7 Daerah Penghasil Emas dengan Perusahaan yang Mengelola

Author -  Nidaur Rahmah

Indonesia dikenal sebagai salah satu negara yang kaya akan sumber daya alam. Salah satu sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan banyak diminati oleh masyarakat adalah emas. Indonesia sendiri memiliki beberapa daerah yang merupakan tempat tambang emas dan dijadikan pusat penambangan terbesar di Indonesia. 

Jika di suatu daerah ditemukan kandungan emas, maka proses penambangan emas tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Selain memiliki risiko yang berbahaya bagi lingkungan, penambangan yang dilakukan secara ilegal juga memiliki risiko tinggi bagi keselamatan para penambangnya.

Nah, berikut ini akan dipaparkan 7 daerah di Indonesia yang merupakan lokasi penambangan emas terbaik dan hasil produksinya diekspor ke luar negeri.



7 Daerah Tambang Emas Terbaik di Indonesia


Indonesia dianugerahi kekayaan berupa emas murni yang melimpah. Cukup banyak sekali manfaat emas bagi kehidupan manusia dan juga bagi suatu negara. Karena dengan cadangan emas yang banyak maka suatu negara memiliki sumber devisa yang bisa diandalkan. 

Indonesia, dikenal sebagai salah satu negara penghasil emas terbesar dunia dan memiliki cadangan emas yang sangat melimpah, di bawah Australia, Rusia dan Afrika Selatan.

Adapun ketujuh daerah yang dijadikan sebagai pusat penambangan emas terbesar di Indonesia, yaitu Papua, NTB, Sumatera Utara, Jawa Barat, Sulawesi Utara, Jawa Timur, dan Halmahera Utara.



1. Mimika, Papua dengan Freeport dan Wabu, Papua dengan Mind ID dan Antam

Papua merupakan daerah penghasil tambang emas terbesar, tepatnya di dataran Tembagapura, Mimika, Papua. Penambangan dilakukan dan dikeola oleh PT Freeport Indonesia dengan joint venture bersama PT Industri Asahan Alumunium Persero (Inalum).

Sebagai daerah penghasil penghasil konsentrat emas terbesar di Indonesia, perusahaan tersebut mampu menghasilkan 240 kilogram emas murni setiap harinya (kuartal di tahun 2020). Artinya, Papua masih menjadi penghasil emas terbanyak di Indonesia karena penambangan ini telah dilakukan sejak tahun 1967. 

Izin usaha tambang emas Freeport beroperasi berdasarkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang berlaku hingga tahun 2041. Dalam proses pengoperasian dan produksinya, Freeport menggunakan metode penambangan terbuka (open pit) dan bawah tanah (underground).

Baca juga: Persyaratan Cara Mendapatkan Izin Usaha Pertambangan (IUP)

Selain di Mimika, Papua juga memiliki daerah bernama Wabu yang juga memiliki cadangan emas yang sangat melimpah, bahkan holding perusahaan Mind ID pernah menyampaikan wilayah tersebut memiliki potensi emas mencapai 8,1 juta ounces.

Potensi yang ada di Blok Wabu tersebut membuat Mind ID dan Antam tertarik dan siap mengelola kandungan emas blok tersebut. 


2. Dompu dan Sumbawa, NTB

Dompu merupakan salah satu daerah penghasil emas yang memiliki luas areal tambang yang sangat besar di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Tambang tersebut dikelola dan dimiliki oleh PT Sumbawa Timur Mining (STM).

Dompu memiliki cadangan emas. tembaga dan juga logam mineral lainnya yang jumlah fantastis. Diperkirakan mineral tambang bawah tanah Dompu menyimpan 1,7 miliar ton, yang terdiri dari emas, tembaga dan sejumlah logam lainnya.

Daerah lain di NTB yang memiliki cadangan emas adalah Sumbawa. Tambang ini dikelola oleh Amman Mineral atau yang dulunya dikenal sebagai Newmont. Operasi dan proses produksinya dilakukan di sekitar tambang batu hijau, Pulau Sumbawa.

Kegiatan penambangan mineral di Sumbawa ini sudah dilakukan sejak tahun 2000. Dan pada tahun 2020 Amman Mineral melaporkan hasil penambangan emasnya di Sumbawa mampu mencapai 4.12 juta ounce. Luar biasa, bukan?

3. Martabe, Sumatera Utara dengan PT Agicourt Resources

Martabe merupakan daerah penghasil emas murni terbesar yang berada di Kawasan Sumatera Utara. Penambangan ini dilakukan dan dikelola oleh PT Agincourt Resources. Penambangan di lokasi ini sudah dilalakukan sejak tahun 2008. 

Berlokasi kerja di Batang Toru, Provinsi Sumatera Utara, pabrik pengolahan ini mampu mencapai 6 juta ton bijih per tahun, dengan kemampuan produksi hingga 10 ton emas per tahunnya, dan mempunyai life of mine/LOM atau sisa umur tambang selama 14 tahun.

Martabe menyimpan cadangan emas yang memiliki tingkat endapan sulfidasi tinggi. Dalam proses pengolahannya, PT Agicourt menggunakan metode Carbon-in-Leach (CIL), dimana metode ini sedikit lebih mahal daripada metode Heap Leach, namun memiliki tingkat recovery lebih tinggi dalam prosesnya. 

