Contoh Blueprint, Komponen, dan Cara Membuatnya

Author -  Nidaur Rahmah

Cetak biru atau blueprint adalah istilah yang sering digunakan dalam bidang konstruksi dan arsitektur. Namun tahukah Anda jika dunia bisnis juga mengenal istilah blueprint? Lantas, apakah penggunaan kedua istilah tersebut memiliki arti yang sama?

Secara garis besar, blueprint dalam bidang konstruksi maupun bisnis sama-sama merujuk pada kerangka awal yang digunakan sebagai gambaran untuk mencapai tujuan. Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai blueprint dalam dunia bisnis, simak pembahasan lengkap di bawah ini.

Ilustrasi Blueprint Bangunan dan Bisnis Restoran


Pengertian Blueprint

Blueprint adalah sebuah rancangan yang digunakan oleh sebuah organisasi/perusahaan yang berisi detail informasi suatu rencana. Informasi tersebut biasanya meliputi penetapan tujuan, detail sasaran, penyusunan strategi, proses pelaksanaan, hingga strategi untuk menarik konsumen ataupun klien.

Blueprint juga dikenal sebagai basic integrity sebuah organisasi/perusahaan. Dengan memiliki blueprint, diharapkan brand suatu bisnis akan menjadi lebih kuat karena memiliki tujuan yang jelas.

Proses pembuatan blueprint harus memperhatikan beberapa aspek seperti target konsumen atau klien, rencana, dan kriteria target. Blueprint biasanya juga memuat diagram yang menyuguhkan informasi tertentu.

Setiap perusahaan biasanya memiliki karakter tersendiri dalam membuat blueprint. Karakter tersebut bersifat unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Karakter ini pula yang digunakan sebagai identitas untuk produk atau layanan yang ditawarkan kepada konsumen.

Manfaat Blueprint

Blueprint mempunyai beberapa manfaat dalam perusahaan. Adapun manfaat blueprint adalah sebagai berikut:

1. Membantu Menemukan Kesalahan

Blueprint dapat digunakan untuk membantu menemukan kesalahan. Rancangan yang berisi diagram ini bisa memberikan gambaran sebagai acuan untuk menemukan masalah berikut dengan detail serta asal muasalnya.

2. Menghadirkan Peluang Optimasi

Diagram yang tercantum dalam blueprint bisa memberikan peluang optimasi untuk kegiatan yang akan dilakukan setelahnya. Diagram tersebut juga membuka kemungkinan semua proses bisa memperoleh optimasi sehingga tugas dapat dilaksanakan dengan baik.

3. Sebagai Pembanding

Manfaat blueprint yang selanjutnya adalah sebagai pembanding. Dengan blueprint Anda bisa membandingkan bisnis dengan bisnis kompetitor melalui diagram. Alhasil Anda bisa memperoleh gambaran yang lebih baik mengenai bisnis yang ingin dijalankan.

4. Memberikan Feedback

Blueprint bisa membantu Anda mendapatkan feedback untuk mengetahui baik buruknya bisnis yang sedang dijalankan. Feedback tersebut juga berfungsi sebagai sarana perbaikan untuk sistem di masa mendatang. Karena hal ini, wajar jika feedback memegang peranan penting pada bisnis perusahaan.

Komponen Blueprint

Sebuah blueprint bisnis perusahaan biasanya mempunyai beberapa komponen penting yang perlu diperhatikan. Berikut ini sejumlah komponen yang perlu Anda perhatikan ketika membuat sebuah blueprint adalah sebagai berikut:

1. Tempat

Komponen pertama yang perlu diperhatikan adalah tempat. Dalam hal ini, yang dimaksud dengan tempat tidak hanya sekedar tempat fisik seperti kantor atau area tertentu tetapi juga bisa berupa sosial media, email, dan sarana lain yang bisa digunakan untuk bertemunya berbagai pihak.

2. Aksi User

Aksi user merupakan respon yang ditunjukkan oleh user ketika berada di tempat yang telah ditentukan. Aksi tersebut dapat berupa pengambilan keputusan, mengamati, bertransaksi, maupun aktivitas lainnya.

3. Respon Perusahaan

Respon perusahaan terbagi menjadi dua, yaitu respon perusahaan terlihat dan respon perusahaan tidak terlihat. Respon perusahaan yang terlihat adalah respon yang ditunjukkan oleh perusahaan saat bertemu dengan konsumen maupun klien. Respon ini juga disebut dengan front stage employee action.

