Perbedaan Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur Beserta Prospek Kerjanya

Teknik sipil dengan arsitektur jelas merupakan dua bidang keilmuan yang berbeda. Akan tetapi, di masyarakat masih banyak yang menganggap dua jurusan perkuliahan tersebut adalah sama.

Contohnya, beberapa pengalaman bertemu dengan saudara atau teman penulis yang menanyakan, "Kamu kuliah di mana dan jurusan apa?" 

"Teknik sipil, Kak", 

Masih banyak yang menimaplinya dengan, "Wah nanti jadi arsitek dong?"

Untuk itu saya menulis secara singkat nih tentang Perbedaan Teknik Sipil dan Arsitektur? Semoga mencerahkan terutama bagi adik-adik SMK atau SMA yang mau melanjutkan ke jenjang Perguruan Tinggi. Atau mungkin para orang tua yang ingin mengarahkan anaknya, bisa membaca-baca artikel tentang apa itu teknik sipil dan apa itu arsitektur, bagaimana prospek kerjanya pada penjelasan berikut.

Via Breadnbeyond.com

Perbedaan Teknik Sipil dan Arsitek


Teknik sipil dan teknik arsitektur mempunyai peran penting dalam proses pembangunan sebuah negara. Kedua bidang ini memang sangat berkaitan untuk pembangunan sebuah rumah, gedung, bandara, jalan, jembatan, bendungan, terowongan, dan sebagainya.

Mungkin banyak yang mengira jika teknik sipil sama halnya dengan tekni arsitektur karena sama-sama mempelajari pembangunan sebuah infrastruktur. Nyatanya, kedua jurusan perkuliahan ini memiliki perbedaan dan prospek kerja yang berbeda pula.

Baca juga: Jenis Infrastrukur, Masalah dan Solusinya

Lalu, apa saja perbedaannya? Berikut ini ulasannya.


Persamaan
  • Keduanya merupakan ilmu ke-Teknik-an. Teknik sipil dan teknik arsitektur sama-sama mempelajari dan mengerjakan bidang pembangunan, konstruksi, proyek, dan semacamnya.
  • Keduanya mempelajari Gambar Teknik dan bagian-bagian bangunan.
  • Terdapat mata kuliah yang sama, walaupun porsinya berbeda.
Perbedaan
  • Teknik Sipil mempelajari bagaimana membuat struktur sebuah bangunan yang kokoh, ekonomis dan efisien. Ruang lingkup tugas teknik sipil juga mengawasi aktivitas dan kinerja keseluruhan dari orang-orang yang terlibat dalam proses pengerjaan proyek pembangunan.
  • Teknik Arsitektur lebih fokus pada desain bangunannya atau mempelajari suatu bangunan dari segi keindahan desain (seni).
Intinya, perbedaan amtara jurusan teknik sipil dan teknik arsitektur adalah teknik sipil membangun suatu bangunan setelah mendapat gambar dari arsitek.

Kuliah di jurusan teknik arsitektur tidak fokus mempelajari secara mendalam mengenai desain struktur, bagaimana kekuatan suatu bangunan, dan lain sebagainya. Sementara itu, jurusan teknik sipil pun tidak mempelajari bangunan sebagai suatu karya seni yang indah pada dasarnya, yang penting kuat, tidak roboh.

Untuk itu dalam dunia kerja, lulusan teknik sipil akan bekerja sama dengan lulusan teknik arsitekur untuk mendapatkan bangunan yang kokoh dan indah.

Prospek Kerja Jurusan Teknik Sipil dan Arsitektur



Seperti jurusan-jurusan kuliah lainnya, jurusan teknik sipil dan arsitektur juga masing-masing mempunyai sejumlah prospek kerja yang sangatlah menjanjikan. Jadi, kamu tak perlu ragu dan khawatir suatu saat mau kerja apa, bila nanti mengambil salah satu dari kedua jurusan ini saat berkuliah. Lalu, apa saja prospek kerja dari jurusan teknik sipil dan arsitekur ini? Yuk, simak uraiannya di bawah ini!


Prospek Jurusan Teknik Sipil 


Beberapa pekerjaan teknik sipil ini mungkin bisa menjadi pilihanmu ketika nanti sudah lulus:

1. Kontraktor Bangunan

Kontraktor atau konsultan bangunan adalah sebuah perusahaan yang melayani jasa konstruksi. Kontraktor tentu selalu dibutuhkan demi membangun infrakstruktur yang aman dan efisien. Sebagai lulusan teknik sipil, Anda bisa memilih berkarir pada profesi ini.

Baca juga: Tugas Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, dan Kontraktor

2. Aparatur Sipil Negara (ASN)

Banyak orang yang menginginkan profesi ini apalagi orang tua zaman dahulu yang menginginkan anaknya untuk menjadi seorang PNS atau ASN. Sebagai PNS penghasilan kamu akan dijamin oleh negara baik selama menjabat ataupun setelah pensiun. Banyak sekali instansi pemerintah yang membutuhkan lulusan teknik sipil seperti Kementerian PUPR, rumah sakit, dinas tata kota dan pertamanan, perencanaan daerah dan sebagainya.

