Penilaian Kinerja Karyawan dan 5 Tips Meningkatkannya

Author -  Nidaur Rahmah

Untuk mencapai tujuan organisasi/perusahaan, maka diperlukan evaluasi kinerja karyawan. Bidang sumber daya manusia atau HRD memiliki tugas untuk mengetahui kinerja karyawannya. 

Sudah menjadi tugas HRD untuk mengelola karyawannya agar produktivitas kinerjanya terus mengalami peningkatan. Karena, kinerja buruk karyawan tentu saja dapat merugikan perusahaan, bahkan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup perusahaan itu sendiri. 

Namun, sayangnya motivasi karyawan untuk bekerja seringkali mengalami naik turun. Oleh karenanya, kinerja mereka perlu dilakukan evaluasi terus-menerus. Lalu, bagaimana sih sebenarnya mengukur kinerja karyawan? Dan apa saja tips untuk meningkatkan motivasi kinerja karyawan? Simak penjelasannya pada artikel di bawah ya.



Pengertian Kinerja Karyawan

Kinerja berasal dari kata job performance atau actual performance, yang artinya adalah hasil kerja atau prestasi kerja baik secara kualitas maupun kuantitas yang dicapai oleh seseorang karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya dalam suatu periode periode tertentu.

Berdasarkan pengertian tersebut di atas, kinerja karyawan dapat diartikan sebagai kemampuan karyawan untuk melaksanakan tugas-tugasnya. Nah, kinerja karyawan ini dapat diukur dari kemampuannya dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan, apakah sudah sesuai dengan standar perusahaan ataukah belum.


Pengukuran kinerja karyawan

Adapun penilian kinerja karyawan dapat diukur secara objektif dengan memperhatikan sembilan hal berikut ini:

  1. Relevancy, yaitu tingkat kesesuaian antara kriteria dengan tujuan akhir dari tugas yang diberikan kepada karyawan.
  2. Reliability, yaitu tingkat konsistensi karyawan dalam bekerja.
  3. Quality, yaitu tingkat kualitas hasil pekerjaan apakah mampu mendekati tujuan yang diharapkan ataukah jauh dari kesempurnaan.
  4. Quantity, yaitu jumlah atau kuantitas yang dihasilkan, bisa berupa jumlah unit atau jumlah rupiah yang dihasilkan.
  5. Timeliness, yaitu tingkat sejauh mana suatu tugas dapat diselesaikan oleh seorang karyawan pada waktu yang telah ditentukan.
  6. Cost effectivines, yaitu tingkat sejauh mana sumber adya organisasi (manusia, keuangan, teknologi, dan material) dimaksimalkan untuk mencapai hasil atau tujuan tertinggi dari setiap unit penggunaan sumber daya.
  7. Need for supervisor, yaitu tingkat kebutuhan pegawasan seorang supervisor untuk mencegah tindakan bawahannya yang kurang diinginkan.
  8. Interpersonal impact, yaitu tingkat sejauh mana karyawan/pekerja menjaga hubungan yang baik dengan rekan kerjanya.

Kriteria Penilaian Kinerja

Adapun kriteria penilaian kinerja yang dapat dijadikan dasar untuk menilai kinerja karyawan di sebuah perusahaan, yaitu seperti berikut:

  1. Kualitas pekerjaan (quality of work), artinya kinerja karyawan dapat dinilai dari kualitas hasil pekerjaannya.
  2. Ketepatan waktu (promptness), artinya karyawan yang mampu bekerja dengan tepat sesuai Standard Operating Procedurs (SOP) yang telah dibuat, maka menandakan bahwa karyawan tersebut memiliki kinerja yang baik.
  3. Inisiatif (initiative), artinya karyawan yang memiliki inisiatif yang tinggi menandakan ia bertanggung jawab dengan apa yang ditugaskan kepadanya.
  4. Kemampuan (capability), artinya kamampuan seorang karyawan dapat digunakan untuk mengukur kinerjanya. Semakin baik kemampuannya akan berkorelasi semakin bagus kinerjanya. 
  5. Komunikasi (communication), artinya kelancaran komunikasi dalam sebuah organisasi baik antara pimpinan dengan bawahan maupun antar anggota organisasi dapat memengaruhi kinerja yang dihasilkan seorang karyawan. 


