Teknik Budidaya Tambak Udang dan Keuntungannya

Author -  Nidaur Rahmah

Tambak adalah salah satu istilah dalam budidaya perairan (akuakultur) yang sering juga disebut dengan “gili-gili” dan “tabat” oleh sejumlah orang dari daerah berbeda. Meskipun namanya tidak sama, namun ketiganya mengarah pada arti / definisi yang sama. Dan untuk penyebutan tambak biasanya orang-orang menggunakan istilah yang spesifik yang menunjukkan budidaya apa yang dikembangkan oleh pemilik tambang, misalkan "tambak udang" berarti tambak yang digunakan untuk membudidayakan udang.

Secara umum, ketiga istilah di atas, yakni gili-gili, tabat dan tambak, didefinisikan sebagai sebuah area dengan luas tertentu dan berisikan air sebagai tempat untuk budidaya perikanan atau akuakultur, mulai dari ikan hingga udang dan kerang. Tambak pada umumnya berlokasi di daerah pantai/pesisir.




Definisi Tambak Menurut Para Ahli


Tambak berbeda dengan kali atau sungai karena tidak memiliki aliran air, dan juga tidak sama dengan danau karena luas tambak lebih kecil dan dengan kedalaman yang umumnya tidak lebih dari 1,8 meter. Selain pengertian umum di atas, tambak diartikan seperti berikut oleh beberapa ahli:

1. Martosudarmo dan Bambang (1992)

Menurut Martosudarmo dan Bambang, tambak adalah kolam buatan yang berlokasi di daerah pasang surut dan difungsikan sebagai habitat buatan untuk udang laut, ikan bandeng, ikan kerapu, ikan nila, kakap putih dan sejumlah hewan air payau lain. 

Sebagai informasi tambahan, air payau adalah air tawar yang bercampur dengan air asin (air laut). Menurut kedua ahli ini, sebagian besar air yang ada di dalam tambak berasal dari air pasang yang membuat air tawar yang sudah ada di dalam tambak menjadi bercampur dengan air laut sehingga menjadi payau.

2. Poernomo (1985)

Definisi tambak menurut Poernomo adalah genangan air di dalam sebuah kolam buatan yang berlokasi di daerah pesisir dan memanfaatkan air pasang untuk pengelolaanya. Tambak dibangun cukup dekat dari laut dan menggunakan pematang-pematang yang berfungsi sebagai pintu masuk air pasang. 

3. Afrianto dan Evi (1991)

Dua orang ahli bernama Afrianto dan Evi mengartikan tambak sebagai suatu habitat buatan untuk hewan air payau yang umumnya berada di area pantai. 

Keduanya setuju bahwa keberhasilan dari budidaya hewan-hewan di dalam tambak sangat dipengaruhi oleh lahan dari tambak itu sendiri (apakah lahan untuk pengembangan budidaya sudah sesuai parameter fisika, kimia dan biologi perairan, dan apakah sudah mempertimbangkan sejumlah faktor sosial dari masyarakat yang hidup di sekitar tambak).

Bagaimana Membuat Tambak?






Saat membuka lahan untuk membuat tambak, pastikan untuk memperhatikan syarat dan ketentuan yang ada sehingga keseimbangan dan kelestarian lingkungan tidak terganggu yang dapat menimbulkan masalah. Menurut Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, sejumlah syarat membuat tambak adalah:

  1. Tambak harus dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) guna mencegah penularan penyakit.
  2. Saat membuat tambak di sepanjang pesisir tidak boleh membuat bangunan lain secara berlebihan, karena akan merusak keseimbangan pantai.
  3. Limbah tambak tidak boleh dibuang sembarangan.
  4. Tidak boleh mengorbankan tumbuhan dan / atau makhluk hidup lain yang ada di sepanjang pesisir.

