Modal dan Laba Usaha Warung Makan Serta Tips Sukses

Warung makan menjadi salah satu usaha yang cukup menggiurkan. Mayoritas orang-orang terjun ke usaha warung ini karena dinilai mampu memberikan peluang usaha dengan keuntungan cukup menjanjikan. Melakoni usaha ini bisa memberikan margin laba minimal sebesar 40% hingga 100%.

Hanya saja Anda harus paham bahwa tidak ada usaha yang tidak mempunyai risiko. Termasuk usaha tempat makan. Ada baiknya untuk cari tahu terlebih dahulu resiko apa yang mungkin akan menimpa Anda ketika melakoni usaha warung makan ini.

Aneka Masakan Warung Makan

Hitungan Modal Usaha Warung Makan


Hal yang sangat penting dilakukan sebelum memulai usaha warung makan ialah modal. Sebelum melakoni usaha wajib untuk melakukan penghitungan modal satu per satu secara mendetail. Tentunya hal ini begitu krusial demi mendapatkan rincian yang sebenarnya.

1. Penghitungan Modal Usaha di Awal

Menghitung usaha tempat makan, rupanya juga sama dengan menghitung usaha makanan lainnya. Seperti menghitung investasi perlengkapan dan peralatan yang diperlukan untuk menjalankan usaha tersebut. Berikut adalah komponen modal usaha awal yang perlu dihitung.

  • Set etalase komplit sebesar Rp.10.000.000,00.
  • Set perlengkapan dan peralatan memasak lengkap yakni Rp.5.000.000,00.
  • Perlengkapan makan lengkap sebanyak dua lusin yaitu Rp. 1.000.000,00.
  • Biaya sewa tempat selama setahun pertama yaitu Rp.5.000.000,00.


Keseluruhan biaya modal di awal yakni Rp21.000.000,00.

2. Penghitungan Biaya Operasional

Setelah menghitung modal usaha di awal, selanjutnya Anda bisa melanjutkan dengan menghitung biaya operasional. Dalam menghitung besaran biaya operasional, tentu Anda perlu mencermati beberapa komponen berikut.

  • Beras yang dibutuhkan per hari sebanyak 10 liter. Maka, 10 x 30 x Rp.9000,00 = Rp.2.700.000,00.
  • Bahan baku masakan berupa lauk dan sayuran. Maka, 30 x Rp.500.000,00 = Rp.15.000.000,00.
  • Gas sebesar 3 kilogram per bulan sebanyak 10 tabung. Maka, Rp.20.000,00 x 10 = Rp.200.000,00.
  • Pembungkus makanan berupa kantong plastik dan kertas nasi senilai Rp.300.000,00.
  • Biaya token listrik per bulan senilai Rp.200.000,00.
  • Retribusi biaya keamanan dan kebersihan senilai Rp.500.000,00.
  • Besaran biaya transportasi senilai Rp.500.000,00.
  • Gaji pegawai sebanyak empat orang masing-masing Rp.1200.000,00. Maka, 4 x Rp.1200.000,00 = Rp.4.800.000,00.
  • Gaji juru masak yakni Rp.1.750.000,00.
Keseluruhan biaya operasional yaitu Rp.24.375.000,00.


Perkiraan Laba Dari Usaha Warung Makan


Setelah mengetahui berapa besaran biaya modal di awal yang perlu disiapkan, maka selanjutnya Anda bisa langsung menentukan berapa perkiraan laba yang akan diperoleh. Penghitungan perolehan laba tersebut diantaranya:

1. Asumsi Penjualan Per Hari untuk Paket Makanan

Dalam membangun usaha tempat makan, maka Anda bisa coba membuat menu paket makanan. Untuk bisa memberikan gambaran kepada Anda tentang asumsi penjualan harian dari paket makanan, maka coba simak penghitungan berikut.

