Ini Lho Faktor Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Ada yang tahu luas terumbu karang di Indonesia? Total terumbu karang di Indonesia diperkirakan memiliki luas hingga 50.000 kmdengan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Sayangnya, aktivitas manusia dalam memanfaatkan ekosistem terumbu karang dilakukan secara berlebih-lebihan hingga menyebabkan kerusakan terumbu karang yang telah ada.

Jika ekosistem terumbu karang dan lingkungan sekitarnya rusak, maka pada akhirnya akan menyebabkan terjadinya penurunan nilai ekonomi dari sumber daya tersebut. Lalu, apa saja sebenarnya faktor penyebab kerusakan terumbu karang tersebut? Hal ini perlu kita ketahui bersama agar kita sebagai manusia bisa mengatasi penyebab kerusakan salah satu ekosistem laut tersebut.



Apa itu Terumbu Karang? Berikut Jenisnya

Terumbu karang adalah ekosistem laut yang terbentuk dari biota luat penghasil kapur khususnya jenis-jenis karang batu dan alga berkapur, yang hidup bersama dengan biota lain di dasar lautan. 

Sebagai ekosistem yang dinamis, terumbu karang memiliki kekayaan biodiversitas yang tinggi, di mana wajib dijaga dan dilestarikan. Untuk itu, penyebab kerusakan terumbu karang harus diminimalisir agar manfaat dari ekosistem terumbu karang ini memiliki peran yang signifikan bagi manusia dan lingkungannya.

Mengapa kita perlu menjaga ekosistem terumbu karang ini? Karena secara ekologis, ekosistem terumbu karang adalah tempat organisme hewan maupun tumbuhan laut mencari makan dan berlindung. Bahkan, terumbu karang juga menjadi pelindung lingkungan pesisir pantai dan kehidupan ekosistem perairan dangkal dari terjadinya abrasi laut.

Terdapat dua jenis karang, yaitu:

  • Karang keras (hard coral), yaitu jenis karang yang terbentuk dari endapan masif kalsium karbonat (CaCO3) yang dihasilkan dari organisme atau biota karang pembentuk terumbu karang seperti filum Coridaria, Ordo Scleractinia yang hidup bersimbiosis dengan Zooxanthellae. Selain itu, ada juga alga berkapur serta organisme lain yang mensekresikan kalsium karbonat.
  • Karang lunak (soft coral), yaitu jenis karang yang bentuknya seperti tanaman dan tidak bersimbiosis dengan alga. 

9 Penyebab Kerusakan Terumbu Karang

Contoh Terumbu Karang Rusak


Dalam pemanfaatan ekosistem terumbu karang yang dilakukan oleh manusia tidak sedikit yang berdampak pada kelestarian terumbu karang itu sendiri. 

Adapun faktor-faktor penyebab kerusakan terumbu karang, yaitu sebagai berikut: 


1. Adanya pengambilan karang untuk bahan bangunan 

Banyak terumbu karang diambili untuk dibawa ke atas laut secara besar-besaran. Hal ini untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku kapur dan penahan hempasan gelombang atau retaining wall yang ditempatkan di pinggir-pinggir pantai yang mudah mengalami longsor.

2. Adanya aktivitas pengambilan karang untuk hiasan 

Faktor penyebab kerusakan terumbu karang selanjutnya adalah disebabkan adanya pengambilan secara langsung untuk digunakan sebagai karang hias. Apalagi permintaan karang hias semakin tinggi. Bahkan, Indonesia menjadi negara pengekspor karang hias terbesar di dunia. Hal ini tentunya sangat perlu kita waspadai.

3. Penangkapan ikan dan biota non ikan tanpa memperhatikan ekosistem sekitar

Sudah jamak dikenal oleh masyarakat bahwa ikan-ikan karang sangatlah mahal harganya. Tentunya hal ini menarik masyarakat untuk melakukan penangkapan terhadap ikan-ikan karang. Padalah aktivitas tersebut sangat besar dampaknya terhadap kerusakan terumbu karang. 

