Patuhi Cara Menghitung Kebutuhan Ukuran Besi Sloof untuk Rumah 1 dan 2 Lantai

Author -  Admin Pengadaan

Anda tidak perlu heran bahwa proses membangun sebuah rumah memang cukup kompleks. Banyak bagian konstruksi yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Salah satunya adalah menghitung ukuran besi sloof untuk menahan beban rumah, termasuk yang sudah tertanam di bawah tanah.

Pekerjaan pembuatan sloof ini tidak boleh asal dan membutuhkan keahlian khusus untuk menghitung berapa besi sloof dan material lain yang dibutuhkan. Oleh karena itu, menyimak informasi di bawah ini dari awal hingga akhir adalah pilihan yang tepat.



Apa Itu Sloof?


Secara singkat, sloof adalah struktur bangunan yang letaknya berada tepat di atas fondasi. Nama lainnya adalah tie beam yang merupakan elemen paling kunci pada struktur dasar bangunan. Pada umumnya, sloof tersusun dari beton bertulang dengan bentuk horizontal.

Sloof terdiri dari beberapa komponen, seperti bagian tulang pojok atau tulang sudut, kemudian juga ada tulang pinggang atau tulangan ekstra, lalu tulangan sengkang atau cicin. Besi ulir digunakan untuk pembuatan tulangan sudut dan tulangan pinggang. Sedangkan untuk struktur sloof pada tulangan sengkang atau cincin menggunakan besi beton polos.

Sloof nantinya akan diletakkan di atas fondasi. Belakangan ini, sebagian besar sloof diaplikasikan menggunakan bahan beton bertulang dengan perhitungan yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI). Ada banyak jenis sloof yaitu:



1. Sloof Beton Bertulang

Jika Anda membangun sebuah rumah tidak bertingkat dengan pondasi batu kali, maka sloof beton bertulang adalah pilihan yang tepat untuk digunakan. Benda ini memiliki tinggi sekitar 15 hingga 20 cm dan sering dimanfaatkan sebagai balok pengikat pondasi tiang.

2. Sloof Batu Bata

Sloof batu bata bagi sebagian orang mungkin terdengar cocok sebagai bahan pembangun dinding. Kekurangan dari bahan ini adalah kurang kuat jika digunakan untuk sloof. Terlebih jika dilihat dari sifatnya yang mudah lembab.

3. Sloof Kayu

Sloof kayu biasanya digunakan untuk rumah panggung dengan pondasi kayu juga. Apabila diletakkan pada posisi lajur yang terbuat dari beton atau batu, maka Anda bisa memilih yang tunggal.

Fungsi Sloof

Ukuran besi sloof memang bermacam-macam, namun untuk memilihnya Anda juga harus tau fungsi sebenarnya apa. Fungsi utamanya adalah sebagai penahan beban dinding, dengan begitu sifatnya menjadi lebih kokoh dan terhindar dari kehancuran atau kerusakan.

Bagi rumah yang berada di lokasi rawan gempa maka sloof sangat dibutuhkan sebagai pengunci dinding atau kolom agar terhindar dari kerusakan parah yang diakibatkan oleh gempa bumi.

Jadi secara singkat dapat dikatakan bahwa sloof adalah tulang pondasi sekaligus tempat melekatnya batako atau bata. Jika patah, maka masih ada pondasi yang bisa menopang dinding.

Selain itu sloof juga berfungsi sebagai bahan pengeruk tanah, pasangan keramik dan pekerjaan lantai lainnya agar tetap berjalan sebagaimana mestinya dan tetap pada posisi yang direncanakan.

Ukuran Besi Sloof Rumah 1 Lantai dan 2 Lantai dan Cara Menghitung Kebutuhannya




Pengerjaan besi sloof biasanya memang menggunakan satuan meter kubik, namun dalam proses penghitungannya tentunya tidak terpisahkan terlebih jika dikaitkan dengan rancangan anggaran biaya yang sudah disusun sebelumnya.

1. Cara Menghitung Kebutuhan Ukuran Besi Sloof

Cara menghitung besi sloof biasanya ditentukan oleh ukuran, diameter besi pokok, cincin atau sengkang, jarak pemasangan dan panjang pondasi.

