Keunggulan dan Cara Membuat Lisplang Beton

Author -  Nidaur Rahmah

Lisplang beton banyak diaplikasikan pada bangunan yang memiliki desain modern dan minimalis. Lisplang beton ini lebih cocok digunakan untuk rumah/bangunan bertingkat. Dengannya, bangunan tersebut akan nampak lebih megah dan mewah. 

Dalam bahasa Inggris lisplang diterjemahkan menjadi “exterior cornice” yang berasal dari Yunani dan berarti “mahkota”. Kemudian, lisplang dalam dunia konstruksi dapat diartikan sebagai struktur horizontal yang menonjol pada garis atap sebuah bangunan. 

Lalu, apa saja keunggulan dari lisplang beton? Dan bagaiamana proses pembuatannya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.




Kegunaan Lisplang

Lisplang sebernanya merupakan elemen atap bangunan yang tidak ada pun tidak mengapa. Bangunan akan tetap berdiri dan berfungsi dengan baik. Namun lisplang ini memiliki banyak sekali kegunaan, terlebih jenis lisplang beton. Berikut secara garis besar kegunaan lisplang adalah:

1. Menambah Nilai Estetika sebuah Bangunan

Lisplang adalah salah satu struktur bangunan yang mampu memberikan sentuhan keindahan pada sebuah atap bangunan. Lisplang berfungsi untuk menutupi rangka atap yang dapat dilihat dari sisi luar sehingga struktur atap akan lebih enak dipandang.

2. Melindungi Bangunan dari Perubahan Cuaca


Selain berguna untuk menambah keindahan, lisplang juga berfungsi sebagai pelindung alami untuk tepi struktur atap dari dampak cuaca hujan dan panas. Dengan demikian, lisplang akan mampu memantulkan sebagian sinar matahari yang mengenai bangunan sehingga menciptakan ruangn yang lebih teduh.

Nah, ketikan musim penghujan datang lisplang ini akan berguna untuk menahan air hujan supaya tidak membentuk cipratan air pada bagian bawah bangunan.

Jenis-Jenis Lisplang




Perkembangan dunia konstruksi membuat kehidupan manusia semakin nyaman dan efisien. Tak terkecuali dengan semakin banyaknya jenis lisplang yang ada di pasaran. Berikut ini adalah berbagai jenis lisplang berdasarkan material penyusunnya.


1. Lisplang Kayu

Lisplang kayu banyak dipilih sebelum perkembangan dunia konstruksi maju seperti saat ini. Meskipun begitu, lisplang kayu ini tetap bisa tampil dengan motif dan ukiran yang mewah, bahkan modern.

Adapun jenis kayu yang biasanya digunakan sebagai penyusun lisplang adalah kayu jati, kamper, meranti, bengkirai, dan atau jenis kayu lain yang tahan terhadap cuaca. Sudah barang tentu kelemahan dari lisplang kayu adalah mudah membusuk dan lapuk. 

2. Lisplang Beton

Sebagaimana judul artikel ini, lisplang beton memiliki banyak sekali keunggulan dibandingkan jenis lisplang lain, yaitu memiliki durabilitas yang baik, tahan terhadap panas dan tidak mengalami pembusukan.

Lisplang beton mampu menambah kemewahan pada rumah bergaya modern miniamlis. 


3. Lisplang Baja atau Metal


Lisplang baja adalah lisplang dengan material yang seluruhnya mengandung unsur logam sehingga memiliki kekuatan yang bagus. Unsur logam tersebut antara lain terletak pada rangka lisplang dengan material baja profil. Sedangkan lapisan luar (penutup) lisplang menggunakan zincalume, alumunium dan ACP (Alumunium Composite Panel).

Keunggulan dari penggunaan lisplang baja adalah waktu pemasangannya yang lebih singkat. Bentuknya yang rapi, bersih, dan nampak industrial sangat cocok untukbangunan-bangunan komersial/publik. Jenis lisplang ini cocok dipasangkan dengan rangka atap baja ringan.

Baca juga: Perbedaan Baja Ringan dan Baja Konvensional

Dengan semakin mahalnya harga kayu, lisplang jenis metal ini bisa menjadi solusi pilihan yang layak untuk dipertimbangkan.

4. GRC

Material lisplang selanjutnya adalah Glass-fibre Reinforced Concrete atau GRC. Jenis lisplang GRC ini memiliki ketahanan yang cukup baik terhadap cuaca. Dengan bobotnya yang ringan memudahkan tukang saat melakukan pemasangan.

Karena dibuat melalui proses fabrikasi, lisplang GRC memiliki tingkat presisi dan kerapihan yang sangat baik. Jika membutuhkan ukuran dan bentuk lisplang GRC di luar fabrikasi, maka konsumen dapat memesan terlebih dahulu dengan jumlah tertentu.

Material GRC ini tidak mudah mengalami pembusukan sehingga lebih tahan lama. Selain itu lisplang GRC saat ini semakin beragam model dan bentuknya. Selain model simple untuk bangunan/rumah dengan gaya modern minimalis, ada juga model lisplang GRC yang bermotifkan serat kayu sehingga terlihat lebih natural.