  • Nasi sayur dan ayam goreng/bakar = Rp.12.000,00 x 30 = Rp.360.000,00.
  • Nasi sayur dan telur = Rp.9000,00 x 30 = Rp.270.000,00.
  • Nasi sayur dan tempe tahu = Rp.7500,00 x 30 = Rp.225.000,00.
  • Nasi sayur dan ikan = Rp.11.000,00 x 30 = Rp.330.000,00.
  • Nasi sayur dan daging = Rp.15.000,00 x 30 = Rp.450.000,00.


Keseluruhan total omset penjualan harian ialah Rp.1.635.000,00. Jika dikalikan selama satu bulan ialah Rp.1.635.000,00 x 30 = Rp.49.050.000,00.

2. Asumsi Penjualan Per Hari untuk Paket Minuman

Selain paket makanan, usaha rumah makan tentunya juga menawarkan menu minuman yang beragam. Menu minuman yang paling sering ditemukan di rumah makan ialah es jeruk dan es teh. Berikut merupakan asumsinya.

  • Es teh manis/tawar/teh hangat = Rp.5000,00 x 30 == Rp.150.000,00.
  • Es jeruk = Rp.5000,00 x 30 = Rp.150.000,00.


Keseluruhan total omset harian untuk paket minuman adalah Rp.300.000,00. Jadi, untuk total bulanan adalah Rp.300.000,00 x 30 = Rp.9000.000,00.

Tips Sukses Usaha Warung Makan



Agar usaha warung makan Anda laris manis dan cepat mendapatkan keuntungan, maka sebaiknya terapkan beberapa tips usaha berikut. Mulai dari melakukan riset kecil-kecilan hingga pemasaran yang dilakukan.

1. Lakukan Riset Kecil-Kecilan

Sebelum melakukan usaha apapun, sebaiknya lakukan riset terlebih dahulu. Tidak perlu besar, Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan. Riset seperti ini juga sangat bagus untuk memulai dan merencanakan strategi usaha tempat makan tersebut.

2. Menentukan Lokasi

Setelah melakukan riset kecil-kecilan, maka selanjutnya Anda bisa mulai menentukan lokasi usaha. Pilih lokasi yang tepat agar banyak didatangi pengunjung. Cari lokasi yang berpotensi banyak didatangi konsumen nantinya.

3. Ketahui Target Pelanggan

Jangan lupa untuk mengetahui terlebih dahulu target pelanggan. Hal ini penting demi bisa menyesuaikan menu dan harga nantinya. Misalnya, ketika Anda membuka tempat makan dekat sekolahan tentu harga dan menunya perlu menyesuaikan pelanggan dari kalangan pelajar.

4. Pilih Jenis Makanan yang Hendak Dijual

Berikutnya Anda juga harus memilih jenis makanan apa yang hendak dijual. Pilih jenis makanan yang sesuai dengan lingkungan tempat usaha. Pastinya harganya juga cocok. Jangan sampai terlalu mahal. Karena jika begini, bukannya untung justru usaha makanan tersebut bisa dijauhi.

5. Pemasaran

Di zaman serba teknologi canggih seperti ini, tentu melakukan pemasaran bukan merupakan hal sulit untuk dilakukan. Anda bisa melakukan pemasaran melalui berbagai macam media sosial yang sedang beken saat ini seperti Facebook, Twitter, Instagram dan sebagainya.
 

6. Menghitung Modal

Jika keseluruhan proses dari riset awal hingga pemasaran selesai dilakukan, maka berikutnya tinggal melakukan penghitungan modal awal. Hitung modal awal dan biaya operasional dengan cermat sehingga Anda bisa memperkirakan berapa besaran laba harian yang dapat diperoleh. 


Warung makan memang menjadi salah satu jenis usaha yang bisa dilakoni. Tentunya hal ini karena usaha yang berbau kulineran akan selalu mampu memberikan peluang keuntungan luar biasa. Bahkan keuntungan yang dapat diperoleh berkisar dari 40% sampai 100%.

0 komentar

Post a Comment