Pengertian Hopper, Fungsi, Proses Pembuatan, dan Cara Kerjanya

Author -  Admin Pengadaan

Apa itu hopper? Hopper adalah bejana atau wadah yang saluran masuknya berada di atas dan mempunyai lubang di bagian bawah untuk saluran keluar. Alat ini dapat dijumpai di tempat-tempat konstruksi, industri hingga pertambangan untuk memudahkan transportasi bahan baku. 

Mekanisme alat ini juga digunakan untuk oleh drone pertanian hingga menjadi komponen senjata paintball. Ingin tahu lebih lanjut tentang hopper? Yuk, simak artikel ini untuk mencari tahu lebih lanjut!



Pengertian dan Fungsi Hopper Adalah


Pada dasarnya, hopper merupakan alat berupa kontainer penyimpanan berbentuk kerucut yang digunakan untuk mengeluarkan material berupa butiran. Material tersebut dikeluarkan melalui lubang di bawahnya. Alat ini mempunyai sejumlah kegunaan, yaitu:

  • Bagian dari drone pertanian, digunakan sebagai penampungan zat kimia sebelum disemprotkan ke tanaman di bawahnya.
  • Bagian dari pemberi pakan ternak.
  • Bagian dari traktor, yaitu berupa kontainer besar untuk menampung tanah.
  • Sebagai alat pendukung manufaktur di pabrik
  • Sebagai komponen yang memuat peluru paintball
  • Hopper juga digunakan dalam sektor pertambangan, yaitu dimanfaatkan untuk membantu kegiatan bongkar barang-barang curah seperti biji-bijian, batu bara, ataupun clinker


Hopper di sektor pertambangan


Proses Pembuatan Hopper


Selain yang disebutkan di atas, hopper juga berguna sebagai alat yang memudahkan transpor bahan baku ke mesin-mesin tertentu, misalnya mesin penggiling. Lantas, bagaimana proses pembuatan hopper? Inilah rincian lengkapnya:




1. Alat dan bahan

Mesin yang digunakan dalam pembuatan hopper adalah mesin roll, mesin las, serta mesin potong. Biasanya hopper dibuat dari material stainless steel 304. Material tersebut dikenal tahan karat dan sering digunakan dalam pembuatan wadah makanan. 

Pelat dipilih dengan tebal 1,5 mm. Dari bahan tersebut dapat dibuat hopper yang berdimensi 309 x 634 x 1,5 mm.

2. Komponen

Sebagai catatan, komponen yang perlu dibuat agar hopper bisa berfungsi dengan baik meliputi ring, pipa, sel, dan conus.

3. Teknik pembuatan

Ketika semua bahan sudah siap, berikut adalah langkah-langkah pembuatan hopper:

  • Pertama, pipa, pelat dan kawat stainless steel 304 dipotong sesuai ukuran yang sudah direncanakan menggunakan grinda cutting.
  • Kedua, gulung pelat yang sudah dipotong dengan bantuan mesin roll sampai terbentuk conus dan sel. 
  • Ketiga, las pelat yang sudah digulung pada bagian sisinya sampai merekat. Nantinya akan terbentuk sel dan conus yang merekat sempurna.
  • Keempat, sambungkan sel dan conus tadi menggunakan mesin las ke komponen-komponen lainnya satu per satu. Dimulai dengan mengelas conus dengan pipa, sel dengan ring, lalu sel dan conus disambungkan.
  • Kelima, proses pengelasan biasanya meninggalkan bekas-bekas sehingga hopper terlihat kurang rapi. Hilangkan bekas pengelasan dengan menggunakan gerinda tangan.
  • Keenam, lakukan finishing pada permukaan dalam dan luar hopper sampai terlihat mengkilap.
  • Ketujuh, hopper sudah selesai dan dapat langsung digunakan.


Cara Kerja Mesin Hopper


Setelah mengetahui proses pembuatan, apakah Anda penasaran bagaimana hopper bekerja? Untuk menjawab pertanyaan itu, mari kenali satu fakta menarik tentang hopper. Dahulu, alat yang bentuknya seperti piramida terbalik ini digunakan untuk mengalirkan biji-bijian menuju penggilingan. 

Agar biji-bijian tersebut tidak menyumbat lubang di bawahnya, hopper mempunyai gerakan hopping yang artinya gerakan goyang-goyang untuk memastikan aliran hopper selalu lancar. Saat ini hopper tidak hanya berbentuk seperti piramida terbalik. 