Tips Meningkatkan Kinerja Karyawan

Karyawan tentunya diberi tugas sesuai dengan apa yang diperintahkan oleh atasannya. Umumnya mereka mengerjakan jobdes yang sudah diinstrusikan saja. Nah, terkadang perusahaan memerlukan ide-ide inovatif yang hal tersebut tidak ada dalam instruksi. Hal ini tentu saja dibutuhkan kinerja karyawan yang tidak hanya begitu-begitu saja. Oleh karenanya, ini menjadi tugas divisi HRD agar karyawan selalu memiliki kinerja yang stabil dan bahkan lebih baik dari hari ke hari. 

Berikut ini adalah 5 tips untuk meningkatkan kinerja karyawan:

1. Bayarkan Hak-hak Karyawan 

Perusahaan memiliki kewajiban untuk membayar hak-haknya karyawan. Divisi HRD selaku bidang yang menjembatani antara kepentingan karyawan dan perusahaan wajib memastikan dan menyalurkan hak karyawan sesuai regulasi ketenagakerjaan yang berlaku. 

Sebagai contoh hak dasar karyawan adalah mendapatkan gaji bulanan, tunjangan jika ada, cuti tahunan, jaminan kesehatan, dan lain sebagainya. 

Dengan pemenuhan hak-hak karyawan tersebut, karyawan akan merasa nyaman dan semangat untuk bekerja akan terus stabil karena hak dasarnya sudah dipenuhi. 

2. Lakukan Penilaian Kinerja Secara Transparan dan Rutin

Kualitas kinerja karyawan tidaklah selalu sama. Nah, di sinilah peran HRD, yaitu untuk selalu melakukan penilaian kinerja secara rutin dan transparan sehingga dapat diketahui apakah karyawan mengalami peningkatan kinerja ataukah mengalami penurunan.

3. Memberikan Apresiasi dan Reward

Karyawan yang bekerja melebihi ekspektasi dan dapat menguntungkan pihak perusahaan layak diberikan apresiasi. Perusahaan dapat memberikan reward kepada karyawan tersebut dalam bentuk bonus, atau dalam bentuk perayaaan sederhana.

Perhargaan dalam bentuk apapun dapat membuat karyawan merasa dihargai dan akan memicu karyawan lain untuk terus mengembangkan potensi dirinya menjadi lebih baik.

4. Berikan Karir yang Berjenjang

Setiap karyawan tentunya menginginkan untuk mendapatkan jenjang karir yang bagus daripada karir yang sebelumnya. Jika tidak, mereka akan lebih memilih untuk mencari perusahaan lain yang lebih menjanjikan.

Untuk itulah perusahaan perlu melakukan pengembangan jenjang karir yang bisa menjadi motivasi seorang karyawan untuk meningkatkan kinerjanya dan juga mereka akan lebih betah untuk bekerja di perusahaan.

Jenjang karir yang diikuti dengan kenaikan gaji atau tunjangan tentu akan membuat karyawan termotivasi untuk bekerja lebih giat agar bisa meraih jenjang karir yang lebih tinggi.

Namun yang terjadi akan sebaliknya, jika divisi HRD tidak menerapkan karir yang berjenjang atau jenjang karir yang tidak jelas, hal ini tentu akan membuat karyawan akan kehilangan motivasi kerja dan bahkan bisa saja memilih untuk mencari peluang karir di tempat lain.

5. Mengadakan Training/Pelatihan Karyawan

Agar selalu update dengan perkembangan dunia usaha, tak jarang perusahaan perlu meningkatkan keterampilan karyawannya guna untuk mendukung perkembangan perusahaan. 

Sebenarnya bisa saja perusahaan melakukan proses rekrutmen untuk mendapatkan kandidat baru dengan skill tertentu yang dibutuhkan perusahaan. Namun, dengan memberdayakan karyawan yang sudah bekerja di perusahaan melalui program pelatihan karyawan pun bisa dijadikan pilihan yang tepat.

0 komentar

Post a Comment