4. Pongkor, Jawa Barat dengan PT Aneka Tambang

Pongkor merupakan salah satunya daerah di Jawa Barat yang memiliki cadangan emas dan perak. Kegiatan penambangan ini sudah dilakukan sejak 1994 dan dimiliki PT Aneka Tambang Tbk. 

Antam melakukan serangkain proses penambangan emas di Pongkor, seperti proses pengeboran, pengerukan, peledakan, penimbunan kembali, dan pengangkutan mineral tambang yang didapatkan. 

Untuk memperlancar proses penambangan, Antam membangun terowongan utama dengan diameter mencapai 3,3 meter dan tingginya 3 meter. Terowongan tersebut jika ditelusuri bisa tembus ke Gunung Pongkor yang jauhnya sekitar 4 km.

Para pekerja yang ingin memasuki terowongan emas harus mengikuti seluruh peraturan penambangan, seperti kartu asuransi, penggunaan sepatu bot, berbaju wearpack,masker, dan helm pengaman.


5. Toka Tindung dengan PT Archi Indonesia Tbk


Toka Tindung berlokasi di Sulawesi Utara. Daerah penghasil emas ini dimiliki dan dikelola oleh PT Archi Indonesia Tbk, melalui dua anak usahanya PT Meares Soputan Mining dan PT Tambang Tondano Nusajaya, 

Tambang emas Toka Tindung telah beroperasi sejak 2009, dengan luas konsesi areanya sekitar 40 ribu hektar. Archi dengan Toka Tindungnya memiliki cadangan emas sebesar 122 ton per akhir tahun 2020. 

Dalam pengoperasian dan proses produksinya PT Archi Indonesia menggunakan metode CIL. Dengan pabrik pengolahan berkapasitas sekitar 4 juta ton bijih per tahun, Archi mampu menghasilkan emas sekitar 7-8 juta ton emas setiap tahunnya. 

Seperti yang telah disampaikan pada beberapa kesempatan, Archi menyebut bahwa tambang emas Toka Tindung memiliki potensi cadangan emas antara 5-13 juta ons atau setara dengan 150-400 ton dalam 5 tahun mendatang.

6. Tambang Emas Tujuh Bukit (Tumpang Pitu), Banyuwangi

Via merdekacoppergold.com


Selain Pongkor, daerah penghasil emas yang berada di pulau Jawa adalah Banyuwangi. Tujuh Bukit atau warga lokal menyebutnya tumpang pitu adalah sebuah tambang emas dan perak yang terletak di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur. Tambang emas ini dimiliki oleh PT Merdeka Copper Gold Tbk, mulai melakukan produksi perdana emas pada tahun 2017, yang kemudian disusul dengan pembangunan infrastruktur tambang. 

Area konsesi tambang emas Tujuh Bukit memiliki luas sekitar 12 ribu hektar dan memiliki cadangan sebesar 702 ribu ons emas dan 29.352 ribu ons perak, dengan Sumberdaya Mineral di lapisan oksida sebesar 1.970 ribu ons emas dan 77.800 ribu ons perak per 31 Desember 2020.

Berbeda dengan Martabe dan Toka Tindung, dalam proses operasionalnya PT Merdeka Copper Gold memanfaatkan sistem penambangan terbuka, diikuti dengan penghancuran dan aglomerasi bijih, yang kemudian ditumpuk pada pelataran pelindian, sehingga kandungan emas dan perak diikat melalui proses pelindian tersebut. Setelah itu proses yang terakhir dialirkan ke Pabrik Pengolahan Emas ADR (Adsorption, Desorption and Recovery).

7. Gosowong, Halmahera Utara dengan PT Indotan Halmahera Bangkit dan Antam

Tambang emas Gosowong ini dimiliki oleh PT Indotan Halmahera Bangkit dan PT Aneka Tambang, dan dioperasikan oleh PT Nusa Halmahera Minerals. Tambang emas yang berlokasi di Kabupaten Halmahera Utara ini memiliki luas sekitar 29 ribu hektar.

Dengan cadangan emas sekitar 9 ton per akhir tahun 2020, PT Nusa Halmahera Minerals hingga saat ini melakukan penambangan dengan sistem pertambangan bawah tanah (underground).

Kontrak Karya Tambang Emas Gosowong akan berakhir pada tahun 2029, namun CRU memprediksi penambangan ini akan berhenti produksi antara tahun 2022 atau 2023 disebabkan cadangan bijih emas Gosowong yang terus menipis.

Indonesia memiliki banyak daerah penghasil emas, yang tidak hanya berada di pulau Jawa saja. Namun, tersebar di ujung sabang sampai Merauke. Sampai saat ini pemerintah terus membuat regulasi dan kebijakan terkait penambangan mineral di Indonesia. Dengan demikian, regulasi tersebut harapannya dapat mencegah terjadinya penambangan liar dan juga untuk mengelola emas murni sebagai devisa negara agar bisa dimaksimalkan.

0 komentar

Post a Comment