Mengenal ASEAN, Tujuan, Anggota, dan Bentuk Kerjasamanya Serta Peran Indonesia

Author -  Nidaur Rahmah

ASEAN adalah sebuah organisasi penting bagi negara-negara di wilayah Asia Tenggara. Bagaimana tidak? Perhimpunan ini dikenal sebagai wadah untuk membahas aspek ekonomi dan politik di negara-negara anggota serta memiliki tujuan tertentu yang hendak dicapai.

Anda tertarik untuk mengetahui lebih lanjut mengenai ASEAN termasuk sejarah, tujuan, negara-negara anggota, dan masih banyak lagi? Ikuti terus pembahasan di bawah ini.


Sejarah ASEAN?

ASEAN adalah kependekan dari Association of Southeast Asian Nations. Organisasi ekonomi dan politik ini khusus beranggotakan negara-negara yang berada di wilayah Asia Tenggara. Berdirinya ASEAN bermula dari kesamaan beberapa negara pendiri organisasi tersebut.

Sekitar tahun 1960-an sejumlah negara di Asia Tenggara mengalami masa-masa sulit. Berbagai perselisihan, konflik militer, hingga konflik bilateral menimbulkan permasalahan yang berdampak buruk bagi stabilitas ekonomi dan pertahanan di negara-negara tersebut.

Beberapa konflik yang tercatat dalam sejarah antara lain konflik militer di Kamboja, Laos, dan Vietnam serta konflik bilateral antara Indonesia dan Malaysia serta Vietnam dan Kamboja. Selain itu, Filipina dan Vietnam juga menjadi basis untuk blok Timur dan blok Barat.

Melihat kondisi tersebut, beberapa pemimpin negara di Asia Tenggara berinisiatif membentuk ASEAN demi menciptakan suasana yang lebih aman, kondusif, dan damai. Ada lima negara yang dikenal sebagai pendiri ASEAN, antara lain:

  • Indonesia, diwakili oleh Adam Malik selaku Menteri Luar Negeri Republik Indonesia
  • Malaysia, diwakili oleh Tun Abdul Razak selaku Wakil Perdana Menteri
  • Filipina, diwakili oleh Narcisco Ramos selaku Menteri Luar Negeri
  • Singapura, diwakili oleh Sinnathamby Rajaratnam selaku Menteri Luar Negeri
  • Thailand, diwakili oleh Thanat Koman selaku Menteri Luar Negeri

Mewakili negara masing-masing, beberapa pemimpin tersebut mengadakan pertemuan di Bangkok, Thailand pada tanggal 5 sampai 8 Agustus 1967. Berdirinya perhimpunan ini dimuat dalam Deklarasi Bangkok atau Deklarasi ASEAN.

Tujuan ASEAN

Secara garis besar, tujuan ASEAN adalah untuk menciptakan wilayah Asia Tenggara yang aman, damai, dan stabil. Jika merujuk pada Deklarasi Bangkok, maka tujuan pendirian organisasi ASEAN adalah sebagai berikut:

  1. Mempercepat kemajuan dalam bidang sosial, ekonomi, dan kebudayaan di Asia Tenggara.
  2. Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan cara saling menghormati keadilan serta hukum yang berlaku dalam hubungan antar negara di wilayah Asia Tenggara, serta mematuhi prinsip yang tercantum dalam Piagam PBB.
  3. Meningkatkan kerja sama serta saling membantu antar anggota untuk memecahkan masalah di berbagai bidang, seperti ekonomi, iptek, sosial, budaya, dan administrasi.
  4. Menjalin kerja sama efektif demi meningkatkan hasil pertanian, industri, serta memperluas perdagangan komoditas internasional, memperbaiki saran dan prasarana transportasi serta komunikasi, dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di setiap negara anggota.
  5. Meningkatkan kualitas ilmu pengetahuan di negara-negara anggota.
  6. Saling membantu dalam hal sarana pelatihan dan penelitian untuk pendidikan, profesional, administrasi, hingga teknik.
  7. Menjalin hubungan baik dengan perhimpunan internasional yang mempunyai tujuan serta visi yang sama sehingga terbuka kesempatan untuk menjalin hubungan yang lebih baik.

