Mengenal Tanah Podsolik, Karakteristik, Manfaat, Hingga Penyebarannya

Author -  Nidaur Rahmah

Salah satu unsur pembentuk bumi adalah tanah, tempat manusia berpijak dan tempat berbagai jenis tanaman tumbuh. Tanah sendiri terbagi menjadi berbagai jenis yang memiliki karakteristik dan pemanfaatan yang berbeda pula, salah satunya yakni jenis tanah podsolik.

Jika di suatu daerah ditemukan jenis tanah podsolik, maka tanah ini dapat dimanfaatkan/diolah dengan baik sehingga nantinya bermanfaat bagi pemiliknya. Untuk itu, jika Anda penasaran apakah tanah yang Anda miliki apakah tergolong tanah podsolik atau bukan, yuk cari tahu karakteristiknya, kelebihan dan kekurangannya, dan juga cara memanfaatkannya.



Pengertian Tanah Podsolik

Tanah podsolik ini terbentuk karena curah hujan yang tinggi serta suhu rendah, inilah yang membuatnya banyak tersebar di Indonesia. Tanah yang tergolong dalam kelompok tanah mineral tua ini memiliki warna kekuningan atau kemerahan. Warna tersebut menandakan bahwa tingkat kesuburan jenis tanah tersebut agak rendah. 

Warna kuning atau kemerahan pada tanah podsolik ini disebabkan oleh adanya proses longgokan alumunium atau besi yang teroksidasi, ini biasa disebut jenis tanah dari kelompok tanah ultisol. Nah, tanah ultisol sendiri adalah tanah yang telah mengalami proses pencucian saat iklim tropis.

Karakteristik Tanah Podsolik


Tentunya setiap jenis tanah memiliki karakteristik atau ciri-ciri, baik itu dari bentuk fisiknya maupun dari kandungan yang dimilikinya. Selain bercirikan warna kemerahan atau kekuningan, tanah podsolik mempunyai karakteristik lain yang perlu Anda ketahui. Karakteristik tersebut diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Unsur Basa Rendah

Ciri tanah podsolik adalah ini memiliki unsur basa yang rendah, termasuk kandungan Ca, Mg, dan K yang rendah. Kejenuhan terhadap unsur basa ini membuat podsolik kurang cocok ditanami tanaman satu musim. 

2. Unsur Hara Rendah

Selain unsur basa yang rendah, karakteristik tanah podsolik adalah memiliki kandungan unsur hara yang rendah pula. Kandungan lempung tanah ini memiliki aktivitas rendah, sehingga daya simpan unsur haranya pun rendah. 

Nah, biasanya tanah yang memiliki daya simpan unsur hara tinggi maka akan semakin subur, jadi inilah alasan podsolik bertingkat kesuburan rendah.

3. Kadar Bahan Organik Relatif Rendah

Berbeda dengan jenis tanah lainnya yang memiliki kadar bahan organic tinggi, podsolik justru memiliki kandungan bahan organic yang relatif rendah, hanya berjumlah sedikit. Bahkan, kandungan tersebut hanya ada di bagian permukaan tanah saja.

Karakteristik yang satu ini membuat tanah podsolik tidak cocok ditanami berbagai jenis tanaman, karena tidak akan tumbuh subur, terlebih untuk jenis tanaman musiman.

Pemanfaatan Tanah

Nah, 4 karakteristik utama seperti di atas, maka bagaimana pemanfaatan tanah podsolik yang tepat? Apakah masih bisa dimanfaatkan untuk pertanian? Yuk simak pemanfaatan podsolik berikut ini!

1. Untuk Pertanian

Meski dikatakan kurang cocok ditanami berbagai jenis tanaman, namun tanah jenis ini bisa Anda manfaatkan untuk pertanian. Bagaimana caranya? Anda harus memperbaiki kondisi tanah dengan menambahkan pupuk organik. Pupuk jenis ini dianggap mampu memperbaiki struktur tanah, sehingga tingkat kesuburannya pun bertambah.