Jenis hopper yang paling umum ditemukan di antaranya, hopper arus besar (mass flow), hopper arus corong (funnel flow), dan hopper self-dumping. Ketiga jenis hopper tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan yang berbeda. Agar lebih jelas, inilah cara kerja masing-masing hopper tersebut:

1. Hopper arus besar (Mass flow)


Untuk jenis hopper yang pertama, prinsip kerja hopper adalah FIFO (First-in, first-out) yang artinya material yang pertama masuk adalah material yang pertama keluar. 

Prinsip tersebut menjadikan hopper cukup reliabel. Namun beberapa hal perlu diperhatikan agar aliran tetap efektif, seperti suhu, kandungan minyak, kandungan air, dan lain sebagainya.

Hopper yang menggunakan prinsip tersebut terbagi lagi menjadi dua, yaitu:

  • Bentuk kerucut (conical)

Hopper ini mempunyai bagian dasar yang lebih curam guna meningkatkan efektivitas aliran material.

  • Bentuk irisan (wedge-shaped)

Terlihat dari gambar di atas bahwa lubang keluarnya berbentuk seperti irisan panjang yang sempit. Hopper ini memerlukan conveyor belt agar material bisa langsung dibawa ke proses selanjutnya.

Hopper arus besar umumnya digunakan untuk penyimpanan bahan baku, produk, hingga pakan hewan ternak. Hopper ini hadir dalam berbagai pilihan ukuran tergantung kebutuhan. Adapun kelebihan dan kekurangannya dapat dilihat pada tabel berikut:

Kelebihan

Kekurangan

Lebih terjangkau ketimbang corong arus besar

Mudah terjadi penggumpalan

Cukup banyak digunakan dan dikenal

Terdapat jeda akibat pengocokan, sehingga material tidak terus-menerus mengalir


2. Hopper corong (Funnel flow)


Funnel flow hopper adalah hopper yang mempunyai bentuk dinding seperti corong. Material yang masuk akan bergerak keluar melalui lubang di bagian tengah bawah hopper. Agar lebih jelas, silakan lihat cara kerja hopper pada video di bawah ini:






Sebagaimana yang disebutkan sebelumnya, hopper corong mempunyai aliran seperti corong konvensional, di mana material keluar melalui saluran di bagian tengah. Sesekali corong tersebut dikocok guna mencegah terjadinya penumpukan material pada bagian sisi corong.

Kegunaan hopper corong cukup fleksibel. Penggunaannya tidak jauh berbeda dengan fungsi hopper arus besar. Akan tetapi, hopper corong lebih efektif digunakan untuk material padat yang kasar, mudah mengalir dan tidak mudah menggumpal. 

Jika material yang dikeluarkan tidak perlu dilakukan segregasi atau pemisahan, maka hopper ini adalah pilihan yang tepat. Adapun kelebihan dan kekurangannya adalah:


Kelebihan

Kekurangan

Lebih terjangkau ketimbang corong arus besar

Mudah terjadi penggumpalan

Cukup banyak digunakan dan dikenal

Terdapat jeda akibat pengocokan, sehingga material tidak terus-menerus mengalir


3. Hopper self-dumping

Hopper ini sengaja dirancang agar mudah dipindahkan secara manual maupun dengan bantuan forklift. Fungsi dari hopper self-dumping dapat digunakan untuk tempat penyimpanan maupun kontainer transportasi. 

Terlepas dari itu, hopper ini dapat digunakan di ruangan terbatas. Pasalnya hopper ini dapat ditumpuk. Biasanya material yang akan disimpan ke dalam hopper self-dumping dialirkan melalui conveyor belt. Berikutnya, hopper dipindahkan ke tempat selanjutnya. 

Anda tidak perlu repot-repot menuang isi hopper. Cukup dengan melepas grendelnya, hopper akan menumpahkan seluruh isinya secara otomatis. Jika hopper sudah kosong, alat itu akan kembali ke posisi semula dan grendel terkunci secara otomatis.

Anda bisa menjumpai hopper ini di pabrik-pabrik. Alat ini banyak digunakan untuk menyimpan dan memindahkan kayu, kaca, abu, bubuk, aluminium, lohan, bahkan produk jadi, seperti deterjen, pupuk, dan lain-lain.

Di samping itu, fungsi hopper sangat luas, tidak hanya untuk kebutuhan industri saja. Hopper adalah teknologi yang sangat membantu kegiatan manusia, terutama dalam melakukan proses transpor material. Demikian pembahasan ini, semoga bisa dipahami dan bermanfaat.

0 komentar

Post a Comment