5. Lisplang PVC, WPC, dan Fiberglass

Selain material-material di atas, ada juga lisplang dengan bahan material terbaru yang telah banyak digunakan untuk kemajuan dunia arsitektur, seperti lisplang dari PVC (Poly Vinyl Chloride), WPC (Wood Plastic Composite), dan fiberglass.

Adapun keunggulan material tersebut adalah memiliki desain dan warna yang bervariasi, proses pemasangannya sangat mudah, ringan, tahan air, anti rayap, dan juga tidak berjamur.

Selain itu, lisplang PVC tersedia dengan berbagai motif, seperti serat kayu atau bambu. Ada juga yang polosan sehingga pengguna nantinya bebas menentukan warna akhir lisplang sesuai dengan keinginannya. 

Sayangnya, material seperti PVC, WPC, dan fiberglass tersebut tidak memiliki ketahanan yang baik terhadap api.

Keunggulan Lisplang Beton


Meskipun proses pembuatan lisplang beton terbilang membutuhkan waktu yang lebih lama, namun hasil yang akan didapatkan dengan menerapkan lisplang beton sangatlah memuaskan. 

Adapun kelebihan lisplang beton dibandingkan dengan jenis lisplang lainnya adalah:


  • Bangunan yang menggunakan lisplang beton akan nampak megah, kokoh, dan telihat mewah. 
  • Lisplang beon tidak akan busuk, dan lebih tahan terhadap panas dan hujan. 
  • Lisplang beton dapat dikreasikan bentuk desainnya. Misalnya, ditambahkan nuansa natural layaknya lisplang kayu.
  • Mampu memperkuat rangka usuk dan reng pada komponen struktur rangka atap.
  • Atap bangunan tidak akan menjadi tempat bersarangnya tikus karena hewan pengerat ini akan kesulitan untuk masuk ke dalam plafon. Sisi luar tertutup oleh lisplang beton sedangkan bagian bawah lisplang dipasangi plafon sehingga tidak ada celah untuk masuknya tikus.
  • Rangka atap tidak mudah lapuk dan berkarat meskipun kehujanan. Berbeda, ketika menggunakan lisplang kayu yang mudah lapuk dan berjamur.


Cara Membuat Lisplang Beton



Teknik pembuatan lisplang beton dapat dilakukan secara konvensional di lokasi dan dapat juga menggunakan sistem precast yang dibentuk dengan cetakan.

Sistem precast dalam pembuatan lisplang beton bisa dikatakan membutuhkan waktu yang cukup lama. Karena tahapan pengerjaannya dimulai dari dari bekesting, proses pembuatan tulangan besi (pembesian), pengecoran hingga finishing yang terdiri dari pengacian, pembuatan profil dan cat finishing.

Di bawah ini panduan pembuatan lisplang beton selengkapnya:


  1. Membuat cetakan lisplang dengan menggunakan material yang tahan lama, mislanya baja. Cetakan tersebut kemudian dikategorikan berdasarkan bentuknya, sehingga mempermudah dalam pengerjaan dan kontrol kualitas produksi. Selain itu, pengelompokkan tersebut untuk mempermudah perkiraan jumlah bekisting yang dibutuhkan.
  2. Setelah produksi cetakan lisplang sudah jadi, langkah selanjutnya adalah melumuri bagian dalam cetakan dengan solar. Aktivitas ini bertujuan agar adukan cor beton yang akan dimasukkan ke dalam cetakan tidak lengket, mudah dikeluarkan, dan produk lisplang betonnya memiliki permukaan yang halus.
  3. Selanjutnya proses pembesian. Tahapan ini membutuhkan ketelitian untuk memastikan jumlah dan mutu embed sesuai dengan spesifikasi dan standar yang ada. Selain itu, perhatikan juga sambungan lisplang dengan besi utama, dan hook untuk mengangkat lisplang precast tersebut. Karena proses pemasangan lisplang nantinya dilakukan dengan cara menjepit pelat struktur, maka perlu juga dilakukan pengecekan jarak antara embed atas dan embed bawah agar tidak terlalu lebar dengan tebal pelat struktur.
  4. Tahapan berikutnya adalah menuangkan adukan cor beton ke dalam cetakan lisplang yang sudah diberi styrofoam pada bagian cetakan yang tidak terkena cor seperti bagian hook dan embed.
  5. Setelah menunggu beberapa hari, lisplang beton yang sudah kerting tersebut siap dilepaskan dari cetakannya. 
  6. Lakukan quality contorl (QC) untuk memastikan lisplang secara menyeluruh dalam kondisi dan kualitasnya bagus, terutama pada bagian permukaannya.
  7. Selanjutnya angkat lisplang dan letakkan dekat posisinya pada bangunan. Jika bangunan tersebut bertingkat maka dapat menggunakan bantuan crane. Sedangkan untuk mengatur posisi lisplang dapat bisa menggunakan tuckle.
  8. Lakukan pengelasan pada sambungan antara lisplang precast dengan pelat. Sesuaikan dengan gambar kerja dan marking yang telah dibuat pada bagian yang akan dipasangi lisplang. 
  9. Untuk memperindah tampilan lisplang beton, Anda dapat menggunakan dempul pada permukaan lisplang tersebut.

Itulah ulasan mengenai jenis-jenis lisplang, keunggulan lisplang beton dan proses pembuatannya. Semoga dapat bermanfaat ya.

0 komentar

Post a Comment