Singapura Fokus Perdagangan dan Industri

Singapura dikembangkan sebagai kawasan perdagangan dan industri. Cukup banyak alasan mengapa Singapura memilih sektor perdagangan ini. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah Singapura dalam pengembangan negaranya dengan mengadakan pembangunan sarana dan prasarana dalam mendukung kegiatan perdagangan dan industri tersebut. 


Singapura bisa dikatakan sebagai negara paling maju dalam bidang perekonomian dan pembangunan di dalam kawasan Asia Tenggara. Lalu, apa saja sebenarnya yang sudah dilakukan oleh Singapura untuk mengembankan sektor perdagangan dan indsutri tersebut sehingga masuk ke dalam negara maju? Temukan jawabannya di sini ya.


Ini Lho Alasan Singapura Berfokus pada Perdagangan dan Industri

Meskipun negara Singapura adalah negara kecil yang tidak memiliki kekayaan sumber daya alam dan sumber daya manusia yang banyak, namun telah berhasil menjadi negara dengan sebutan pusat perdagangan dunia. Lalu, apa saja sebenarnya alasan Singapura berfokus pada perdagangan dan upaya apa saja yang telah dilakukannya sehingga menjadi center of business internasional?

Berikut ini adalah beberapa alasan mengapa negara Singapura berfokus pada perdagangan dan industri:

1. Letak geografis Negara Singapura yang Strategis
 
Faktor ini merupakan hanya bagian kecil dari keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh Singapura.

Singapura secara geografis berada dalam kawasan Selat Malaka dan merupakan lalu lintas perdagangan yang teramai di dunia, dan relatif di tengah kawasan Asia Tenggara yang merupakan bagian wilayah AFTA (ASEAN Free Trade Area). Karena letaknya yang sangat strategis di mana berdekatan dengan negara Indonesia dan Malaysia tersebut, kawasan Singapura mengalami perkembangan  yang cukup pesat selama ini dan telah masuk ke dalam Special Economic Zone (SEZ) Batam.

Karena letaknya yang strategis tersebut membuat kepadatan lalu-lintas penumpang dan barang (cargo) baik laut, udara dan darat. Tak hanya itu, banyak perusahaan multinasional yang akhirnya mendirikan kantor cabangnya di Singapura dengan alasan Singapura telah berkembang menjadi pusat perdagangan utama di Asia.

Singapura ibarat sebuah negara dengan pulau “ajaib” yang menjadi salah satu pusat perdagangan dunia saat ini. Jadi, hal yang membuat Singapura lebih berfokus pada perdagangan dan industri adalah karena letak Singapura yang strategis.

2. Kepadatan Lalu-Lintas Pertelekomunikasian

Alasan selanjtnya Singapura lebih berfokus pada perdagangan adalah karena lalu lintas pertelekomunikasian yang sangat padat.

Singapura terletak di persimpangan-persimpangan pengiriman muatan barang ekspor dan impor berskala internasional dan  juga didukung dengan perhubungan udara yang baik. 

Singapura adalah pusat transportasi dan komunikasi di Asia tenggara. Bandara Internasional Changi merupakan salah satu pusat penerbangan internasional dengan lebih dari 80 perusahaan penerbangan yang beroperasi. 

Demikian halnya dengan pelabuhan-pelabuhan Singapura. Pelabuhan Singapura merupakan salah satu pelabuhan paling sibuk di dunia setelah Hongkong, sebagai pusat lalu lintas perusahaan-perusahaan forwarding memindahkan pengangkutan peti kemasnya.

Selain itu, Singapura telah menyediakan pertelekomunikasian dan fasilitas internet yang terlengkap dengan komunikasi bermutu tinggi. Radio dan televisi dikuasai oleh pemerintah, sedangkan media cetak yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang bekerjasama dengan pemerintah dan surat kabar harian diterbitkan di dalam bahasa Inggris, China, Melayu dan Tamil. Hal ini juga turut mendukung sektor perdagangan dan industri di Singapura dapat maju dengan sangat pesat.


