Mengenal Pasar Oligopoli, Contoh, Karakteristik, hingga Dampaknya

Author -  Nidaur Rahmah

Dalam dunia pasar, dikenal macam-macam jenis pasar sesuai dengan karakteristiknya masing-masing, salah satunya pasar oligopoli. Contoh pasar oligopoli ini sering kita jumpai sehari-hari, namun mungkin Anda tidak sadar atau tidak tahu bahwa itulah yang dinamakan pasar oligopoli.

Agar tidak salah lagi dalam mengenali apa itu pasar oligopoli beserta jenis dan contohnya, berikut informasi yang bisa Anda simak untuk menambah wawasan mengenai dunia ekonomi. 



Apa Itu Pasar Oligopoli?

Pasar merupakan tempat terjadinya transaksi jual beli yang melibatkan banyak orang dengan berbagai macam latar belakang. Dalam melakukan aktivitas di pasar tentu ada persaingan antara penjual satu dengan yang lainnya agar produk yang mereka jual bisa terjual dengan cepat.

Nah, adapun pasar oligopoli adalah jenis pasar yang persaingannya tidak sempurna. Dinamakan persaingan tidak sempurna karena di dalam pasar ini antara produsen dan pedagang dengan pembeli jumlahnya tidak sebanding atau tidak sepadan.

Penurunan omzet penjualan bisa menurun jika konsumen berpindah ke produk yang lain. Oleh karena itu, dalam pasar oligopoli produsen harus dapat meningkatkan aktivitas pemasaran serta promosi produk supaya usaha tetap bertahan.

Meskipun jumlah pembelinya lebih banyak dan produsennya lebih sedikit, persaingan dalam pasar oligopoli sangatlah ketat. Hal ini karena wadah transaksi jual beli yang satu ini bisa dibilang tidak sempurna. 

Untuk lebih jelasnya sebaiknya ketahui karakteristik dan contoh pasar oligopoli yang akan dijelaskan pada bagian di bawah ini.

Karakteristik Pasar Oligopoli




Dikategorikan sebagai salah satu jenis pasar yang berbeda dengan jenis yang lainnya, sudah pasti pasar oligopoli memiliki karakteristik atau ciri-cirinya sendiri. 

Adapun ciri-ciri pasar oligopoli antara lain:

1. Terdapat 2 hingga 10 Produsen

Karakteristik pasar oligopoli yang paling menonjol adalah jumlah produsen atau penyedia barang yang sangat berbanding terbalik dengan jumlah konsumennya. Dalam pasar oligopoli ini yang menjalankan proses produksi sekurang-kurangnya hanya ada 2 produsen saja atau tidak lebih dari 10.

Sedikitnya jumlah produsen barang inilah yang menyebabkan pasar oligopoli disebut sebagai persaingan tidak sempurna. Hal ini sangat berbeda dengan produsen teknologi yang persaingannya lebih maksimal karena jumlahnya banyak.

2. Produk Homogen dan Saling Menggantikan

Industri rokok merupakan salah satu contoh pasar oligopoli. Produk rokok ini bentuknya homogen, namun dapat memiliki varian yang lebih banyak. Jika suatu produk rokok tidak laku di pasaran, maka akan terganti dengan produk rokok yang lainnya.

3. Harga Barang Serupa

Adanya penentuan kebijakan naik dan turunnya harga barang oleh produsen utama menyebabkan produk yang dijual pada pasar oligopoli harganya relatif sama di pasaran. Produsen di bawah produsen utama nantinya akan mengikuti besaran harga yang sudah ditentukan.

4. Produsen Utama Menjadi Acuan Produsen Lain

Tak hanya soal harga, kebijakan-kebijakan lain yang ditetapkan oleh produsen utama nantinya juga akan dijadikan acuan produsen lainnya. Beberapa di antaranya adalah pergantian fungsi dan rasa dari produk.