Anggota ASEAN



Hingga saat ini tercatat ada 10 negara di wilayah Asia Tenggara yang tergabung dengan ASEAN. Meskipun perhimpunan ini diinisiasi hanya oleh pemimpin 5 negara, beberapa negara lain seperti Brunei Darussalam dan Kamboja menyusul dan bergabung menjadi anggota organisasi.

Berikut ini daftar negara ASEAN terkini lengkap dengan tanggal bergabung:

  • Indonesia pada 8 Agustus 1967
  • Singapura pada 8 Agustus 1967
  • Filipina pada 8 Agustus 1967
  • Malaysia pada 8 Agustus 1967
  • Thailand pada 8 Agustus 1967
  • Brunei Darussalam pada 8 Januari 1984
  • Vietnam pada 28 Juli 1995
  • Laos pada 23 Juli 1997
  • Myanmar pada 23 Juli 1997
  • Kamboja pada 30 April 1999

Kerja Sama ASEAN

Anda pasti penasaran dengan bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di berbagai bidang ekonomi, sosial, dan pendidikan. Berikut ini beberapa contoh kerja sama yang telah dilakukan oleh negara anggota:

1. Bidang Ekonomi

Kerja sama antar negara ASEAN di bidang ekonomi terus mengalami kemajuan. Salah satu bentuk kesepakatan yang membawa perubahan besar yang telah dibentuk ASEAN adalah Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang dibentuk pada akhir tahun 2015.

MEA bertujuan untuk meningkatkan daya saing negara-negara Asia Tenggara di tengah persaingan yang begitu ketat dengan berbagai negara Asia lainnya, terutama China dan India. Selain itu, MEA juga bertujuan untuk menarik minat investor asing untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.

2. Bidang Sosial

Kerja sama di bidang sosial memiliki tujuan khusus yaitu untuk menciptakan kerukunan serta kemajuan bersama. Beberapa contoh kerja sama di bidang ini antara lain pembangunan sosial yang menekankan kesejahteraan masyarakat berpendapatan rendah hingga pengembangan SDM.

Penandatanganan kesepakatan di bidang pariwisata juga membawa dampak positif bagi masing-masing negara. Dan yang tak kalah menarik, kerja sama ini turut menghasilkan penyelenggaraan pesta olah raga terbesar di Asia Tenggara yaitu SEA Games.

3. Bidang Pendidikan

Pendidikan tak luput dari perhatian organisasi ASEAN. Berbagai negara anggota ASEAN terus menjalin kerja sama di bidang ini, baik bilateral maupun multilateral. Contoh kerja sama di bidang pendidikan dalam organisasi ASEAN adalah penawaran beasiswa pendidikan, olimpiade pendidikan, hingga konvensi guru se-ASEAN.

Peran Indonesia di ASEAN 

Indonesia memegang peranan besar dalam organisasi ASEAN. Tidak hanya terlibat dalam proses pendirian perhimpunan tersebut, Indonesia juga berperan aktif dalam setiap program yang dilaksanakan oleh ASEAN. Simak contoh peran Indonesia berikut ini:

1. Tuan Rumah KTT ASEAN Pertama

Indonesia tercatat sebagai tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN yang pertama. Pertemuan tersebut diselenggarakan pada 23 – 24 Februari 1976 di Bali.

2. Menjaga Perdamaian Asia Tenggara

Indonesia membantu dalam penyelesaian konflik di Vietnam dan Kamboja. Saat itu Indonesia didapuk sebagai pihak penengah oleh ASEAN. Indonesia juga tidak memihak blok barat maupun blok timur, namun tetap aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.

3.  Mendorong Kerjasama Bidang Keamanan

Sebagai negara maritim, Indonesia turut serta mendorong kerja sama di bidang keamanan, terutama sektor maritim. Yang menjadi isu penting adalah isu ilegal fishing.

4. Turut Andil dalam Isu Pekerja Migran

Indonesia terlibat dalam upaya menghapuskan diskriminasi serta memberikan jaminan perlindungan di lingkungan kerja, terutama sektor informal.

Singkatnya, ASEAN adalah organisasi negara-negara di wilayah Asia Tenggara yang mempunyai tujuan tertentu. Indonesia sebagai salah satu pemrakarsa berdirinya perhimpunan ini memegang peranan penting dalam berbagai program dan kerja sama yang diselenggarakan oleh ASEAN.

0 komentar

Post a Comment