Penyebab kerusakan terumbu karang yang satu ini dikarenakan orang-orang banyak yang menggunakan cara-cara penangkapan yang sangat merusak ekosistem terumbu karang seperti pengeboman dan penggunaan racun sianida. 

Selain penangkapan ikan karang, pengambilan biota-biota non ikan di terumbu karang juga dapat menimbulkan kerusakan terumbu karang itu sendiri. Biasanya masyarakat menangkapi biota-biota penting non ikan yang bernilai ekonomi dan sangat bermanfaat bagi kelestarian ekosistem terumbu karang itu senidir, misalnya sotong, gurita, keong/siput, kerang mutiara, dan lain sebagainya. 

4. Kegiatan rekreasi

Mungkin saja ini adalah manfaat adanya ekosistem temburu karang, dimana masyarakat dapat melakukan kegiatan seperti scuba diving untuk melihat keindahan alam bawah laut. Namun, dibalik manfaat pariwisata ini, aktivitas ini juga bisa menjadi penyebab dari kerusakan terumbu karang.

Banyak para diver yang tidak memperhatikan panduan menyelam dengan benar. Mereka melakukan  kontak fisik dengan terumbu karang secara sengaja. Bahkan, kontak fisik tersebut berupa menendang, menginjak, dan mengambil biota laut. Tak hanya itu, seringkali peralatan-peralatan selam yang dibawahnya bersentuhan secara langsung dengan terumbu karang. 

5. Pembangunan di Pesisir 

Adanya pembangunan di pesisir laut, misalnya pembangunan pelabuhan, jembatan, jalan, dan reklamasi untuk memperluas daerah perkotaan juga merupakan kegiatan-kegiatan yang bisa jadi penyebab kerusakan ekosistem pesisir secara tidak langsung, termasuk ekosistem terumbu karang.

6. Antropogenik

Antropogenik adalah adanya sumber pencemaran seperti terjadinya pengeboman atau masuknya limbah dari kegiatan industri, pertambangan, dan lain sebagainya. 

Hal ini tentu saja akan berdampak pada bertambahnya sedimentasi dan berakibat pada pertumbuhan terumbu karang. Penambahan sedimentasi ini bahkan bisa berakibat fatal apabila karang terpendam seluruhnya.

7. Perubahan iklim 

Kenaikkan suhu air laut adalah faktor penyebab kerusakan terumbu karang secara alami. Perubahan iklim ini dapat menyebabkan terjadinya pemutihan karang yang diikuti dengan terlepasnya zooxanthella dari polip karang sehingga lama-kelamaan karang menjadi mati. 

Sejak tahun 1983 dimana kenaikkan suhu air laut mulai terjadi dan hampir semua karang yang hidup di daerah tropis seperti di daerah Panama hingga meluas ke daerah Pasifik Barat dan laut Karibia mengalami bleaching yang diikuti kematian. Tak tanggung-tannggung karang yang mati tersebut mulai dari kedalaman 1-15 meter seperti karang jenis Acropora dan Poccilopora.

8.  Bencana Alam 

Selanjutnya adalah bencana alam yang merupakan faktor penyebab kerusakan terumbu karang. Kejadian seperti meletusnya gunung berapi dan adanya tsunami mempunyai potensi untuk merusak terumbu karang yang sangat besar. Kerusakan karang yang disebabkan oleh adanya bencana alam ini biasanya bersifat lokal, artinya hanya terjadi di sekitar daerah yang mengalami bencana alam tersebut.

9. Predasi 

Kerusakan karang juga dapat timbul karena beberapa hewan pemakan polip karang. Hewan-hewan tersebut bahkan juga membuat rumah di dalam koloni karang sehingga lama kelamaan karang tersebut akan mati. Beberapa contoh hewan laut tersebut adalah gastropoda, Acanthaster planci, asteroid dan lain sebagainya.

0 komentar

Post a Comment