3. Badan Usaha Milik Negara

Banyak Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menyediakan lowongan kerja untuk para lulusan teknik sipil. Beberapa di antaranya seperti Waskita Karya, Cipta Karya, Hutama Karya dan lainnya.

4. Manajer Konstruksi

Seseorang yang berprofesi sebagai manajer konsturksi bertanggung jawab mulai dari desain bangunan hingga manajemen proyek Manajer proyek harus mempertimbangkan masalah yang berkaitan dengan lingkungan, perairan hingga menentukan posisi terbaik letak bangunan. Selain itu, Manajer konstruksi juga akan mengawasi jalannya proyek pembangunan. 


5. Perencana Struktur

Selain Manajer Konstruksi, peluang kerja bagi lulusan teknik sipil adalah menjadi Perencana Struktur yang nantinya bertindak sebagai konsultan arsitek. Setelah rancangan arsitek selesai, Perencana Struktur akan membuat hitungan RAB meliputi estimasi bahan bangunan yang akan digunakan. Jika diperlukan, Perencana Struktur akan dibantu pekerjaannya oleh estimator dan akan mengunjungi lapangan.

Baca juga: Perbedaan RAB dan RAP, Beserta Contoh RAB Pekerjaan Konstruksi

Selain profesi di atas, beberapa propsek kerja lain jurusan teknik sipil ini adalah drafter, insinyur pemeliharaan bangunan dan sumber daya perairan, manajer proyek, surveyor, dan direktur pada sebuah perusahaan kontraktor.

Prospek Kerja Jurusan Arsitektur

Dimanapun negaranya, teknik arsitektur selalu dibutuhkan untuk menuju suatu negara yang terus maju dan berkembang. Sebagai lulusan teknik arsitektur kamu tidak perlu khawatir akan karir di masa depan. Berikut ini beberapa pilihan tempat kamu bisa berkarir:

1. Arsitek

Dalam benak kebanyakan orang, tentunya salah satu prospek kerja bagi lulusan teknik arsitektur adalah menjadi arsitek.

Ruang lingkup pekerjaan arsitek adalah bekerja dengan cara membuat desain bangunan yang hendak dibangun. Biasanya, desain dibuat dengan menawarkan ide si arsitek kepada klien, kemudian klien akan menanggapinya sehingga nantinya desain yang dibuat atas persetujuan kedua belah pihak akan menjadi pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan suatu bangunan.

2. Kontraktor

Walaupun kontraktor identik dengan jurusan teknik sipil, lulusan teknik arsitektur juga bisa ambil bagian pada profesi yang satu ini. Jika kamu memutuskan untuk berkarir dalam dunia kontraktor, kamu harus banyak belajar dan menyukai untuk membuat suatu bangunan tinimbang membuat desain bangunan itu sendiri.

Pastikan dalam menjalankan tugas seorang kontraktor harus selalu menghormati kontrak yang telah dibuat dengan klien. Jika kontrak sudah ditandatangani oleh kedua belah pihak, maka kontrak tersebut sudah terikat akan hukum. Dan bila ada salah satu pihak yang melanggar, pihak yang merasa dirugikan bisa menuntut di jalur hukum.

3. Developer Perumahan

Jika cita-citamu ingin menjadi pengusaha developer perumahan, jurusan teknik arsitektur ini bisa menjadi opsi untukmu.

4. Aparatur Sipil Negara (ASN)

Peluang lulusan arsitektur juga bisa mengabdi kepada negara dengan menjadi ASN. Terdapat beberapa kementerian dan kantor dinas yang membutuhkan lulusan teknik arsitektur seperti Kementerian PUPR dan Dinas Tata Kota.

5. Konsultan Arsitektur

Konsultan arsitektur diperuntukan untuk yang sudah mempunyai pengalaman kerja. Profesi ini membutuhkan jam terbang yang lumayan tinggi di dunia konstruksi, minimal 5 tahun, baru bisa bergabung dengan tim konsultan arsitektur.

Sedangkan tugas seorang konsultan arsitektur adalah menganalisis sebuah desain dan perencanaan suatu bangunan, serta membuatkan draft desain dan perencanaan pembangunan. Tempat dan waktu kerja relatif fleksibel, di mana seorang konsultan arsitektur bisa bekerja di kantor, wrok from home (wfh) yang mengadakan konsultasi denan klien secara online, maupun di lapangan langsung.

6. Guru SMK atau Dosen Teknik Arsitektur

Bagi kamu yang tertarik dalam dunia pendidikan, prospek kerja lulusan arsitektur ini sangat cocok untuk kamu jalani. Apalagi, sekolah SMK di seluruh wilayah Indonesia saat ini semakin diperbanyak. Sehingga sekolah-sekolah banyak yang membutuhkan tenaga pengajar lulusan jurusan teknik sipil atau arsitektur, khususnya SMK jurusan pembangunan atau yang sejenisnya.


Itulah ulasan yang mungkin cukup lengkap mengenai perbedaan teknik sipil dan prospek masing-masing kedua jurusan tersebut. Semoga bermanfaat dan memberikan pencerahan.

0 komentar

Post a comment