3. Frekuensi Pameran Dagang Internasional yang Sering Dilaksanakan

Alasan lain mengapa Singapura berfokus pada sektor perdagangan dan industri adalah karena pemerintah Singapura telah membangun beberapa tempat pameran yang memiliki standar internasional. Tempat pameran tersebut ada tiga yaitu Singapore Expo, World Trade Center (WTC), dan Suntec Exhibition and Cconvention Centre. Bahkan, salah satu dari tempat tersebut, yakni Singapore Expo merupakan tempat pameran nomor dua terbesar dan tercanggih di Asia setelah Jepang.
 
Di samping itu sebagian besar hotel dan pusat-pusat keramaian (mall, supermarket) di Singapura mengalokasikan sebagian ruangnya khusus  untuk pengguna pameran.

4. Stabilitas Politik dan Kebijakan Free Trade yang Mendukung

Alasan terakhir tapi bukan yang akhir Singapura lebih berfokus pada sektor perdagangan adalah dikarenakan stabilitas politik yang mendukung dan adanya kebijakan free trade.

Dalam konteks Singapura, stabilitas politik yang dimaksud adalah dengan wilayah yang kecil, maka hal itu akan memudahkan dalam fungsi kontrol politik dari pemerintah atas rakyatnya. Hal tersebut dimaksudkan untuk mencapai stabilitas politik pemerintahan agar tercapai birokrasi yang bersih, masif, sistematis, dan efisien agar dapat mendongkrak laju investasi dan pertumbuhan ekonomi sehingga rakyatnya bisa hidup sejahtera.

Pemerintah Singapura sadar bahwa ketika negaranya ingin mencapai visi sebagai negara maju dan sejahtera maka solusinya adalah dengan melakukan kebijakan Pasar Bebas (Free Trade). Kebijakan pasar bebas saja tidak cukup, akan tetapi juga harus dibarengi dengan iklim politik dan iklim bisnis yang baik. Jika kedua hal tersebut sudah terkondisikan, maka investasi yang diharapkan akan masuk dan tetap terus berjalan di Singapura.

Dengan teritorial yang kecil dan kekayaan alam yang minim mengharuskan Singapura untuk menggunakan konsep free trade sebagai sarana untuk memompa arus perekonomian negaranya. 

Konsep free trade tersebut menjadikan sikap Singapura yang terbuka dan memberikan ruang yang besar untuk terciptanya arus lalu lintas perdagangan dan perekonomian. Hal ini dilakukan karena untuk dapat menjamin suplai kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh negaranya dan mendorong investasi dari negara lain untuk masuk ke negaranya.

Dengan prinsip pemerintah Singapura yang bertujuan sebagai negara sejahtera (wealth) tentu dengan latar belakang geopolitk yang ada mengharuskan pemerintahan Singapura berfifat terbuka dan kooperatif dengan negara lain.

Singapura menjadi pusat kawasan Bisnis dan Keuangan di kawasan Asia Tenggara menjadi hal yang mustahil apabila kebijakan yang diterapkan oleh Pemerintah Singapura memilih dengan menutup dirinya (Konservatif), hal ini tentu sebagai bentuk representasi prinsip keterbukaan sebagai sebuah negara.

Dengan merujuk pada kenyataan bahwa posisi Singapura keberadaan letaknya yang begitu strategis di Selat Malaka sebagai salah satu jalur perdagangan laut tersibuk antara dunia timur dan barat di dunia maka berfokus pada pembangunan ekonomi (soft power) melalui sektor perdagangan dan industri  adalah menjadi pilihan terbaik. Karena dengan teritorial yang kecil sehingga dapat memudahkan pemerintah Singpaura melakukan kontrol pemerintahan-nya.

Singapura menyadari bahwa mereka tidak kaya sumber daya alam (SDA) seperti halnya negara-negara Asia Tenggara lain, maka Singapura lebih mendukung sektor target perdagangan dan industri untuk mendukung ekonomi negaranya.

0 komentar

Post a Comment