sangat mahal.

Lebih jauh lagi dengan keberadaan infrastruktur jalan sangat berpengaruh terhadap biaya transportasi. Murahnya biaya transportasi memberikan kesempatan pada produsen untuk mendistribusikan produknya ke pedesaan dan daerah terpencil secara lebih efektif dan efisien sehingga penduduk di pedesaan bisa membeli barang dan jasa dengan harga bersaing.


Jenis-Jenis Infrastruktur Jalan


Secara umum jalan dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu jalan alam (natural) dan jalan buatan (artificial). Berbeda dengan jalan alam yang merupakan pemberian alam dan tersedia untuk semua orang tanpa biaya, jalan buatan membutuhkan usaha manusia untuk membuat konstruksi dan pemeliharaannya.

Klasifikasi infrastruktur jalan dapat dibedakan menjadi berikut ini:


1. Berdasarkan permukaan jalan

  • Jalan tanah, yaitu jalan yang permukaannya berupa tanah.
  • Jalan kerikil, yaitu jalan yang permukaann berupa kerikil-kerikil kecil dan biasanya jalan jenis ini terdapat pada jalan pra-aspal.
  • Jalan aspal/hotmix, yaitu jalan yang permukaannya yang diperkeras dengan bahan aspal atau campuran.

2. Berdasarkan fungsi jalan

  • Jalan arteri, yaitu jalan yang melayani angkutan utama dengan cirri-ciri perjalanan jarak jauh, kecepatan rata-rata timggi, dan jumlah masuk dibatasi.
  • Jalan kolektor, yaitu jalan yang melayani angkutan pengumpulan dengan cirri-ciri perjalanan masuk dibatasi.
  • Jalan lokal, yaitu jalan yang melayani angkutan setempat dengan cirriciri perjalanan jarak dekat, kecepatan rata-rata rendah, jumlah jalan masuk tidak dibatasi.

3. Berdasarkan sistem jaringan

  • Jalan primer, yaitu jalan yang menghubungkan semua wilayah nasional dan antar perkotaan dan berfungsi sebagai prasarana pendistribusian barang/jasa.
  • Jalan sekunder, yaitu jalan yang hanya menghubungkan kawasan perkotaan dan berperan sebagai prasarana pendistribusi barang/jasa.

4. Berdasarkan status jalan

  • Jalan nasional, yaitu jalan yang menghubungkan antar ibukota provinsi termasuk jalan tol.
  • Jalan provinsi, yaitu jalan yang menghubungkan ibukota provinsi dengan ibukota kabupaten/kota.
  • Jalan kabupaten/kota, yaitu jalan yang menghubungkan antar ibukota kabupaten/kota dengan kecamatan, dan pusat kegiatan lokal.

5. Menurut kondisi jalan

  • Jalan rusak berat, yaitu jalan yang hanya dapat dilalui dengan kendaraan di bawah 20 km/jam dan biasanya untuk bentuk permukaannya berbatuan kasar atau tanah lumpur.
  • Jalan rusak ringan, yaitu jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan dengan kecepatan 20-40 km/jam dan perlu perbaikan pondasi jalan.
  • Jalan sedang, yaitu jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan 40-60 km/jam dan selama 1 tahun mendatang tanpa rehabilitas pada pengerasan jalan.
  • Jalan baik, yaitu jalan yang dapat dilalui dengan kendaraan dengan kecepatan melebihi 60 km/jam dan selama dua tahun kedepan masih dalam kondisi baik, tanpa perlu pemeliharaan pada pengerasan jalan.


Pengaruh Infrastruktur Jalan Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah


Infrastruktur jalan memiliki hubungan dengan pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional. Hal ini disebabkan jalan merupakan tempat yang digunakan oleh masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi seperti penyaluran hasil produksi perusahaan ke berbagai daerah. 

Sebagai contohnya bahan baku yang berasal dari suatu tempat butuh untuk didistribusikan ke pabrik yang membutuhkan. Nah, dengan adanya jalan yang baik tentu saja dapat memperlancar transportasi pengiriman bahan baku tersebut, bahkan kemudian akan berlanjut distribusi barang dari pabrik ke pasar sehingga sampai di tangan masyarakat. 

Sebaliknya prasarana infrastruktur jalan yang buruk dan rusak akan menghambat alokasi sumber daya, pengembangan industri, pendistribusian faktor produksi, barang dan jasa yang ada sehingga dapat mempengaruhi pendapatan dan kesejahteraan masyarakat setempat. 

Itulah ulasan mengenai apa itu infrastruktur jalan dan pengaruhnya terhadapa pertumbuhan ekonomi. Jalan merupakan infrasturktur yang paling dikejar saat ini oleh pemerintah karena sangat berperan penting dalam perekonomian nasional. Baik buruknya kualitas infrastruktur jalan dapat mempengaruhi naik dan turunnya pertumbuhan ekonomi di suatu daerah. Karena kondisi jalan dapat mempengaruhi kecepatan perpindahan barang/jasa dari suatu tempat ke tempat tujuannya.

0 komentar

Post a Comment