Kenali Perbedaan Less than Container Load (LCL) dan Full Container Load (FCL)

Dalam proses pengiriman muatan barang ekspor atau impor, perusahaan freight forwarder biasanya memiliki kontrak/perjanjian dengan satu atau beberapa perusahaan pelayaran kargo. Nah, di sinilah nantinya perusahaan forwarding tersebut memberikan layanan kepada konsumen, apakah bakal menggunakan layanan less than container load (LCL) ataukah full container load (FCL).

Sebagai konsumen kamu harus tahu perbedaan antara LCL dan FCL tersebut, berikut dengan kelebihannya masing-masing. LCL dan FCL ini berkaitan dengan muatan peti kemas yang menjadi tugas perusahaan pelayaran untuk memuat dan membongkar barang. Untuk selengkapnya mengenai less than container load dan full container load ada pada penjelasan berikut.






Apa itu Less than Container Load (LCL)?

Setiap konsumen yang akan mengirimkan barang dengan menggunakan jasa forwarding tentunya ingin tarif yang murah untuk biaya pengirimannya. Kamu dapat memilih metode pengiriman barang menggunakan sistem LCL. 

Sebelum memilih metode less than container load ini, kamu harus memastikan bahwa barang yang akan kamu kirim tidak melebihi melebihi setengah volume dari container. Adapun jenis container sendiri ada dua, yaitu:

  • Volume container standart 20 feet yang mempunyai volume 33.2 m3, sehingga jika kamu memilih LCL, maka barang yang kamu kirimkan tidak boleh lebih dari 16,6 m3
  • Volume container 40 feet dengan kapasitas volume -/+ 60 m3), sehingga jika kamu memilih LCL, maka barang yang kamu kirimkan tidak boleh lebih dari 30 m3
Dalam metode LCL ini kamu tidak harus menyewa satu container, melainkan cukup membayar beban barang berdasarkan hitungan kubikasi. 

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa Less than Container Load atau LCL adalah pengiriman muatan barang satu container penuh, akan tetapi terdiri dari beberapa pengirim yang berbeda yang digabungkan dalam satu container. 


Prosedur Less than Container Load


Cara handling barang menggunakan sistem LCL adalah container dapat diisi dari berbagai jenis barang yang mempunyai alamat penerima yang berbeda. Dengan sistem ini container dapat terisi penuh jika barang yang dimasukkan mempunyai tujuan yang sama atau searah. Di sistem LCL ini barang-barang dipisahkan berdasarkan tujuan agar lebih mudah dalam proses bongkar dan proses pengiriman barang.


Apa itu Full Container Load (FLC)?


Untuk memperjelas perbedaan less than container (LCL) dan Full Container Load (FCL) akan dijelaskan juga apa itu FLC. FCL ini adalah kebalikan dari LCL, di mana FCL adalah jenis pengiriman barang yang mengharuskan pelanggan atau dalam hal ini eksportir menyewa satu container atau lebih secara penuh untuk melakukan pengiriman barang. Jadi, semua barang dalam container tersebut milik satu eksportir, tanpa bercampur dengan barang eksportir lain.

Karena layanan container umumnya ada dua jenis seperti yang telah dijelaskan di atas, jadi layanan FCL yang dapat dipilih oleh shipper ada dua, bisa memilih 20’ft atau 40’ft. 

Layanan FCL ini disarankan untuk pelanggan atau dalam hal ini eksportir yang  ingin melakukan pengiriman barang dalam jumlah besar. Selain jumlah barangnya yang banyak ada beberapa alasan mengapa sebaiknya eksportir lebih baik menyewa satu container secara penuh, yaitu apabila barang mudah terbakar, rusak arau butuh penanganan khusus. Sebagai contoh, minyak kelapa, sekam arang, bahan yang membutuhkan pengaturan suhu tertentu seperti frozen food, sayur, buah, jenis ikan-ikanan, dan bahan-bahan jenis lainnya.


Kapan Menggunakan LCL dan FCL?

Saat kamu ingin mengirimkan barang untuk kebutuhan ekspor, pastikan dulu jenis layanan mana yang akan kamu pilih yang disesuaikan dengan kebutuhan. Apakah memilih menggunakan Less than Container Load (LCL) ataukah Full Container Load (FCL), karena hal tersebut akan berpengaruh terhadap efisiensi harga dalam prosesnya. 

Ilustrasi Perbedaan LCL dan FCL

Berikut beberapa hal ini mungkin dapat memetakan kapan seharusnya memakai layanan LCL dan kapan menggunakan FCL.

LCL

  1. Tarif menggunakan hitungan kubikasi, akan tetapi total biaya yang akan dikenakan kepada eksportir bakal ditambah dengan biaya konsolidasi
  2. Bisa dijadikan solusi hemat biaya dan nyaman jika muatan tidak memenuhi 1 container penuh.
  3. Berisi muatan dari beberapa shipper/eksportir yang akan dikirimkan kepada satu/beberapa consignee.
  4. Pengiriman untuk sampai ke consignee membutuhkan waktu yang cukup lama karena adanya prosedur inspeksi yang rumit seperti penyesuaian dokumen yang cocok pada setiap itemnya untuk menghindari risiko barang tertukar dengan barang eksportir lain.

FCL

  1. Tidak ada biaya konsolidasi dalam pengiriman, namun tarif yang ditanggung adalah penyewaan satu container penuh.
  2. Minimal kapasitas barang yang akan dimasukkan ke dalam satu kontainer adalah 75% penuh agar eksportir mendapatkan harga pengiriman terbaik.
  3. Container mempunyai batasan berat yang telah ditetapkan oleh pihak carrier yang mana dapat mengurangi kapasitas ruang maksimum yang disediakan container.
  4. Pengiriman barang untuk sampai ke consignee relatif lebih cepat karena tanpa ada proses inspeksi yang rumit.
Nah, saat ini tinggal pilih kamu lebih menyukai LCL atau FCL. Sebainya sesuaikan dengan kebutuhan ya.

0 komentar

Post a Comment