Beberapa jenis tanaman yang bisa ditanam pada tanah jenis podsolik yang dicampur pupuk yakni kelapa sawit, karet, jambu mete, pohon kelapa, dan beberapa tanaman lainnya. Tanaman untuk tanah ini sebaiknya tanaman yang akarnya tidak masuk ke dalam, karena unsur haranya hanya terdapat di permukaan atas.

Tanah jenis ini cocok untuk pertanian organic, yakni sistem bertani tanpa menggunakan pupuk kimiawi buatan atau tambahan unsur lainnya. Ya, system semacam ini mampu meminimalisir kekurangan podsolik yang tingkat kesuburannya rendah. 

2. Untuk Kebutuhan Industri

Jika tidak ingin mengambil resiko terlalu besar di bidang pertanian, maka Anda bisa memanfaatkan tanah podsolik untuk kebutuhan industri. Dibuat apa saja tanah jenis ini? Bisa untuk bahan baku pembuatan genting, keramik, dan batu bata. 

3. Untuk Membuat Karya Seni

Selain untuk kebutuhan industri, tanah berwarna kemerahan atau kekuningan ini bisa dijadikan karya seni. Ya, hal ini karena podsolik memiliki kandungan lempung yang mudah dibentuk. Anda dapat membuat patung, wadah puntung rokok, vas bunga, atau dekorasi lainnya.

Baca juga: Aneka Produk Kerajinan dari Bahan Lunak

4. Untuk Habitat Hewan

Seperti tanah jenis lainnya, podsolik juga menjadi tempat hidup bagi hewan atau makhluk hidup lainnya. Meskipun kandungan unsur hara dan basanya rendah, namun podsolik tetap bisa menjadi habitat bagi beberapa jenis hewan.

5. Pembuatan Tanggul

Tepian sungai di wilayah pedesaan biasanya menggunakan tanggul alami yang terbuat dari tanah. Nah, jenis tanah yang cocok untuk pembuatan tanggul adalah podsolik, sebab memiliki sifat mudah mengeras.

Kelebihan dan Kekurangan Tanah Podsolik

Setiap jenis tanah memiliki kelebihan dan kekurangan, nah, hal tersebut bisa dilihat dari karakteristik yang dimilikinya. Apa saja kelebihannya? Simak ulasan berikut!

  • Dapat digunakan sebagai tanah penopang, terutama untuk tanaman kelapa, kelapa sawit, karet, dan jambu mete.
  • Mudah dibentuk menjadi karya seni.
  • Cocok digunakan untuk kebutuhan industri seperti industri pembuatan genteng, keramik, dan batu bata.

Akan tetapi, dibalik kelebihan tersebut, podsolik memiliki kekurangan, diantaranya sebagai berikut:

  • Tingkat kesuburan rendah, harus dicampur dengan pupuk organic.
  • Daya simpan unsur haranya sangat rendah.
  • Kadar bahan organik sangat rendah.
  • Tidak cocok untuk tanaman semusim.
  • Sifatnya mudah basah.
  • Terdapat kandungan alumunium dan besi yang tinggi.

Persebaran Tanah Podsolik

Di Indonesia sendiri, tanah jenis ini cukup banyak ditemukan, hal ini karena iklim tropis di wilayah Indonesia sangat mendukung keberadaan podsolik. Bahkan, beragam jenis tanah selain podsolik tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.

Nah, untuk podsolik sendiri lebih mudah Anda temukan di kawasan pegunungan, terutama di pegunungan Sumatera, Kalimantan, Jawa Barat, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Cukup banyak bukan?

Itu lah penjelasan lengkap mengenai tanah podsolik, mulai dari pengertian, karakteristik, pemanfaatan, kelebihan dan kekurangannya, hingga persebarannya di wilayah Indonesia. Setelah mengetahui informasi lengkap tersebut, diharapkan manusia makin sadar untuk menjaga kelestarian lingkungan, terutama tanah berwarna kemerahan atau kekuningan ini. Jadi, yuk lestarikan tanah jenis podsolik dengan pemanfaatan yang benar!

0 komentar

Post a Comment