Contoh sederhananya, Anda ingin melakukan perhitungan untuk pengerjaan sloof sepanjang 120 meter. Jika diketahui ukurannya adalah 15 dikali 20 cm maka besi yang dibutuhkan adalah 8 buah dengan diameter masing-masing sebanyak 15 mm dan besi sengkangnya diberikan jarak 25 cm dengan besi 8 mm, sehingga kebutuhan besinya adalah sebagai berikut:

  • Besi pokok 15mm yang dibutuhkan adalah 120 x 8 buah : 12 meter sebanyak 80 batang. Mengingat bahwa setiap sambungan terhadap stek penguat, maka Anda disarankan untuk melebihkan jumlah ketika membeli.
  • Besi cincin atau sengkang yang berukuran 8 mm dan dibutuhkan 120 m : 0, 25 m = 480. Namun Anda harus mengukur panjangnya terlebih dahulu karena rangkaian balok sloof nantinya akan dikelilingi oleh beton cor sepanjang 3 cm di semua sisinya.
  • Jika ukuran besi sloof adalah 15 x 20 cm, maka pada bagian lebarnya menjadi 15 cm x 15 cm – 6 = 9 cm dan 20 – 6 = 14 cm. Apabila dibentangkan maka yang dibutuhkan adalah 58.
  • Kawat beton pengikat cukup disediakan 3 gulung atau 3 kg saja.


2. Cara Menghitung Bekisting Sloof


Metode pemasangan untuk bekisting sloof yaitu memanjang pada kedua sisi. Satuannya adalah meter persegi. Terkait rumus untuk menghitungnya adalah 2 x panjang x tinggi.

  • Sloof untuk Rumah 1 Lantai

Tahukah Anda bahwa rumah 1 lantai yang kuat juga membutuhkan sloof yang kuat pula. Besi yang digunakan setidaknya berukuran 10 mm atau 8 mm. Jika bangunan tidak menggunakan material yang banyak beban, maka sementara Anda bisa memilih yang berukuran 6-8 mm.

Jika Anda menerapkan jarak pemasangan 20 cm, maka begel yang dibutuhkan adalah 5 buah per 1 cm. Sebagai informasi tambahan, kebutuhan begel untuk 1 rumah seharusnya bisa didapatkan dengan melakukan akumulasi total panjang sloof kemudian dibagi jarak pemasangan 0,2 meter.

Sebagai rekomendasi gunakan tulangan sudut dengan ukuran diameter D13 (besi beton ulir), tulangan pinggang dengan diameter D10 (besi beton ulir) dan tulangan sengkang dengan diamater D8 (besi polos).


  • Sloof untuk Rumah 2 Lantai dan 3 Lantai ke Atas




Sedangkan untuk ukuran besi sloof rumah 2 lantai harus diperhatikan dengan serius. Pada umumnya yang digunakan adalah 15 x 35. Mengapa lebih banyak? Karena rumah 2 lantai tentunya akan menahan beban yang banyak pula. Oleh karena itu berbeda dengan ukuran 1 lantai di atas.

Ukuran untuk tulangan sebaiknya gunakan minimal berdiameter 12 mm dan membutuhkan sebanyak 6 buah. Sedangkan untuk begel, maka ukuran besinya adalah 8mm dengan jarak antar begel di sisi tengahnya yaitu 20 cm dan sisi tepinya menunjukkan jarak 10-15 cm.

Sedangkan untuk bangunan tiga lantai ke atas, sebaiknya gunakan ukuran besi sloof untuk tulangan sudut D16 (besi betn ulir), tulang pinggang D13 (besi beton ulir), dan tulangan sengkang D80 (besi polos).

Apabila Anda bingung untuk melakukan perhitungan besi sloof, maka disarankan untuk mempercayakannya kepada yang ahli. Jangan asal-asalan saja ya karena ini berkaitan dengan kuat atau tidaknya bangunan rumah.

Bayangkan saja jika salah dalam menghitung sloof, kemudian rumah tidak tahan terhadap goncangan atau beban. Pasti akan membahayakan seisi rumah kan? Oleh karena itu, pembahasan kali ini sebagai pengetahuan awal untuk Anda berdiskusi dengan ahli.

Ukuran besi sloof antara rumah 1 lantai dengan 2 lantai memang berbeda. Namun yang perlu diketahui semakin banyak lantainya maka semakin besar pula ukuran besinya agar bisa menopang beban di atasnya. Sementara itu, waktu pengerjaan sloof yang dimulai dari tahap penggalian, penulangan, hingga pengecoran kurang lebih membutuhkan 1-2 bulan untuk lantai 1. Jadi, silahkan diperkirakan kapan waktu pengerjaan akan segera dimulai.

0 komentar

Post a Comment