5. Sulitnya Masuk Pasar bagi Produsen Baru

Kemampuan memainkan harga untuk mempertahankan konsumen yang dilakukan oleh produsen lama tentu akan membuatnya menjadi dikenal masyarakat atau istilahnya eksis. Hal ini menjadikan produsen baru cukup sulit untuk masuk ke pasar tersebut.

6. Strategi Pemasaran Cukup Sulit

Sama seperti halnya perusahaan baru yang ingin masuk ke pasar oligopoli, kesulitan lain yang dijumpai di pasar ini adalah strategi pemasarannya. Konsumen bisa berpindah ke produk lain jika strategi pemasaran tidak dilakukan dengan baik. Hal ini karena produk yang dipasarkan sifatnya homogen.

Jenis-Jenis dan Contoh Pasar Oligopoli


Tak hanya memiliki karakteristik, pasar oligopoli juga terdiri dari beberapa jenis, di antaranya:

  • Pasar Oligopoli Murni, yakni jenis pasar oligopoli yang hanya menjual satu macam produk tapi banyak variasi. Ciri lainnya adalah adanya perbedaan harga yang tidak begitu signifikan, jika perusahaan utama menaikkan harga maka perusahaan lain akan mengikutinya.
  • Pasar Oligopoli Terdiferensiasi, yakni pasar oligopoli yang hanya menjual satu macam produk namun tidak berpatokan pada perusahaan utama.
  • Pasar Oligopoli Non Kolusi¸ yakni pasar oligopoli yang produsennya memainkan harga dengan cara melihat perkembangan produsen lainnya meski tidak mengacu dengan perusahaan itu.
  • Pasar Oligopoli Kolusi, yakni pasar oligopoli yang produsen satu dengan lainnya bekerja sama untuk memainkan harga.

Adapun yang termasuk contoh pasar oligopoli antara lain rokok, industri semen, jasa penerbangan, industri kendaraan, dan layanan telekomunikasi.

Baca juga: Apa itu Pasar Monopolistik? Berikut Ciri-Ciri, Contohnya, Serta Kelebihan dan Kekurangannya


Kelebihan dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Sama seperti jenis pasar lainnya, pasar oligopoli juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Sesuai dengan beberapa deskripsi di atas, berikut kelebihan dan kekurangannya.

1. Kelebihan

  • Konsumen dapat memilih variasi produk sesuai keinginan karena banyaknya varian di dalam pasar oligopoli.
  • Produk berkualitas karena perusahaan akan menjaga kualitas produk agar konsumen mau bertahan.
  • Produk akan terus berkembang karena produsen akan melakukan inovasi terus-menerus untuk mempertahankan konsumen.


2. Kekurangan

  • Produsen baru kesulitan masuk pasar.
  • Kerap terjadi perang harga antara produsen satu dengan yang lainnya agar konsumen lebih banyak.
  • Membutuhkan modal besar karena promosi dilakukan terus-menerus agar konsumen mudah mengingat produk.


Dampak yang Ditimbulkan Pasar Oligopoli


Setelah mengenal contoh pasar oligopoli mungkin Anda akan lebih mudah memahami dampak yang ada dari pasar oligopoli ini. Adanya pasar oligopoli tentu memiliki dampak tersendiri bagi kelangsungan pasar, seperti:

  • Penjual tidak banyak.
  • Penjual dapat mengendalikan harga.
  • Konsumen akan diuntungkan jika perang harga terjadi.
  • Produsen untung terlalu besar dalam jangka waktu panjang.
  • Konsumen dan karyawan perusahaan rawan mengalami eksploitasi.
  • Timbulnya efisiensi produksi.
  • Harga produk yang terlalu tinggi dan sulit turun dapat mengakibatkan inflasi kronis.


Contoh pasar oligopoli ini nyata adanya dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari kendaraan yang kita pakai hingga rokok yang sering kita jumpai di warung-warung kecil. Informasi di atas bisa menambah wawasan ilmu ekonomi yang ada di kehidupan sehari-hari.

0 komentar

Post a Comment