Proses Supply Chain Management (SCM)

Supply Chain Management (SCM) atau manajemen rantai pasokan merupakan pengelolaan aktivitas dalam rangka memperoleh bahan baku atau bahsan mentah setengah jadi, kemudian mengolah bahan mentah tersebut menjadi barang jadi/produk akhir, dan mengirimkan produk tersebut ke pelanggan melalui sistem distribusi.



Kegiatan Supply Chain Management (SCM)



Agar proses supply chain management (SCM) dapat berjalan dengan lancar, kegiatan-kegiatan antara pemasok dengan distributor ini meliputi penetapan :
  1. Pengangkut, 
  2. Pentransferan kredit dan tunai, 
  3. Pemasok (supplier)
  4. Distributor dan bank, 
  5. Utang dan piutang, 
  6. Pergudangan, 
  7. Pemenuhan pesanan, dan 
  8. Membagikan informasi mengenai ramalan permintaan, produksi, dan kegiatan pengendalian persediaan.

Komponen Supply Chain Management (SCM)



Supply Chain Management memiliki tiga komponen yang mendukung seperti:

  1. Upstream Supply Chain Management,

    Yaitu suatu proses dimana perusahaan industri mendapatkan vendor pemasok dari penyedia bahan baku. Dalam manajemen ini, sebuah produk tidak langsung jatuh ke tangan pelanggan, melainkan melewati jalur pengolahan oleh perusahaan industri terlebih dahulu.

    Misalnya adalah perusahan kontraktor yang membutuhkan supplier bahan baku kayu. Produk kayu tersebut tidak akan tiba-tiba sampai pada owner (pemilik) dalam bentuk bahan mentah, tetapi terlebih dahulu perusahaan kontraktor mengolahnya menjadi produk keperluan-keperluan konstruksi, misal untuk kerangka atap, mebelair (furniture) atau untuk ornamen-ornamen sebuah bangunan.
  2. Downstream Supply Chain Managament,

    Yaitu suatu proses pendistribusian hasil akhir produk oleh perusahaan ke pelanggan tanpa melewati vendor penyetok barang/bahan baku.Misalnya perusahaan jasa konveksi atau mebel, yang mana bidang usaha tersebut membuat produk langsung berdasarkan permintaan pelanggan.

  3. Internal Supply Chain Management,Yaitu suatu proses pendistribusian barang dalam sistem manajemen aktivitas produksi internal sebuah perusahaan industri.


     

Manajemen Bisnis dalam SCM



Menurut Stock dan Lambert (2001), ada delapan bisnis inti dalam manajemen rantai pasokan yang meliputi :

  1. Customer relationship management
    Mengidentifikasi pelanggan potensial yang dinilai akan memberikan keuntungan bagi perusahaan.
  2. Customer service management
    Informasi tepat waktu bagi pelanggan, untuk memperlancar pelaksanaan pengiriman barang. 
  3. Demand management
    Menyeimbangkan antara permintaan pelanggan dengan kemampuan perusahaan untuk memenuhi permintaan tersebut.
  4. Order fulfillment
    Pemenuhan kebutuhan konsumen pada waktu, tempat, dan jumlah yang tepat.
  5. Manufacturing flow management
    Tindakan untuk menyesuaikan permintaan dari pelanggan dengan kemampuan produksi yang dapat dipenuhi perusahan.
  6. Procurement
    Tindakan dari fungsi pembelian dengan mengembangkan mekanisme komunikasi agar dapat mengurangi waktu dan memberikan penghematan dalam transaksi pembelian.
  7. Product development and commercialization
    Tindakan melibatkan supplier dan konsumen dalam proses pengembangan produk perusahaan yang diinginkan oleh konsumen.
  8. Return
    Merupakan tindakan untuk mengelola feedback dari pelanggan terhadap produk guna perbaikan kinerja bagi perusahaan.

Proses Supply Chain Management (SCM)



Dalam proses supply chain sendiri terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari adanya permintaan dari pelanggan terhadap produk hingga hingga permintaan pengiriman barang oleh pelanggan, berikut ini penjelasan selengkapnya:


  • Pelanggan (Customer)
Pelanggan merupakan mata rantai pertama yang melakukan permintaan pesanan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Informasi yang diperlukan oleh perusahaan adalah seperti kapan tanggal pengiriman produk dan berapa jumlah produk yang diperlukan oleh pelanggan.

Atau yang dilakukan oleh perusahaan adalah melakukan riset pasar, seperti data mengenai kompetitor produk, dan berapa kira-kira jumlah sebuah barang yang perlu diproduksi sehingga barang tersebut bisa diserap sesuai dengan kebutuhan pelanggan/konsumen.
  • Perencanaan (Planning)
Setelah pelanggan membuat pesanan yang diinginkan, perusahaan akan menyiapkan perencanaan produksi untuk menghasilkan produk yang dibutuhkan oleh pelanggan. Perusahaan akan mempertimbangkan kemampuan vendor/supplier untuk menyediakan bahan baku dan bahan-bahan pendukung lainnya.


  • Pembelian (Purchasing)
Untuk tahapan ketiga yaitu perusahaan akan melakukan pembelian bahan baku dan bahan pendukung lainnya serta mengatur tanggal penerimaan dan jumlah yang dibutuhkan.

  • Persediaan (Inventory)
Bahan baku dan bahan pendukung lainnya disimpan ke dalam gedung untuk kebutuhan produksi sebagai inventory. Dalam posisi ini, bahan baku harus dijaga kualitasnya sehingga saat diproduksi akan menghasilkan hasil produk akhir yang memiliki kualitas juga.

  • Produksi (Production)
Selanjutnya bagian produksi akan mengolah bahan baku dan bahan pendukung yang telah dipasok oleh vendor/supplier tersebut hingga menghasilkan barang jadi yang dibutuhkan oleh pelanggan.

Baca juga: Apa itu Vendor? dan Bagaimana Memilih Vendor yang Tepat

  • Transportasi (Transportation)
Barang jadi yang sudah dihasilkan oleh perusahaan kemudian dimasukkan ke gudang dan siap dikirim ke pelanggan sesuai dengan jadwal yang di tentukan.
 
Dalam proses supply and management (SCM) ini dibutuhkan kerjasama yang baik untuk menjamin keselarasan dan komunikasi antara seluruh kesatuan bisnis.

Demikianlah penjelasan mengenai pengertian Supply Chain Management (SCM) dan bagaimana prosesnya. Semoga bermanfaat!

Referensi:

Stock, James. R And Douglas Lambert. 2001. Strategic Logistic Management. 4th Edition. New York : McGraw-Hill.

0 komentar

Post a comment