Sementara itu, respon perusahaan tidak terlihat merupakan komponen yang berkaitan dengan sistem. Ada banyak pihak yang terlibat pada proses pembuatan sebuah sistem atau website, misalnya programmer, developer, hingga content writer.

4. Garis

Komponen yang satu ini sering dipandang sebelah mata dalam pembuatan blueprint. Padahal garis memiliki fungsi penting yaitu untuk membedakan setiap kategori yang tercantum di dalam blueprint tersebut.

5. Pendukung

Ada beberapa aspek yang termasuk ke dalam komponen pendukung, misalnya layanan pihak ketiga. Untuk mendapatkan layanan ini biasanya digunakan jasa freelance maupun vendor demi lancarnya pelaksanaan kegiatan.

6. Komponen Lain

Sejumlah komponen lain yang perlu diperhatikan adalah timeline atau jadwal, target, dan metrik yang digunakan untuk mengukur tingkat kesuksesan.

Baca juga: Cara Membuat Jadwal Kurva S

Cara Membuat Blueprint

Ilustrasi Membuat Blueprint Perusahaan Konstruksi


Blueprint adalah sebuah rancangan yang terdiri dari sejumlah tahapan. Beberapa tahapan yang harus dilakukan ketika membuat blueprint meliputi tujuan, sasaran, strategi, hingga pelaksanaan. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Menentukan Tujuan

Tujuan bisnis terbagi menjadi dua, yaitu tujuan jangka panjang dan jangka pendek. Pastikan Anda sudah menentukan tujuan sebelum membuat blueprint bisnis.

2. Tentukan Sasaran

Pada tahapan ini, Anda perlu menentukan berbagai aspek seperti lokasi, metode dan media pemasaran, hingga target pasar. Positioning juga sangat penting untuk membantu memasarkan produk yang mudah diingat konsumen.

3. Rancang Strategi

Tahapan ini memastikan Anda mampu menyusun strategi yang terstruktur. Strategi tersebut bisa meliputi strategi harga, produk, promosi, hingga strategi SDM.

4. Pelaksanaan

Tahapan yang terakhir adalah pelaksanaan. Blueprint harus memuat tata cara pelaksanaan program yang terdiri dari aturan, tanggung jawab, serta ukuran pencapaian.

Contoh Blueprint dalam Bisnis dan Bangunan


Agar lebih mudah memahami seperti apa blueprint bisnis, Anda mungkin membutuhkan sebuah contoh. Simak blueprint sebuah bisnis pada restoran XYZ berikut ini dan perhatikan setiap komponen penyusunnya.

  • Ukuran waktu: Menyapa tamu dan menunjukkan meja (2 menit), pemrosesan pesanan (15 menit), pemrosesan pembayaran (3 menit)
  • Keterlibatan: Restoran, meja & kursi, buku menu, job order, makanan, meja kasir & Bill
  • Aksi user: Mengunjungi restoran > duduk > memesan makanan > makan > bayar
  • Tindakan di lapangan: Menyapa dan menunjukkan meja > memproses order > input ke sistem > mengantarkan menu > memproses pembayaran
  • Tindakan di balik layar: Memasak menu
  • Proses pendukung: Cetak job order dan cetak bill

Meskipun sama-sama berisi rancangan, blueprint bisnis dan blueprint bangunan sangatlah berbeda. Blueprint bisnis berisi penjabaran atau informasi detail mengenai kegiatan sebuah perusahaan, sedangkan blueprint bangunan lebih berfokus pada rancangan gambar.

Selain berisi rancangan bangunan, blueprint konstruksi juga memuat informasi penting seperti ukuran, ketinggian, dan lain sebagainya. Proses pembangunan akan mengikuti cetak biru tersebut agar menghasilkan bangunan yang sesuai keinginan.

Baca juga: Perbedaan Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur

Terlepas dari perbedaan antara kedua jenis blueprint, dapat disimpulkan bahwa blueprint adalah rancangan yang dibutuhkan agar proses pelaksanaan kegiatan berjalan dengan baik. Cetak biru ini memegang peranan yang sangat penting sehingga pembuatannya harus dilakukan dengan seksama.

0 komentar

Post a Comment