Sedangkan untuk cara membuat tambak adalah:

  1. Tentukan lokasi yang ideal sesuai persyaratan.
  2. Keruk tanah hingga terbentuk lubang untuk air dengan ukuran yang dibutuhkan.
  3. Lakukan pengeringan tanah di bawah sinar matahari langsung (biasanya sekitar 3 hari) untuk membunuh hama dan bibit penyakit di dalam tanah.
  4. Lakukan remediasi (membersihkan permukaan tanah dengan menambahkan bahan tertentu untuk mengurangi unsur berbahaya yang ada di tanah).
  5. Lapisi dasar tambak dengan terpal, kemudian isi dengan air dan diamkan beberapa hari sampai plankton tumbuh alami yang berfungsi sebagai pakan alami dari hewan di dalam tambak.

Teknik Budidaya Tambak Udang



Udang Windu

Pada sejumlah deskripsi di atas disebutkan bahwa salah satu budidaya perairan yang sering dilakukan di tambak adalah udang. Tambak udang merupakan contoh kegiatan ekonomi di bidang pertanian dan perikanan.

Dibanding sejumlah hewan air payau lainnya, udang memang lebih populer sebagai pengisi tambak. Jenis udang sendiri ada banyak namun yang paling dikenal mengisi tambak adalah udang windu.

Udang ini memiliki nama ilmiah Penaeus Monodon dan mendapat sejumlah julukan berbeda seperti Asian Tiger ShrimpGiant Tiger Prawn, dan Black Tiger Shrimp. Semua nama julukannya mengandung kata tiger karena tampilan fisik udang ini adalah loreng / belang-belang mirip harimau.

Udang laut asli Nusantara ini bisa tumbuh hingga panjangnya 35 cm dan bobotnya mencapai 260 gram. Tapi saat dipelihara di tambak, ukuran tubuhnya cenderung lebih pendek sekitar 20 cm, dan berat rata-rata 140 gram. Setelah membuat tambak sesuai syarat, berikut cara membudidayakan udang windu:

1. Cari bibit udang yang berkualitas dengan ciri-ciri:

  • Warna bibit kecoklatan dan tubuhnya terlihat transparan.
  • Warna tubuh rata dan bagian punggungnya tidak terdapat bercak putih.
  • Aktif berenang dan gesit saat ada predator / merasa terganggu.
  • Bibit tidak terkena virus, bakteri, atau penyakit lain.

2. Tebar bibit dengan cara memasukkan bibit ke dalam wadah, lalu masukkan wadah dengan posisi miring ke dalam tambak agar bibit udang berenang sendiri ke dalam tambak, jadi jangan bibitnya ditebar / dilempar.

3. Rawat bibit udang dengan cara:

  • Rutin mengganti air sekitar 2 minggu sekali.
  • Beri pakan buatan dan alami secara seimbang sebanyak 2 kali sehari saat pagi dan sore dengan jumlah pakan sekitar 10% dari berat udang.

4. Panen udang setelah usianya 3 bulan dengan menggunakan serok atau jaring, lalu masukkan udang ke wadah berisi air dan cuci bersih. Selanjutnya masukkan udang ke box styrofoam yang sudah diberi es untuk selanjutnya dipasarkan.

Keuntungan Budidaya Tambak Udang


Meskipun membuka lahan untuk membuat tambak di area pesisir biasanya akan mengurangi populasi tanaman yang ada dan menyebabkan intrusi air laut, namun dari sisi positif, lingkungan yang dibangun tambak udang mendapat sejumlah keuntungan juga seperti berikut:

  1. Membuka lapangan pekerjaan.
  2. Ekonomi masyarakat di sekitar lebih baik. 
  3. Membantu kesejahteraan masyarakat sekitar.
  4. Sumber protein meningkat.
  5. Berpeluang menjadi tempat wisata.

Udang windu dipilih karena nilai ekonomisnya lebih tinggi dari jenis udang lain dan permintaan ekspornya banyak. Hal ini membuat para pengusaha beramai-ramai untuk terjun dalam budidaya udang windu di tambak. Pastikan untuk membuat tambak sesuai dengan aturan yang ada agar tidak merusak lingkungan.

0 komentar

Post a Comment